Yamaha Kembali di Belakang Setelah Hari Pertama yang Frustrasi di Austin
Setelah hari pertama yang mengecewakan di Grand Prix of the Americas di Austin, Yamaha kembali mendapati diri mereka terpuruk. Fabio Quartararo, representatif terbaik tim, gagal mengaplikasikan formula yang dia temukan di Brasil pada sirkuit yang sangat berbeda ini. Sirkuit Texas yang memiliki kombinasi garis lurus yang panjang dan zona pengereman yang tajam justru menyulitkan performa M1.
Jalannya Pertandingan
Setelah pagi yang sudah sulit, Quartararo tidak mampu membalikkan keadaan selama sesi latihan. Dia finis di posisi kelima belas dan mengungkapkan rasa frustrasinya. Meskipun beralih ke ban yang lebih “normal” atau konstruksi standar yang lebih familiar, tidak ada perubahan yang berarti.
Reaksi Pemain
“Mau seperti apa pun motornya atau sirkuitnya, perasaan tetap sama,” ujar Quartararo kepada media setelah hari yang sulit. “Kami tidak mengerti bagaimana cara kerja motor ini. Bukan bahwa motornya tidak berfungsi, tetapi kami tidak memahami mengapa, meskipun telah melakukan perubahan besar, kami tidak merasakan perbedaan.”
Quartaro juga menambahkan bahwa mereka merasa sama sekali tidak menemukan arah perbaikan:
“Kami merasa benar-benar tersesat. Sejak September hingga kini, kami sayangnya belum membuat kemajuan sedikit pun. Kami bisa menempatkan motor dalam posisi pendek, panjang, tinggi, atau rendah… perasaannya tetap sama. Tak ada yang lebih baik atau lebih buruk, hanya sama.”
Masalah yang Terlalu Banyak
Masalah yang dihadapi Yamaha sangat banyak sehingga sulit untuk diisolasi dan dikerjakan satu per satu. Quartararo menyatakan:
“Kami tidak punya ide untuk maju. Ini bukan hanya soal grip; ini juga tentang mesin, bagaimana mesin tidak berjalan, dan kurangnya perasaan. Ada begitu banyak hal, dan kami tidak bisa menemukan solusi untuk satu pun dari masalah ini. Itulah yang paling sulit.”
Persiapan untuk Q1
Minggu ini, Quartararo akan menjalani sesi kualifikasi Q1, sama halnya dengan rekan senegaranya, Johann Zarco. Ini menjadi pertama kalinya kedua pembalap Prancis ini berlaga di sesi tersebut bersama sejak Grand Prix San Marino 2025.
ALSO READ > COTA, Penentu Sebenarnya di MotoGP Grand Prix: “Sektor pertama sangat fisik”
Dengan tantangan yang dihadapi saat ini, Yamaha harus segera menemukan solusi agar dapat bersaing di jagat MotoGP. Jika tidak, mereka berisiko tertinggal lebih jauh dalam persaingan musim ini.
(SA/GN)
sumber : www.autohebdof1.com
Leave a comment