Juara UFC Merab Dvalishvili Dukung Aiemann Zahabi Jadi Penantang Berikutnya
Setelah menumbangkan sebagian besar penantang teratas di divisi bantamweight UFC, sang juara Merab Dvalishvili kini mengutarakan dukungannya agar petarung Kanada, Aiemann Zahabi, menjadi penantangnya berikutnya.
Saat berbicara dengan Aaron Bronsteter dari Sportsnet pada hari Selasa, juara asal Georgia itu langsung menyebut nama Aiemann Zahabi dari Montreal ketika ditanya tentang potensi pertarungan di masa depan untuk gelar kelas 135 pound.
“Saya rasa tantangan saya berikutnya bisa jadi Zahabi, dia sedang dalam rentetan kemenangan panjang… itu akan menjadi pertarungan yang bagus,” kata Dvalishvili. “Dia seorang pejuang, saya pikir dia punya banyak pengalaman. Dia bertarung sampai akhir. Dia adalah gaya baru, lawan baru, dan tantangan baru. Itu sebabnya saya tertarik.”
Perjalanan Impresif Aiemann Zahabi
Zahabi mencatat tujuh kemenangan beruntun, dimulai dengan kemenangan KO di ronde pertama atas Drako Rodriquez pada tahun 2021.
Petarung berusia 38 tahun itu melanjutkan performa impresifnya dengan dua kemenangan luar biasa pada tahun 2025, keduanya melawan ikon Brasil. Pertama, Zahabi memaksa anggota Hall of Famer Jose Aldo kembali pensiun dengan kemenangan unanimous decision di UFC 315 di Montreal. Setelah itu, petarung Kanada ini mengalahkan Marlon Vera—mantan penantang gelar yang saat ini menempati peringkat kedelapan di divisi tersebut—melalui split decision pada bulan Oktober.
Zahabi memiliki rekor 14-2-0 (8-2-0 di UFC) dan belum pernah kalah di dalam octagon sejak 2019. Ia kini menempati peringkat ketujuh di kelas bantamweight dan merupakan petarung pria Kanada dengan peringkat tertinggi di daftar roster UFC. UFC sendiri belum menjadwalkan pertarungan Zahabi berikutnya.
Konteks Pertarungan Merab dan Harapan Zahabi
Untuk Dvalishvili, ia akan disibukkan dengan pertahanan gelarnya melawan mantan juara kelas 135 pound, Petr Yan, dalam acara utama UFC 323 yang dijadwalkan berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada hari Sabtu. Ini akan menjadi pertemuan kedua antara keduanya, di mana Dvalishvili memenangkan pertemuan pertama melalui unanimous decision dua tahun lalu.
Jika Dvalishvili berhasil keluar sebagai pemenang—menandai pertahanan gelar ketiganya secara berturut-turut—waktu tampaknya akan sangat menguntungkan peluang Zahabi untuk menghadapi sang juara berikutnya, dan petarung Kanada itu menyadarinya.
Zahabi menyatakan dalam penampilannya di podcast The Bohnfire pada hari Selasa:
“Saya merasa ini menguntungkan saya. Yang saya butuhkan hanyalah Merab menang pada hari Sabtu. Saya tidak pernah benar-benar mendukung petarung bantamweight lain selain yang ada di tim saya untuk menang, tetapi saya merasa jika dia menang, mungkin saya akan menjadi yang berikutnya.”
“Karena semua orang lain bertarung di bulan Januari, Merab ingin bertarung setiap tiga, empat bulan. Siapa lagi yang akan siap untuknya di bulan Maret? Saya merasa ini membuka peluang lebar, karena semua orang lain yang pernah dia kalahkan kecuali (Deiveson) Figueiredo, saya kira. Dan Song (Yadong). Hanya saya, Figueiredo, dan Song yang belum pernah bertarung (melawan Merab). Ditambah lagi, rentetan tujuh kemenangan saya? Ada nilai di sana.”
(OL/GN)
sumber : www.sportsnet.ca
Leave a comment