Bagnaia Bicara tentang Hubungannya dengan Rossi dan Marquez
Hubungan Unik dengan Duo Legendaris
Juara dunia MotoGP dua kali, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia, memiliki hubungan yang unik dengan dua sosok paling terkenal dalam sejarah balap motor, Valentino Rossi dan Marc Marquez. Sebagai mantan anak didik Rossi dan rekan satu tim Marquez saat ini, Bagnaia memiliki wawasan mendalam tentang kualitas yang dimiliki kedua pembalap hebat ini.
Pandangan Setelah Musim Sulit
Setelah menjalani musim yang sulit pada tahun 2025 menyusul kehadiran Marquez di Ducati, Bagnaia berbagi perspektifnya mengenai pengalaman berharga bisa berada di lingkungan dekat kedua figur tersebut. Ia merasa bersyukur dapat belajar dari mereka.
Kutipan dari Pecco
Dalam sebuah wawancara dengan GPOne, Pecco mengungkapkan perasaannya sebagai pesaing dan rival, sekaligus sebagai murid dari kedua legenda ini:
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Secara olahraga, Valentino adalah sosok yang banyak membantu saya. Kehadiran Marc di garasi sangat positif; saya bisa melihat data miliknya dan berbicara langsung dengan dia.”
“Vale dan Marc memiliki kesamaan: determinasi. Di lintasan, mereka akan membuat Anda kesulitan untuk tetap unggul.”
Karakter dan Gaya Balap
Bagnaia sering kali dianggap ‘terlalu baik’ di lintasan, dan kurang memiliki gaya yang tajam yang membedakan pembalap hebat dari juara dunia lainnya. Namun, ia terus berusaha mengembangkan dirinya.
Pengaruh Casey Stoner
Bagnaia juga menyampaikan ulasan positif mengenai Casey Stoner, juara dunia MotoGP pertama Ducati, yang pensiun pada tahun 2012 di usia 27 tahun setelah meraih gelar keduanya.
“Casey terkadang dekat dengan saya, dan bantuannya sangat berarti. Saya tidak pernah balapan melawan dia, tetapi bakatnya luar biasa; dia membuat perbedaan berkat kemampuannya beradaptasi dengan berbagai situasi.”
Harapan untuk Musim 2026
Bagnaia berharap dapat mengaplikasikan pembelajaran yang ia dapatkan untuk sisa musim 2026. Akhir pekan yang menantang di Grand Prix Thailand membuatnya hanya mampu bertarung untuk posisi sepuluh besar, jauh dari posisi puncak yang diinginkannya.
(SA/GN)
sumber : www.gpblog.com
Leave a comment