Fabio Quartararo Bimbang: Akankah Rindukan Mesin Inline Yamaha Setelah Beralih ke V4?
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mengakui ia tidak yakin apakah akan merindukan mesin Inline Yamaha di MotoGP setelah pabrikan berlogo garpu tala itu beralih ke konfigurasi V4 musim depan. Menurut pembalap asal Prancis itu, penilaian tersebut akan sepenuhnya bergantung pada performa motor baru.
Menatap Masa Depan dengan V4
Saat musim 2025 mendekati akhir, Quartararo mengungkapkan kebimbangannya mengenai perubahan signifikan ini.
“Mungkin saya akan merindukannya, mungkin juga tidak! Kita tidak tahu bagaimana motor tahun depan nanti,” ujar Quartararo.
“Tentu saja, akan bagus untuk beralih ke V4, tapi mungkin tahun depan, saya akan merindukan motor ini!”
“Ini juga akan menjadi langkah baru dalam karier saya, jadi mari kita lihat.”
Perjalanan Panjang dengan Inline M1
Sepanjang kariernya di MotoGP, Quartararo selalu membalap dengan motor Yamaha bermesin Inline. Dengan motor ini, ia berhasil meraih 11 kemenangan, 32 podium, dan gelar juara dunia pada tahun 2021.
Setelah hasil terbaik di posisi kelima pada tahun 2024, Quartararo kembali naik podium di Jerez musim ini. Ia juga sempat berada di jalur kemenangan di Silverstone, sebelum kegagalan perangkat ride-height menggagalkan kesempatannya.
Fokus Pengembangan ke Depan
Meskipun berhasil meraih dua podium di sesi Sprint, Quartararo menyadari bahwa fokus pengembangan Yamaha semakin bergeser dari M1 Inline yang akan segera pensiun.
“Saya pikir para teknisi lebih fokus pada motor 2026,” katanya.
“Jadi, sayangnya, peningkatan motor [selama musim 2025] cukup rendah.”
“Tapi saya harap itu untuk alasan yang baik, untuk memiliki motor yang benar-benar performatif untuk 2026.”
Peningkatan di Sektor Elektronik
Ketika ditanya tentang kemajuan paling signifikan selama kampanye terakhir mesin Inline, Quartararo menyoroti sektor elektronik.
“Sedikit demi sedikit, kami meningkatkan sedikit tenaga mesin. Sayangnya, belum cukup, tapi kami banyak bekerja, terutama pada elektronik, selama tahun ini.”
“Jadi, langkah terbesar yang kami lakukan adalah pada elektronik, untuk memahami bagaimana saya bisa beradaptasi lebih baik, menjadi lebih cepat dengan elektronik yang lebih sedikit. Jadi, ini, menurut saya, adalah langkah terbesar yang kami capai.”
Quartararo menyelesaikan musim di posisi kesembilan klasemen kejuaraan dunia, namun berhasil mengumpulkan poin hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2024. Pembalap Yamaha terbaik berikutnya adalah Jack Miller dari Pramac, yang menempati posisi ke-17. Perubahan mesin menjadi V4 diharapkan mampu membawa Yamaha kembali bersaing di papan atas dan mengembalikan dominasi yang sempat mereka raih.
(SA/GN)
sumber : www.crash.net
Leave a comment