Floyd Mayweather Disorot Publik Atas Dukungannya Terhadap Israel di Tengah Konflik Gaza
Legenda tinju Floyd Mayweather mendapat sorotan tajam di media sosial menyusul komentarnya baru-baru ini mengenai Israel. Pernyataan mantan petinju itu muncul di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza.
Konteks Konflik di Gaza
Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyandera 250 lainnya. Sejak itu, Israel melancarkan perang selama dua tahun di Gaza, yang mengakibatkan kematian lebih dari 68.800 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut.
Selama perang, Israel menghadapi kecaman luas. Desakan agar FIFA melarang Israel dari sepak bola internasional semakin menguat menyusul putusan Komisi Penyelidik PBB yang menyatakan negara itu telah melakukan genosida terhadap warga Palestina. Israel sendiri membantah tuduhan tersebut.
Pernyataan Kontroversial Mayweather
Mayweather telah dua kali berkunjung ke Israel setelah serangan teroris pada 7 Oktober 2023. Legenda tinju ini kembali menegaskan dukungannya terhadap Israel dalam konferensi Republican Jewish Coalition di Las Vegas baru-baru ini.
Ia menyatakan:
“Saya bukan bersama kalian 10 persen, 50 persen. Saya akan selalu menjadi suara bagi orang-orang di Israel. Saya akan selalu berdiri di belakang negara Israel.
Satu-satunya Floyd ‘Money’ Mayweather, dan Israel, saya akan selalu ada untuk kalian saat kalian tidak memiliki suara.”
Reaksi Publik
Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam di dunia maya. Sebagian memuji Mayweather, seperti yang diungkapkan oleh seorang yang mengidentifikasi diri sebagai Zionis: “Terima kasih, @FloydMayweather karena tidak pernah mundur dan selalu mendukung Israel serta orang-orang Yahudi!”
Namun, tidak sedikit yang merasa kecewa dengan dukungan petinju berusia 48 tahun itu, bahkan menyebut pidatonya “memalukan”. Pengguna lain berkomentar: “Floyd Mayweather menegaskan bahwa ia selalu mendukung Israel, sementara laporan PBB yang dirilis September 2025 menyatakan Israel melakukan genosida di Gaza.”
Situasi Terkini dan Dampak
Meskipun Amerika Serikat membantu memediasi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang berlaku sejak 10 Oktober, situasi di lapangan tetap tegang. Sebagai bagian dari perjanjian, Hamas diperintahkan untuk mengembalikan 20 sandera yang masih hidup dan 28 lainnya. Semua sandera yang hidup dibebaskan pada 13 Oktober sebagai pertukaran dengan 250 tahanan Palestina dan 1.718 orang yang ditahan.
Namun, kedua belah pihak saling menuduh melanggar perjanjian. Pekan lalu, Israel melancarkan serangan baru ke Gaza yang menyebabkan kematian sedikitnya 104 warga Palestina, setelah mereka mengklaim Hamas telah membunuh seorang tentara Israel. Hamas sendiri menyatakan “tidak ada kaitan” dengan serangan tersebut, menegaskan bahwa ketegangan di wilayah tersebut masih jauh dari kata usai.
(OL/GN)
sumber : www.givemesport.com
- allen-iverson
- Andre Agassi
- Andrea Pirlo
- Ayrton Senna
- Casey Stoner
- Dani Pedrosa
- David Beckham
- Didier Drogba
- Floyd Mayweather
- Iker Casillas
- Jenson Button
- Kaká
- Karch Kiraly
- Kerri Walsh Jennings
- Kobe Bryant
- Larry Bird
- Legenda Amerika
- Legenda Atletik
- Legenda Basket
- Legenda Formula 1
- Legenda MotoGP
- Legenda Olahraga Dunia
- Legenda Sepak Bola
- Legenda Tenis
- Legenda Tinju
- Magic Johnson
- Manny Pacquiao
- Maria Sharapova
- michael jordan
- Michael Phelps
- Michael Schumacher
- Mike Tyson
- Misty May-Treanor
- Muhammad Ali
- Nico Rosberg
- Pete Sampras
- Peyton Manning
- Roger Federer
- Ronaldinho
- Ronaldo Nazário
- Serena Williams
- Shaquille O'Neal
- Thierry Henry
- Tiger Woods
- Tim Duncan
- Tom Brady
- Usain Bolt
- Valentino Rossi
- Wayne Rooney
- Zinedine Zidane
Leave a comment