Falcons Hadapi Colts: Mengulas Dominasi Historis dan Pertarungan Sengit
Atlanta Falcons akan kembali berhadapan dengan Indianapolis Colts, sebuah tim yang secara historis menjadi lawan yang sangat sulit ditaklukkan bagi mereka di liga. Pertemuan ini selalu menjadi tantangan tersendiri, mengingat catatan sejarah yang ada.
Konteks Sejarah
Sejarah pertemuan kedua tim menunjukkan dominasi kuat dari Indianapolis Colts. Sejak era mereka di Baltimore, Colts memenangkan 10 pertemuan pertama melawan Falcons, menjadikan tim asal wilayah selatan itu seperti ‘kantong tinju’ pribadi mereka. Falcons hanya berhasil meraih satu kemenangan, yaitu pada musim 1998 yang gemilang dengan 14 kemenangan, sebelum akhirnya mencatatkan kemenangan lagi pada 2011.
Setelah kekalahan di 1998, Colts menambah tiga kemenangan lagi di era Peyton Manning, semuanya berakhir dengan skor telak. Secara keseluruhan, rekor 15-3 yang dipegang Colts atas Falcons merupakan tingkat keberhasilan tertinggi yang dicapai tim mana pun terhadap Falcons dari segi persentase kemenangan, selain Pittsburgh Steelers.
Namun, dalam empat pertemuan terakhir, ‘perebutan’ poin terbagi rata. Falcons berhasil menang pada 2011 dan 2023. Ini adalah pencapaian signifikan bagi Falcons, mengingat konteks sejarah pertandingan ini. Pada laga 2011, rookie Julio Jones menunjukkan performa impresif dengan dua touchdown spektakuler yang menjadi ‘pesta perkenalan’ dirinya di liga.
Pertemuan Terakhir
Falcons dan Colts terakhir kali bertemu pada malam Natal 2023. Saat itu, Atlanta masih memiliki harapan tipis untuk melaju ke playoff, sementara Indy sedang dalam momentum bagus dengan tiga kemenangan dari empat pertandingan setelah bye mereka.
Colts, yang dipimpin oleh Gardner Minshew, langsung tancap gas pada drive pertama dan berhasil mencetak touchdown singkat melalui Jonathan Taylor. Namun, drive pertama Atlanta yang awalnya lambat, berubah menjadi tiga play eksplosif berturut-turut yang berpuncak pada umpan touchdown Taylor Heinicke kepada Kyle Pitts.
Itulah satu-satunya touchdown di babak pertama, namun Atlanta berhasil menambah dua field goal. Memasuki kuarter ketiga, Falcons membuka skor dengan lari touchdown Tyler Allgeier sejauh 31 yard, membawa mereka unggul dua digit.
Koo menambahkan tiga field goal lagi di sisa pertandingan, sementara pertahanan Atlanta berhasil memaksa dua turnover on downs dan mengamankan sebuah interception dari Jessie Bates, membungkam Colts dan hanya membiarkan mereka mencetak tiga poin di babak kedua. Falcons berhasil menghancurkan Indy dengan skor telak 29-10. Kemenangan itu pada akhirnya menjadi kemenangan terakhir Arthur Smith sebagai head coach.
Kemenangan di pertemuan terakhir menunjukkan bahwa Falcons mulai menemukan cara untuk mengatasi ‘kutukan’ historis melawan Colts. Pertemuan mereka selalu menjanjikan laga yang penuh intrik, di mana setiap tim akan berusaha membuktikan dominasinya di lapangan.
(OL/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment