Rivalitas Abadi: Bagaimana Conor McGregor vs. Nate Diaz Mengukir Sejarah UFC
Andai saja Conor McGregor berjalan keluar ke Octagon di MGM Grand Garden Arena dan menyingkirkan Nate Diaz seperti kebanyakan lawan-lawan sebelumnya, rivalitas ini mungkin sudah berakhir di sana. Tentu saja akan menjadi pertarungan besar, tetapi tidak akan mencapai level legendaris seperti sekarang berkat hasil mengejutkan dari duel tersebut.
Konteks Pertarungan Pertama
Setelah lima menit pembuka yang impresif dari sang juara featherweight, terlihat jelas McGregor mulai melambat di ronde kedua. Diaz pun mulai meningkatkan tekanan, mendaratkan kombinasi pukulan 1-2 yang pada akhirnya menggoyahkan superstar Irlandia itu. Mundur, McGregor mencoba melakukan takedown, yang justru menjadi awal kehancurannya.
Diaz mendapatkan kendali, mengambil posisi punggung, dan mengunci dengan rear-naked choke. McGregor terpaksa menyerah, menjadikan Diaz sebagai petarung pertama yang mengalahkannya di UFC. Momen ini secara instan melambungkan Diaz menuju status superstar.
Jalan Menuju Rematch
Lalu, apa yang terjadi selanjutnya? Apakah McGregor kembali ke divisi 145 pound, atau menunggu Rafael dos Anjos pulih? Tidak keduanya. Sebaliknya, McGregor meminta rematch segera, yang akhirnya dijadwalkan hanya lima bulan kemudian di UFC 202.
Panasnya Atmosfer Jelang UFC 202
Setelah mengalami kemunduran besar dan laju cepatnya terhenti di tangan sesama jagoan trash talker seperti Diaz, McGregor sangat berambisi untuk membalas kekalahan itu. Dengan Diaz yang kini penuh kepercayaan diri dan McGregor yang membara untuk meraih kemenangan, setiap perseteruan di antara keduanya membawa intensitas yang semakin memuncak.
Semua itu mencapai puncaknya pada konferensi pers UFC 202, di mana tim McGregor dan Diaz saling melempar botol air. Meskipun bukan pemandangan terbaik bagi kedua petarung, insiden tersebut secara gamblang menunjukkan sifat alami dari permusuhan mereka, dan bahwa tak ada yang akan mundur dari satu sama lain, baik di dalam maupun di luar Octagon.
Rivalitas antara Conor McGregor dan Nate Diaz tidak hanya menghasilkan dua pertarungan yang mendebarkan, tetapi juga membentuk narasi penting dalam sejarah UFC, menunjukkan bagaimana satu kekalahan bisa melahirkan sebuah kisah persaingan yang tak terlupakan.
(OL/GN)
sumber : www.ufc.com
Leave a comment