Kontras Performa di Lapangan Golf: Charlie Woods Berjaya, Kai Trump Berjuang di Debut LPGA
Dua bintang muda golf, Charlie Woods dan Kai Trump, baru saja menjalani hari-hari yang sangat berbeda di lapangan hijau minggu lalu. Keduanya mencetak langkah penting dalam perjalanan karier golf mereka, namun dengan hasil yang kontras.
Dominasi Charlie Woods di Kejuaraan Negara Bagian Florida
Charlie Woods, putra dari legenda golf Tiger Woods, menunjukkan performa luar biasa dalam Kejuaraan Negara Bagian Florida Kelas 1A. Bertanding di lapangan El Campeon di Mission Resort + Club, Charlie membantu timnya, The Benjamin School, meraih kemenangan gemilang. Sang ayah, Tiger Woods, terlihat hadir di antara penonton untuk menyaksikan langsung aksi putranya.
Remaja junior dari Benjamin School itu tampil memukau sepanjang turnamen dua hari tersebut. Ia mencetak skor 4-under-par 68 pada hari Sabtu, yang merupakan skor individu terendah hari itu. Kontribusi Charlie ini sukses mengantarkan The Benjamin School memenangkan gelar juara negara bagian kedua mereka dalam tiga tahun terakhir, dengan keunggulan lima pukulan.
Seperti sang ayah, Charlie Woods menunjukkan ketenangan dan ketegaran luar biasa di bawah tekanan besar. “Charlie mendekatiku di hole ke-14 hari ini dan bertanya, ‘Coach, bagaimana ketegangan Anda bertahan?’ Saya bisa melihat dia sangat fokus,” ujar pelatih kepala Benjamin, Toby Harbeck. “Dia terkunci. Saya pikir dia terkunci sejak awal hari ini, dan dia memiliki begitu banyak bakat. Ayahnya ada di sini. Beberapa perguruan tinggi juga datang untuk menyaksikannya. Ini luar biasa.” Secara individu, Charlie Woods finis di posisi keempat dengan total 2-under.
Debut LPGA yang Menantang bagi Kai Trump
Sementara itu, Kai Trump, cucu dari mantan Presiden Donald Trump, memiliki pengalaman yang jauh berbeda. Ia membuat debutnya di LPGA Tour pada ajang Annika Driven by Gainbridge setelah menerima salah satu dari tiga undangan sponsor untuk event tersebut. Sayangnya, penampilan perdananya di level profesional tidak sesuai harapan.
Pemain yang telah berkomitmen untuk University of Miami ini harus puas menempati posisi terakhir dalam turnamen LPGA pertamanya, finis dengan total 18-over dan gagal lolos cut di Pelican Golf Club. Trump mencetak skor 83 pada hari Kamis dan 75 pada hari Jumat.
Meskipun hasilnya belum memuaskan, gadis berusia 18 tahun itu tetap menghargai kesempatan berharga untuk berkompetisi di level profesional. Melalui unggahan panjang di Instagram, Trump mengungkapkan rasa syukurnya.
“Sungguh kehormatan dan kesempatan luar biasa untuk berkompetisi di Event LPGA Tour pertama saya di @theannikalpga,” tulis Trump. “Minggu ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Ada begitu banyak orang luar biasa yang ingin saya ucapkan terima kasih karena telah mewujudkannya dan karena telah begitu mendukung.”
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Keluarga Doyle, @annikas59, seluruh staf di Pelican Golf Club, Dan Towriss dan timnya di @gainbridgelife, serta Tim Erensen dan timnya di @teamoutlyr,” lanjutnya. “Kalian semua membuat minggu ini begitu istimewa bagiku.”
“Bermain di event LPGA adalah impian seumur hidup, dan ini hanyalah permulaan. Saya belajar banyak tentang permainan saya dan diri saya sendiri di sana. Saya sangat terkesan dengan semua pemain LPGA yang saya temui dan saksikan juga. Saya akan menggunakan pengalaman ini untuk terus berkembang sebagai pribadi dan sebagai pegolf. Terima kasih atas semua dukungannya!”
Kedua pegolf muda ini, dengan latar belakang keluarga yang terkenal, tengah menapaki jalan mereka sendiri di dunia golf. Charlie Woods menunjukkan potensi besar yang mengingatkan pada ayahnya, sementara Kai Trump mendapatkan pelajaran berharga dari debutnya di panggung terbesar golf wanita, yang akan menjadi bekal penting untuk masa depannya.
(OL/GN)
sumber : www.themirror.com
Leave a comment