Strategi Tak Biasa KTM: Diduga Tak Gunakan Ride-Height Device di Tikungan Krusial
Sebuah pengamatan menarik muncul dari sesi balapan terbaru, di mana motor-motor KTM tim pabrikan terlihat tidak mengaktifkan perangkat ride-height device mereka saat keluar dari Tikungan 3 (hairpin). Menurut laporan dari rekan kami, Alex Whitworth, praktik ini menjadi sorotan utama yang memicu spekulasi tentang strategi teknis tim Oranye.
Pelajaran dari Pengalaman Francesco Bagnaia
Fenomena ini mengingatkan kita pada pernyataan Francesco Bagnaia dari Ducati di Sepang tahun lalu. Saat itu, sistem ride-height miliknya tidak berfungsi optimal. Namun, situasi tersebut justru memberikan traksi lebih baik saat keluar tikungan, meski dengan konsekuensi pada fase pengereman.
“Ada kerugian di trek lurus, tapi saat keluar tikungan, itu tidak buruk, karena membuat peredam kejut bekerja lebih baik,” ungkap Bagnaia waktu itu. “Satu-satunya hal negatif adalah saat pengereman. Tapi itu tidak terlalu buruk saat keluar tikungan.”
Pengalaman Bagnaia ini memberikan konteks mengapa KTM mungkin memilih untuk tidak menggunakan ride-height device mereka di tikungan tertentu. Jika asumsi ini benar, KTM kemungkinan tengah mencari keuntungan pada traksi keluar tikungan, meskipun berpotensi mengorbankan stabilitas pengereman atau kecepatan di trek lurus pendek. Keputusan teknis semacam ini bisa menjadi kunci dalam mencari setelan motor yang paling kompetitif, khususnya di sirkuit dengan karakter tikungan hairpin yang membutuhkan akselerasi kuat dari kecepatan rendah. Langkah tak biasa ini bisa jadi indikasi pendekatan baru KTM dalam memaksimalkan performa motor mereka di area krusial sirkuit.
(SA/GN)
sumber : www.crash.net
Leave a comment