Jack Miller Ungkap Keseriusan Yamaha Beralih ke Mesin V4 MotoGP
Pembalap Pramac, Jack Miller, menjadi saksi langsung upaya keras Yamaha dalam proyek mesin V4 MotoGP terbarunya. Pabrikan Jepang itu memang telah mengumumkan pada akhir 2025 bahwa mereka akan beralih dari konfigurasi mesin M1 ke V4 untuk musim 2026 dan seterusnya.
Miller sendiri menyelesaikan musim 2025 sebagai pembalap Yamaha kedua terbaik, tepat di belakang juara dunia 2021 Fabio Quartararo. Keputusan besar ini disinyalir menjadi salah satu alasan utama mengapa Pramac mempertahankan Miller dibandingkan Miguel Oliveira, dengan tim tersebut juga merekrut juara WorldSBK tiga kali, Toprak Razgatlioglu.
Usaha Keras Yamaha untuk V4
Miller sangat yakin Yamaha akan memproduksi mesin yang mampu meningkatkan daya saing mereka setelah tiga tahun tanpa kemenangan.
“Tentu saja. Maksud saya, mereka benar-benar totalitas dalam proyek baru ini,” ujar Miller kepada Crash.net.
“Jelas, motor akan berubah pada 2027… tapi mereka harus melakukan sesuatu. Ini adalah langkah proaktif [Yamaha] untuk tetap kompetitif.”
“Dan kemudian, saat 2027 tiba, mereka akan memiliki lebih banyak informasi. Para insinyur Yamaha sudah bekerja sangat keras selama 18 bulan terakhir. Dan mereka mungkin akan terus melakukannya selama 24 bulan ke depan!”
“Tapi memang begitu caranya dalam olahraga ini. Ini semua adalah proses pembelajaran untuk apa yang akan datang dalam waktu dekat.”
Regulasi 2027 sendiri akan membawa perubahan besar, termasuk penghapusan perangkat pengatur ketinggian belakang dan pengurangan kapasitas mesin dari 1000cc menjadi 850cc. Namun, tes MotoGP signifikan pertama bagi Yamaha dengan mesin barunya akan berlangsung di Malaysia, tepatnya pada Sepang Shakedown yang dijadwalkan pada 29-31 Januari mendatang.
Manfaat Mesin V4 untuk Ban Belakang Michelin
Pergeseran ke mesin V4 mewakili perubahan drastis dan proyek yang sangat ekstensif. Miller meyakini, perubahan ini akan sangat menguntungkan Yamaha dalam hal ‘feel’ atau sensasi terhadap ban belakang Michelin pada 2026.
“Ban belakang. Maksud saya, itu adalah indikasi yang jelas,” ungkap Miller.
“Ban belakang berubah dua-tiga tahun lalu. Itu selalu mengarah ke sana, semakin Michelin mengembangkan ban belakang ini.”
“Tetapi untuk mendapatkan potensi maksimal dari ban belakang saat ini, Anda harus membuat motor menapak ke tanah. Anda harus menggunakan ban belakang untuk pengereman, di tengah tikungan, dan akselerasi.”
“Tetapi pada saat yang sama, Anda tidak bisa membebani ban secara berlebihan. Jendela kerja ban ini sempit, tetapi ketika sudah pas, performanya luar biasa!”
“Jika Anda bisa mengeluarkan potensi penuhnya, itu membuat perbedaan besar.”
Langkah strategis Yamaha dengan beralih ke konfigurasi mesin V4 menunjukkan komitmen kuat mereka untuk kembali bersaing di papan atas MotoGP. Dengan dukungan dari pembalap berpengalaman seperti Jack Miller dan investasi besar dalam riset dan pengembangan, pabrikan garpu tala berharap dapat mengatasi tantangan dan kembali meraih kejayaan di lintasan.
(SA/GN)
sumber : www.motorsportweek.com
Leave a comment