Novak Djokovic Raih Gelar Ke-101 di Athens Open, Lewati Rekor Federer di Lapangan Keras
Novak Djokovic kembali membuktikan keabadiannya di dunia tenis dengan meraih gelar ke-101 sepanjang karier profesionalnya di Athens Open. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofinya, tetapi juga menegaskan kembali statusnya sebagai salah satu atlet paling tangguh yang terus mendefinisikan ulang makna usia dalam olahraga.
Petenis Serbia berusia 38 tahun ini harus berjuang keras setelah sempat tertinggal satu set sebelum akhirnya menumbangkan Lorenzo Musetti dengan skor 4-6, 6-3, 7-5. Pencapaian ini menempatkan Djokovic sebagai petenis ketiga dalam sejarah yang berhasil menembus ambang 100 gelar, bergabung dengan legenda Roger Federer dan Jimmy Connors.
Deretan Rekor yang Berhasil Dipecahkan
Kemenangan di Athena ini membawa serta beberapa rekor signifikan:
- Ini adalah gelar ke-72 Djokovic di lapangan keras (hard court), sebuah pencapaian yang melampaui rekor Roger Federer yang sebelumnya bertahan lama dengan 71 gelar. Dengan demikian, Djokovic kini resmi menjadi petenis paling sukses di lapangan keras sepanjang Era Terbuka.
- Ia juga tercatat sebagai juara ATP tertua dalam hampir lima dekade terakhir, sebuah rekor yang terakhir dipegang oleh Ken Rosewall saat menjuarai turnamen di Hong Kong pada tahun 1977.
Jalannya Pertandingan: Pengalaman Kalahkan Semangat Muda
Djokovic, yang dikenal luas karena kemampuannya melakukan comeback, kembali menunjukkan kelasnya. Setelah kehilangan set pembuka dari Musetti, ia dengan tenang mengandalkan pengalaman dan kesabarannya untuk mengatasi petenis Italia berusia 23 tahun tersebut.
Secara bertahap, Djokovic mulai memperketat panjang pukulannya dari garis belakang, mendikte permainan dengan forehand cross-court andalannya, dan perlahan-lahan menguras energi Musetti. Dua set terakhir menyajikan permainan tenis yang sangat terkontrol darinya musim ini, yang berpuncak pada break krusial pada kedudukan 5-5 di set ketiga, memastikan kemenangan di laga final.
Bagi Musetti, final ini tentu menjadi pelajaran berharga dalam menghadapi salah satu manajer pertandingan terbaik dalam sejarah olahraga. Agresi awal Musetti memang sempat menyulitkan Djokovic, namun begitu petenis Serbia itu menemukan ritme permainannya, pengalaman terbukti menjadi faktor penentu.
Sang Maestro yang Abadi
Gelar ke-101 ini semakin memperkaya daftar panjang pencapaian Djokovic yang sudah diakui sebagai salah satu yang paling lengkap dalam sejarah tenis. Ia telah mengoleksi 24 gelar Grand Slam, 38 gelar Masters 1000, dan menghabiskan lebih banyak pekan di peringkat No. 1 dunia dibandingkan petenis manapun sebelumnya.
Kemampuannya untuk mempertahankan puncak performa fisik dan kompetitif di usia akhir tiga puluhan menjadi salah satu ciri khasnya yang paling menonjol, bahkan di tengah era di mana olahraga tenis semakin didominasi oleh pemain-pemain muda yang lebih cepat dan bertenaga.
Dengan 101 gelar, Djokovic kini hanya terpaut dua gelar dari Roger Federer (103) dan delapan gelar dari rekor sepanjang masa milik Jimmy Connors (109). Mengingat performanya saat ini, kedua target tersebut tampak sangat realistis untuk dikejar. Kemenangan di Athena adalah gelar tingkat tur ketiga Djokovic musim ini, yang datang setelah serangkaian penampilan konsisten dengan capaian tinggi di turnamen Grand Slam dan Masters.
Rahasia Ketahanan Fisik yang Menakjubkan
Kemenangan ini juga mengukuhkan status Djokovic sebagai salah satu atlet paling bugar di era modern. Metode latihan yang ketat, fokus pada pemulihan, dan penjadwalan yang disiplin telah menjadi inti dari dominasinya yang berkelanjutan.
“Ketahanan, kondisi fisik, dan ketangguhan mentalnya terus menantang usia dan ekspektasi,” kata ATP, mencerminkan sentimen luas di seluruh dunia tenis.
Novak Djokovic terus menulis ulang buku rekor, membuktikan bahwa usia hanyalah angka bagi seorang atlet dengan dedikasi dan mental juara yang luar biasa. Kemenangan di Athens Open ini hanyalah babak baru dalam kisah perjalanan karier yang luar biasa.
(OL/GN)
sumber : newsarenaindia.com
Leave a comment