Dua Dunia dalam Genggaman: Kisah Petinju Singapura dengan Profesi Unik
Sekilas, tidak ada yang istimewa dari tangan perempuan atlet ini. Kapalan di telapak tangan, buku-buku jari yang mulus tanpa memar, kulitnya pun bersih tanpa cela. Namun, jika diperhatikan lebih seksama, tangannya terlihat lebih besar dari ukuran normal. Ia bahkan sering bercanda bahwa tangannya sebesar itu sampai teman-temannya kerap membandingkan ukuran. Jari-jarinya panjang, seolah milik seorang seniman, namun bukan seniman seperti yang kita bayangkan. Jari-jari itu tidak melukis atau mematung. Justru, jari-jari tersebut melakukan hal-hal yang sangat paradoks.
Sisi Kontras di Luar dan Dalam Ring
Saat ditekuk, diremas, dan dikepalkan, jari-jari itu — yang terbungkus dalam sarung tinju seberat 10 ons (sekitar 284 gram) — menjelma menjadi kepalan yang menghantam tubuh lawan di atas ring. Namun, ketika jari-jarinya terbuka, tangan ramping itu beralih fungsi. Kini bersarung tangan hitam lembut, tangan itu digunakan untuk membersihkan, mengawetkan, dan memulihkan jenazah dengan penuh kehati-hatian.
Kisah kontras ini memberikan perspektif menarik tentang kehidupan seorang atlet, khususnya petinju asal Singapura ini. Di balik kegarangan dan kekuatan yang dibutuhkan di atas ring, tersimpan sisi lain yang menuntut ketelitian, empati, dan ketenangan. Sebuah kombinasi langka yang menunjukkan kedalaman karakter seorang atlet yang mungkin juga berjuang mengharumkan nama bangsanya di ajang olahraga prestisius seperti Sea Games.
(OL/GN)
sumber : www.straitstimes.com
Leave a comment