Tiga Sosok yang Pernah Mengalahkan Canelo Álvarez, Siapa yang Paling Unggul?
Dalam perjalanan karier gemilang Canelo Álvarez, ada tiga nama yang berhasil menumbangkan ikon tinju Meksiko ini. Namun, hanya dua di antaranya yang benar-benar bisa dibandingkan secara sepadan.
Kini berusia 35 tahun dengan rekor menakjubkan 68 pertarungan, Canelo telah melewati hampir semua skenario yang mungkin terjadi di atas ring tinju selama 20 tahun kariernya. Gelar juara dunia di divisi super-welterweight, middleweight, super-middleweight, dan light-heavyweight, ditambah mahkota tak terbantahkan, telah sejalan dengan jutaan dolar yang ia raih.
Dua Kekalahan yang Paling Menonjol
Pada tahun 2013, Canelo menghadapi ujian terberatnya saat bertemu petinju generasi terbaik, Floyd Mayweather, di Las Vegas. Kala itu, Canelo yang masih muda dan terus berkembang, mendapatkan pelajaran tinju dari Mayweather. Ia kalah melalui keputusan mayoritas, sebuah vonis yang seharusnya bisa menjadi keputusan mutlak andai tidak ada kartu penilaian kontroversial 114-114 dari Adelaide Byrd.
Dua belas tahun berselang, Canelo kembali berhadapan dengan teknisi elit Amerika yang licin: Terence Crawford. Pertarungan mempertahankan gelar tak terbantahkan super-middleweight Canelo berakhir dengan kekalahan telak. Crawford berhasil mengungguli dan mengalahkan Canelo, sosok yang banyak orang yakini akan terlalu besar untuknya.
Perbandingan Mayweather vs. Crawford Menurut Canelo
Upaya untuk secara definitif memisahkan siapa yang lebih baik antara Mayweather dan Crawford memang paling tepat diserahkan kepada mereka yang pernah menghadapi keduanya. Canelo sendiri memberikan pandangannya setelah kekalahan ketiga dalam kariernya pada bulan September lalu.
“Saya pikir Crawford jauh lebih baik daripada Floyd Mayweather.”
Secara kolektif, Mayweather dan Crawford memegang rekor gabungan yang luar biasa, yakni 92 kemenangan tanpa sekalipun kalah. Pada tahun 2026, kedua petinju ini berpotensi tampil dalam kalender tinju yang sama untuk pertama kalinya sejak tahun 2017. Saat itu, Mayweather mengalahkan Conor McGregor, sementara Crawford menundukkan Felix Diaz dan Julius Indongo, yang terakhir memberinya gelar juara tak terbantahkan super-lightweight.
Dampak dan Konteks
Kekalahan dari Crawford, yang datang setelah kekalahan dari Mayweather, menyoroti tantangan yang terus-menerus dihadapi Canelo ketika berhadapan dengan petinju-petinju dengan gaya bertarung yang mengandalkan kecepatan, teknik, dan kecerdasan ring. Pernyataan Canelo mengenai Crawford juga memicu perdebatan di kalangan penggemar tinju tentang siapa petinju pound-for-pound terbaik dari generasinya, serta bagaimana ia akan menyesuaikan diri dengan kekalahan ini di sisa kariernya.
(OL/GN)
sumber : boxingnewsonline.net
Leave a comment