Anthony Joshua: Dari Puncak Popularitas hingga Tragedi dan Segala yang Perlu Anda Ketahui
Nama Anthony Joshua ramai diperbincangkan dalam budaya populer kulit hitam. Setelah mengalahkan YouTuber yang beralih menjadi petinju, Jake Paul, dalam pertarungan terbaru di Miami, popularitas Joshua meningkat pesat. Sayangnya, namanya juga beredar minggu ini menyusul keterlibatannya dalam sebuah kecelakaan mobil mengerikan di jalan tol M1 Nigeria, di mana kendaraannya bertabrakan dengan mobil lain.
Joshua selamat dari kecelakaan dahsyat itu dengan luka ringan. Namun, Sina Ghami dan Kevin Latif Ayodele, yang merupakan teman sekaligus pelatih pribadinya dan juga penumpang dalam kendaraan tersebut, dilaporkan meninggal dunia.
Meskipun banyak penggemar berat dunia tinju yang sudah akrab dengan “AJ”, pengamat kasual mungkin belum mengetahui bahwa petinju bertubuh 198 cm dan berbobot 106 kg ini sangat berprestasi, baik di dalam maupun di luar ring. Untuk menambah informasi Anda, berikut adalah segala yang perlu Anda ketahui tentang Anthony Joshua.
Berdarah Nigeria
Lahir di Watford, Hertfordshire, Inggris, dari orang tua keturunan Nigeria, Joshua menghabiskan sebagian masa kecilnya di sekolah asrama di Nigeria sebelum kembali ke Inggris pada usia 12 tahun. Ia memiliki tato peta Afrika dengan Nigeria yang disorot di lengannya dan sering melakukan perjalanan kembali ke tanah kelahirannya.
Mantan Pekerja Bangunan
Sebelum dikenal sebagai petinju, Joshua bekerja sebagai tukang batu di berbagai lokasi konstruksi. Ia menyebut pekerjaannya sebagai tukang batu telah membentuk disiplin dan etos kerjanya.
Terlambat Memulai Karier Tinju
Tidak seperti kebanyakan juara yang memulai sejak muda, Joshua memulai karier tinjunya cukup terlambat. Ia baru mulai menekuni tinju pada usia 18 tahun. Sepupunya, Ben Ileyemi, memperkenalkannya pada olahraga ini di Finchley ABC pada tahun 2007.
Peraih Medali Emas Olimpiade
Joshua membawa pulang medali emas untuk Britania Raya di divisi kelas berat super pada Olimpiade London 2012. Ia mengalahkan Roberto Cammarelle dari Italia, menang melalui perhitungan poin setelah skor imbang. Di babak sebelumnya, ia mengalahkan Zhang Zhilei (Tiongkok) dan Ivan Dychko (Kazakhstan). Menariknya, ia adalah peraih medali terakhir untuk Tim GB pada Olimpiade tersebut.
Debut Profesional pada 2012
Menjadi petinju profesional pada tahun 2012, Joshua dengan cepat dikenal sebagai salah satu petarung paling menjanjikan di seluruh Britania Raya. Dalam pertarungan pertamanya pada 5 Oktober 2013, ia mengalahkan Emanuele Leo melalui technical knockout (TKO) di ronde pertama.
Meraih Gelar Juara Pertamanya pada 2016
Joshua memenangkan gelar juara dunia kelas berat pertamanya pada 9 April 2016. Ia mengalahkan Charles Martin di O2 Arena London untuk merebut gelar kelas berat IBF. Joshua menang dengan KO pada ronde kedua, menjadikannya juara dunia hanya dalam pertarungan profesional ke-16.
Juara Dunia Dua Kali
Sebagai salah satu petinju terkemuka di divisi kelas berat, Joshua adalah mantan juara dunia kelas berat terpadu dua kali. Ia menyatukan sabuk gelar dengan mengalahkan Wladimir Klitschko pada tahun 2016. Joshua kemudian memenangkan gelar WBA (Super), IBF, WBO, dan IBO setelah mengalahkan Andy Ruiz Jr. pada tahun 2019.
Pemain Catur yang Antusias
Ketika ia tidak menjatuhkan lawan di ring tinju, Joshua adalah seorang pemain catur yang antusias. Ia percaya bahwa bermain catur membantu pemikiran strategisnya dan memungkinkannya untuk disiplin di dalam ring saat melawan lawan-lawannya.
Menerima Penghargaan Kerajaan Inggris
Atas pengabdiannya pada tinju dan olahraga, ia diangkat sebagai Member of the Order of the British Empire (MBE) pada tahun 2013 dan kemudian Officer of the Order of the British Empire (OBE) pada tahun 2018.
Pertarungan Melawan Jake Paul Ditonton 33 Juta Penonton Global
Pertarungan Anthony Joshua melawan Jake Paul, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Desember 2025, menarik perhatian signifikan dengan dukungan Netflix. Menurut raksasa streaming tersebut, 33 juta penonton global menyaksikan pertarungan dari awal hingga akhir. Pertarungan tersebut masuk ke dalam Top 10 Netflix di 91 negara dan menduduki peringkat #1 di 45 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Australia, Meksiko, dan Argentina. Ini juga mengumpulkan 1,25 miliar tayangan di seluruh saluran media sosial global Netflix.
Anthony Joshua terus membuktikan dirinya sebagai ikon tinju global yang tidak hanya memiliki kekuatan fisik di atas ring, tetapi juga kedalaman karakter dan keberanian di luar ring. Perjalanannya dari seorang pekerja bangunan hingga menjadi juara dunia dan peraih penghargaan kerajaan menunjukkan dedikasi luar biasa yang menjadikannya salah satu sosok paling inspiratif di dunia olahraga.
(OL/GN)
sumber : www.theroot.com
Leave a comment