Home Olahraga Lainnya Gu Ailing: Bukan Cuma Nekat, Kini Otaknya Juara!
Olahraga Lainnya

Gu Ailing: Bukan Cuma Nekat, Kini Otaknya Juara!

Share
Gu Ailing: Bukan Cuma Nekat, Kini Otaknya Juara!
Share

Gu Ailing Raih Emas Freeski World Cup di Chongli, Kuatkan Mental Jelang Olimpiade 2026

Gu Ailing, juara Olimpiade dan salah satu atlet freeski paling bersinar, berhasil meraih medali emas di disiplin halfpipe putri pada FIS Freeski World Cup yang diselenggarakan di Zhangjiakou, Provinsi Hebei, Tiongkok, Sabtu (13/12/2025). Kemenangan memukau ini diraih lewat penampilan apik di run terakhirnya, sekaligus menjadi langkah penting dan penuh keyakinan menuju Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026.

Dominasi di Chongli dan Siklus Olimpiade Kedua

Kemenangan ini merupakan yang ketiga secara beruntun bagi Gu di ajang World Cup yang digelar di Chongli. Momen ini menandai musim yang penuh dengan evolusi pribadi bagi Gu Ailing. Atlet berusia 22 tahun ini, yang dikenal dengan bakatnya yang tanpa rasa takut di Beijing 2022, kini menapaki siklus Olimpiade keduanya dengan kebijaksanaan yang lebih matang.

“Saya berharap Gu Ailing yang sekarang lebih cerdas dan lebih rasional dari sebelumnya,” ungkap Gu kepada Xinhua sebelum kompetisi, sebuah pola pikir yang sangat relevan dalam perjalanan kariernya saat ini.

Belajar dari Cedera: Evolusi Mentalitas

Gu Ailing juga mengungkapkan perasaannya setelah pulih dari kecelakaan saat latihan di Selandia Baru pada Agustus lalu. Insiden tersebut dijelaskannya sebagai “kecelakaan yang disebabkan manusia” dan berada di luar kendalinya, berbeda dengan kegagalan teknis.

“Saya merasa saya tidak pernah sebaik ini dalam hidup saya,” kata Gu. “Itu sebenarnya tidak terlalu memengaruhi kepercayaan diri saya. Karena kadang-kadang jika saya melakukan trik dan jatuh, maka saya mungkin memiliki bayangan di hati saya saat melakukan trik itu lagi nanti.”

Beberapa tahun terakhir memaksa sang atlet muda ini untuk menghadapi serangkaian cedera, yang membuatnya absen dari beberapa ajang besar seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Winter Games. Kini, ia mengkritik pola pikirnya yang dulu dengan kejernihan yang didapat dari pengalaman pahit.

Baca juga:  Coveney Kenang Momen Haru bareng Pacquiao: 'Itu Keluarga!'

“Yang sulit adalah saya sering berkompetisi dalam keadaan cedera, dan saya selalu menang,” aku Gu. “Ini membuat saya semakin sering cedera karena setiap kali saya terluka, saya pikir tidak apa-apa. Saya berkompetisi dalam keadaan cedera terakhir kali dan menang, jadi saya akan berkompetisi lagi kali ini.”

“Jadi saya pikir cara berpikir ini sendiri salah. Sebenarnya, memenangkan satu kompetisi saja sudah sangat sulit,” tambah Gu.

Musim ini, menurut Gu, membawa kematangan yang mendalam. Ia tiba di Chongli setelah finis di posisi ke-29 pada kualifikasi slopestyle di Stubai, Austria, sebuah hasil yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk. “Saya mungkin, terutama tahun ini, telah jauh lebih dewasa. Saya melihat cedera sebagai tantangan nyata sekarang. Sebelumnya, saya hanya tidak memikirkannya dan selesai,” jelasnya.

Misi dan Tanggung Jawab Sosial

Menjalani siklus Olimpiade keduanya, Gu bersikeras memperlakukan setiap pengalaman sebagai hal baru. “Saya merasa setiap kompetisi yang saya jalani seperti yang pertama bagi saya. Ini adalah pertama kalinya saya memiliki siklus Olimpiade kedua,” ujarnya. “Saya berkompetisi seperti saya tidak pernah kalah, saya berlatih seperti saya tidak pernah menang.”

Di luar kompetisi, misi utamanya tetap menjadi pendorong yang kuat. Ia merasa bahagia melihat lereng yang ramai dan antrean panjang lift di Chongli, salah satu lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

“Bagi saya, ini mungkin momen di mana sebuah tujuan tercapai,” katanya. Tujuan seumur hidupnya adalah menginspirasi partisipasi, terutama di kalangan gadis muda. “Jika bahkan satu gadis muda mulai bermain ski karena saya, maka saya merasa tujuan saya tercapai. Kebanggaan ini bertahan seumur hidup.”

“Sejak usia delapan tahun, saya memiliki tujuan ini. Jika Anda memiliki platform, saya pikir Anda sebenarnya memiliki tanggung jawab kepada masyarakat,” tambahnya.

Baca juga:  Fix! Jadwal Final Tim Bulutangkis Indonesia SEA Games 2025.

Kemenangan di Freeski World Cup ini tidak hanya menambah koleksi medali Gu Ailing, tetapi juga menegaskan kembali statusnya sebagai atlet papan atas. Lebih dari itu, ia menunjukkan kematangan mental yang terus berkembang, tidak hanya sebagai pesaing tangguh tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk merangkul olahraga dan meraih mimpi mereka.

(OL/GN)
sumber : www.china.org.cn

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Masvidal Bakal Gebrak UFC, Siap Tantang McGregor?

Masvidal siap gebrakan UFC! Rumor kencang menyebut ia incar tantangan McGregor. Akankah...

Mendadak! Kuzmin Tantang Battbootti di ONE Fight Night 39!

Mendadak! Kuzmin secara mengejutkan menantang Battbootti. Duel seru siap ramaikan ONE Fight...

Resmi! Chiesa vs. Harris di UFC Fight Night 271.

Resmi! Chiesa vs. Harris siap beradu di UFC Fight Night 271. Jangan...

Kayla Harrison Mundur dari UFC 324, Pasca Operasi Leher Penuh Haru.

Kayla Harrison mundur dari UFC 324 pasca operasi leher. Keputusan penuh haru...