MotoGP Thailand: Mengupas Tuntas Pendanaan dan Dukungan Pemerintah
Thailand menjadi salah satu negara tuan rumah gelaran MotoGP yang menonjol dalam hal keterlibatan sektor swasta untuk pendanaan. Sports Authority of Thailand (SAT) menegaskan bahwa dukungan dari pihak swasta memainkan peran utama dalam menyukseskan ajang balap motor paling bergengsi ini.
Bahkan di tengah perlambatan ekonomi global akibat pandemi Covid-19, SAT berhasil terus mengamankan berbagai kesepakatan sponsorship. Untuk periode kontrak baru 2027–2031, target sponsor swasta yang dibidik mencapai lebih dari 700 juta Baht, semakin memperkuat model pendanaan yang didorong oleh inisiatif swasta ini.
Sirkuit Internasional Chang: Mengapa Harus Buriram?
Sering muncul pertanyaan apakah pendapatan dari gelaran MotoGP di Thailand mengalir ke operator swasta, khususnya Buriram United International Circuit Co. Ltd. SAT memberikan klarifikasi tegas bahwa tidak ada kontrak kerja sama yang melibatkan perusahaan tersebut.
Faktanya, Sirkuit Internasional Chang menyediakan penggunaan venue secara gratis, sebuah kontribusi yang diperkirakan bernilai sekitar 12 juta Baht per tahun, atau setara 72 juta Baht selama enam tahun. Seluruh pendapatan dari acara, baik dari penjualan tiket maupun sponsorship, langsung masuk ke kas SAT.
Adapun alasan utama mengapa MotoGP tidak dapat digelar di lokasi lain di Thailand adalah karena Sirkuit Internasional Chang merupakan satu-satunya sirkuit berstandar FIM Grade A di Thailand yang memenuhi standar internasional MotoGP.
Struktur Keuangan yang Transparan dan Menguntungkan Negara
Struktur keuangan dalam penyelenggaraan MotoGP di Thailand dirancang untuk mengedepankan transparansi dan manfaat bagi negara:
- Seluruh pendapatan yang dihasilkan dari acara tersebut mengalir ke SAT.
- SAT kemudian memotong pendapatan ini dari biaya lisensi yang wajib dibayarkan.
- Tujuan utama dari mekanisme ini adalah untuk meminimalkan pendanaan yang berasal dari anggaran publik.
Penggunaan sirkuit secara gratis lebih lanjut mengurangi biaya operasional, menunjukkan bahwa tidak ada keuntungan khusus atau perlakuan istimewa yang diberikan kepada pemilik sirkuit swasta.
Komitmen Lintas Pemerintahan untuk MotoGP Thailand
MotoGP di Thailand telah secara konsisten mendapatkan dukungan penuh dari setiap administrasi pemerintahan. Komitmen ini tidak terlepas dari dampak ekonomi yang substansial serta manfaat branding global yang signifikan bagi Thailand.
Kontrak Pertama (2018–2020)
Pada masa pemerintahan Jenderal Prayut Chan-o-cha, dukungan diberikan sebesar 300 juta Baht (atau 100 juta Baht per tahun). Hasil dari kontrak ini sangat memuaskan:
- Dinobatkan sebagai “Best Grand Prix of the Year” pada tahun 2018.
- Dampak ekonomi selama dua tahun mencapai 6,58 miliar Baht.
- Sponsorship dari sektor swasta berhasil terkumpul 528 juta Baht.
Kontrak Kedua (2022–2026)
Kembali di bawah pemerintahan Jenderal Prayut Chan-o-cha, dukungan mencapai 900 juta Baht, dengan prioritas utama pada pendanaan dari sektor swasta. Berikut adalah pencapaian selama periode ini:
- Sponsor swasta terkumpul lebih dari 770 juta Baht.
- Kontribusi dari Dana Pembangunan Olahraga Nasional mencapai 800 juta Baht.
- Dampak ekonomi diperkirakan mencapai 24,9 miliar Baht untuk periode 2018–2025.
- Penggunaan trek gratis berhasil menghemat biaya sebesar 72 juta Baht.
Kontrak Ketiga (2027–2031)
Saat ini, Kabinet Thailand telah menyetujui penyelenggaraan MotoGP untuk periode kontrak ketiga ini, dengan pengajuan anggaran tahunan yang akan dilakukan. Harapan untuk periode ini adalah:
- Target sponsorship swasta diharapkan mencapai lebih dari 700 juta Baht.
- Penyelenggaraan ini diproyeksikan tidak akan membebani anggaran mendesak nasional.
Dukungan yang konsisten dari sektor swasta dan pemerintah Thailand menunjukkan komitmen kuat untuk mempertahankan gelaran MotoGP. Ini bukan hanya sebuah event olahraga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan platform branding positif bagi Thailand di mata dunia, memastikan masa depan cerah bagi balapan motor premium ini di Asia Tenggara.
(SA/GN)
sumber : www.nationthailand.com
Leave a comment