Home Olahraga Lainnya Indeks Ali: Ukur Peduli, Ajak Beraksi!
Olahraga Lainnya

Indeks Ali: Ukur Peduli, Ajak Beraksi!

Share
Indeks Ali: Ukur Peduli, Ajak Beraksi!
Share

Warisan Abadi Muhammad Ali: Indeks Kompasi Ukur Empati, Dorong Aksi Nyata

Muhammad Ali dikenal luas sebagai petinju terhebat sepanjang masa, namun warisannya jauh melampaui ring tinju. Lonnie Ali, istri mendiang legenda tersebut, baru-baru ini menjelaskan kepada audiens di Harvard T.H. Chan School of Public Health bahwa suaminya sangat menghargai pelayanan kepada sesama dan memperlakukan setiap orang dari berbagai latar belakang dengan penuh kasih sayang. Untuk melanjutkan warisan tersebut, Muhammad Ali Center, yang didirikan pasangan ini pada tahun 2005, meluncurkan sebuah inisiatif untuk melacak tingkat kompasi di Amerika dan mendorong perubahan positif.

Lonnie Ali membahas pekerjaan penting ini bersama Sue Goldie, Roger Irving Lee Professor of Public Health, dalam sebuah acara yang disponsori oleh Black Student Health Organization dari Harvard Chan School. Diskusi mendalam tersebut digelar pada 13 November lalu di Kresge 502.

Mengenal Indeks Muhammad Ali

Indeks Muhammad Ali perdana, yang dirilis pada Januari lalu, melakukan survei di 12 kota di Amerika selama periode enam bulan. Kota-kota yang menjadi fokus antara lain Atlanta, Chicago, Dallas/Fort Worth, Denver, Jacksonville, Las Vegas, Los Angeles, Louisville, New York, Phoenix, San Antonio, dan Seattle. Muhammad Ali Center bekerja sama dengan sebuah grup riset untuk mensurvei ribuan penduduk mengenai lima lapisan kompasi: diri sendiri, individu, kelompok, lokal, dan nasional. Selain itu, grup tersebut menggunakan alat AI eksklusif untuk menganalisis data perilaku dan tren budaya di media sosial serta platform lainnya.

“Kami ingin melihat bagaimana kompasi dimanfaatkan dan dijalin dalam komunitas,” kata Lonnie Ali.

Temuan Kunci dari Penilaian Kompasi

Beberapa temuan mengejutkan muncul dari survei ini. Sebanyak 61% responden di kota-kota percontohan melaporkan bahwa kompasi telah menurun dalam empat tahun terakhir. Sementara itu, hanya 43% yang optimis tentang masa depan kompasi di Amerika. Indeks juga menunjukkan bahwa lebih banyak orang merasa memiliki kompasi terhadap keluarga dan teman (74% dan 68%) dibandingkan terhadap diri mereka sendiri (67%).

Baca juga:  Bellingham: 50 Laga UCL, Rekor Casillas Lewat!

Peserta dari kota-kota yang mencetak skor lebih tinggi dalam tingkat kompasi lokal—termasuk Louisville dan Seattle—menyoroti ketersediaan layanan kesehatan mental, perumahan terjangkau, penitipan anak, dan program untuk populasi tunawisma sebagai faktor penting.

Mendorong Aksi dan Masa Depan Kompasi

Lonnie Ali juga menyebutkan bahwa kota-kota dengan ruang hijau cenderung memiliki skor lebih tinggi dalam tingkat kompasi lokal. “Ruang hijau memungkinkan orang untuk berkumpul, berinteraksi secara tatap muka,” jelasnya. Ia berharap Indeks ini akan digunakan oleh para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan pemimpin komunitas untuk membantu membangun komunitas yang lebih terhubung dan sehat. Situs web Indeks tersebut juga menyediakan formulir bagi individu untuk menandatangani janji berkomitmen terhadap praktik-praktik kompasi.

Sue Goldie, dalam diskusi tersebut, menjelaskan bahwa empati adalah pintu gerbang menuju kompasi. Meskipun keduanya melibatkan pemahaman terhadap orang lain, kompasi mengambil langkah berikutnya yaitu tindakan nyata. Goldie mendorong para mahasiswa untuk membangun kapasitas empati dan kompasi mereka dengan mencari tahu lebih banyak tentang orang-orang yang mungkin tidak mereka kenali atau bahkan tidak setuju dengan mereka.

Ia juga memberikan semangat kepada para mahasiswa untuk tidak gentar dalam melakukan studi mengenai hal-hal seperti kompasi. “Jangan menghindar dari hal-hal yang sulit diukur,” tegasnya.

Indeks Muhammad Ali menjadi pengingat kuat bahwa warisan “The Greatest” tidak hanya tentang kehebatan fisik di atas ring, tetapi juga tentang kekuatan kasih sayang dan empati dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

(OL/GN)
sumber : hsph.harvard.edu

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jung Da-woon: Petarung Korea ke-17 yang debut di UFC 2019!

Jung Da-woon Sambut Debut Lee Isaac, Harap Muncul “Anthony Hernandez” Korea dari...

ONE SAMURAI 1 Makin Panas! Wada vs Ito, Nagai vs Kambe Duel Jepang!

ONE SAMURAI 1 makin panas! Ajang duel Jepang seru: Wada vs Ito,...

Intip Kabar BWF: Update dari Federasi Bulutangkis Dunia!

Intip kabar terbaru dari BWF! Dapatkan update penting seputar bulutangkis dunia langsung...

Shaq Jajal Pusat Latihan UFC Rp370 Miliar, Impian Anak Muda!

Shaq menjajal pusat latihan UFC senilai Rp370 Miliar, sebuah fasilitas megah yang...