Home Olahraga Lainnya Kayla Harrison: Ronda Rousey Comeback? Cuma Duit Kaget!
Olahraga Lainnya

Kayla Harrison: Ronda Rousey Comeback? Cuma Duit Kaget!

Share
Kayla Harrison: Ronda Rousey Comeback? Cuma Duit Kaget!
Share

Kayla Harrison Ungkap Sejarah Penuh Lika-liku dengan Ronda Rousey, Siap Hadapi Tantangan

Kayla Harrison saat ini membawa obor tradisi judoka dominan yang merajai divisi bantamweight wanita UFC. Perjalanan ini mengingatkan banyak pihak pada kehadiran pertama Ronda Rousey di octagon pada tahun 2013, di mana Rousey, peraih medali perunggu Olimpiade sekaligus mantan juara Strikeforce, mendominasi divisi tersebut.

Kembalinya Sorotan untuk Ronda Rousey

Meskipun telah pensiun dari dunia MMA sejak awal 2017, Ronda Rousey baru-baru ini menunjukkan gelagat akan kembali setelah membagikan beberapa rekaman latihannya di media sosial. Sebuah laporan yang belum dikonfirmasi dari BoxingScene pada Senin mengaitkan Rousey dengan potensi pertarungan tinju melawan petinju legendaris Katie Taylor. Sementara itu, beberapa spekulasi lain dalam beberapa bulan terakhir juga menyebut kemungkinan pertarungan blockbuster Rousey di MMA melawan sesama pionir, Gina Carano.

Kayla Harrison, peraih dua medali emas Olimpiade, kini menjadi figur dominan di divisi yang pernah dikuasai Rousey. Saat mendengar kabar mengenai rumor kembalinya Rousey dalam “The Ariel Helwani Show” pada Senin, Harrison sempat merenungkan kemungkinan pertarungan antara keduanya.

“Itu akan jadi uang gratis,” kata Harrison, sambil menambahkan bahwa ia dan Rousey bukanlah teman dekat. “Siapa yang akan dia lawan? Dia tidak akan melawan Katie Taylor dalam tinju. Jika Anda bicara MMA, saya akan bilang OK.”

Tanggapan Kayla Harrison dan Sejarah Panjang di Judo

Sejarah antara Harrison dan Rousey memiliki akar yang dalam, jauh sebelum mereka berdua masuk ke dunia MMA, yakni sejak masa-masa mereka di judo. Keduanya pernah berlatih di Jimmy Pedro’s Judo Center di Massachusetts saat awal karier mereka dalam olahraga tersebut. Bahkan, duo yang kelak menjadi juara UFC ini sempat tinggal bersama selama beberapa waktu sebelum Olimpiade 2008.

Baca juga:  Performa SEA Games: Taruhan Dana Olahraga Nasional!

Bagi Harrison, kepindahannya dari tempat latihan asalnya di Ohio terjadi di masa krusial dalam hidupnya. Ia pernah menjadi korban kekerasan seksual oleh mantan pelatihnya, Daniel Doyle, antara usia 13 hingga 16 tahun. Doyle akhirnya divonis bersalah dan dihukum 10 tahun penjara pada tahun 2011 setelah mengaku melakukan pelecehan seksual terhadap mantan muridnya dari tahun 2003 hingga 2007.

Meski Harrison belum masuk tim Olimpiade 2008 (saat itu Rousey meraih medali perunggu), ia kemudian menyabet medali emas di dua Olimpiade berikutnya, pada tahun 2012 dan 2016.

Menurut Harrison, ia dan Rousey pernah dua kali bertanding resmi di turnamen judo dalam perjalanan mereka menuju Olimpiade. Sang juara UFC itu mengingat bagaimana ia kalah di kedua pertandingan tersebut dan terus merenungkan makna pertarungan MMA di antara mereka setelah sekian tahun berlalu.

“Terkadang saya bahkan tidak bisa menuliskannya. Ini terlalu puitis,” kata Harrison. “Ketika orang-orang membicarakan kami bertarung, semua pendukung Ronda berkata, ‘Dia sudah mengalahkannya dua kali di judo,’ dan saya seperti, ‘Ya, saat itu saya berusia 13 tahun dan dilecehkan.’ Dia [Rousey] berusia 18 atau 19 tahun. Itu adil. Kami berada di kelas berat yang sama. Dia mengalahkan saya. Saya cukup dewasa untuk mengakui kekalahan. Dia mengalahkan saya.”

Langkah Awal di UFC: Bukan Kontra Nunes

Meskipun sebuah pertarungan antara Harrison dan Rousey secara realistis masih jauh dari kenyataan, Harrison memiliki ambisi besar untuk segera melakukan apa yang gagal dilakukan Rousey dalam pertarungan terakhir mantan juara itu: mengalahkan Amanda Nunes.

Pada UFC 207 bulan Desember 2017, Nunes berhasil melakukan knock out atas Rousey hanya dalam 48 detik, yang secara efektif mengakhiri karier MMA Rousey. Kemenangan tersebut menandai dimulainya era kejuaraan bersejarah Nunes, yang berhasil memenangkan sembilan dari sepuluh pertarungan gelarnya sebelum pensiun pada Juni 2023.

Baca juga:  Beckham Sebut Saya Rooney Skotlandia, Kok Sekarang di League Two?

Meskipun artikel ini awalnya melaporkan potensi pertarungan antara Harrison dan Amanda Nunes sebagai ujian besar, skenario tersebut tidak terjadi sesuai dugaan. Kayla Harrison justru membuat debut yang sangat dinanti di octagon UFC pada UFC 300, 13 April 2024. Bertarung di T-Mobile Arena, Las Vegas, Harrison menunjukkan performa dominan dan berhasil mengalahkan Holly Holm melalui submission (rear-naked choke) di ronde kedua. Pertandingan ini disiarkan secara langsung di Mola TV dan SPOTV mulai Minggu, 14 April 2024 pukul 09.00 WIB, menjadi momen penting bagi Harrison mengukir sejarah di divisi bantamweight UFC. Saat ini, Harrison belum memegang gelar UFC, dan Amanda Nunes masih dalam masa pensiunnya, menjadikan pertarungan perebutan gelar yang disebutkan sebelumnya sebagai spekulasi yang belum terwujud.

Dengan kemenangan impresif di debutnya, Kayla Harrison telah menancapkan namanya sebagai kekuatan baru di divisi bantamweight UFC. Potensi duel epik melawan nama-nama besar seperti Ronda Rousey atau bahkan suatu hari nanti Amanda Nunes, tetap menjadi pembicaraan menarik yang dinanti para penggemar MMA di seluruh dunia.

(OL/GN)
sumber : sports.yahoo.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Carlos Ulberg KO Prochazka, Rebut Gelar Juara UFC!

Carlos Ulberg KO Jiri Prochazka! Ia tampil sensasional, merebut gelar juara UFC...

Spanyol Putri Bangkit: Lupakan Patah Hati, Bidik Mahkota Juara Dunia!

Generasi Muda Spanyol Bersinar Terang: Talenta Baru Mendominasi La Roja Dalam beberapa...

Wow! Ultah ke-80 Trump: Gedung Putih Disulap Jadi Ring UFC.

Wow! Ultah ke-80 Trump diprediksi heboh. Gedung Putih kabarnya disulap jadi arena...

Upgrade browser kamu biar bisa lanjut!

Browser Anda usang. Untuk melanjutkan dan mengakses semua fitur, mohon upgrade browser...