Rennae Stubbs Soroti Peningkatan Level Tenis, Angkat Topi untuk Dominasi Jannik Sinner
Legenda tenis Australia, Rennae Stubbs, baru-baru ini berbagi pandangannya mengenai standar tenis yang semakin tinggi. Ia secara khusus menyoroti performa gemilang bintang Italia, Jannik Sinner, serta penampilan cemerlangnya yang berujung pada gelar juara Nitto ATP Finals 2025 atas Carlos Alcaraz. Mantan ratu ganda putri ini juga memuji rentetan kemenangan Sinner di lapangan indoor, yang telah menempatkan sang pemain di jajaran elite olahraga ini.
Karier Gemilang Rennae Stubbs
Mantan legenda Australia, Rennae Stubbs, memiliki karier yang penuh prestasi di dunia tenis. Ia sukses meraih dua gelar tunggal ITF dan 60 gelar ganda WTA, termasuk empat gelar utama ganda putri. Selain itu, Stubbs juga memenangkan WTA Finals, 10 gelar ITF di nomor ganda, serta dua Grand Slam di nomor ganda campuran.
Duel Sinner vs Alcaraz dan Kenaikan Level Tenis
Dalam episode terbaru podcastnya, ‘The Rennae Stubbs Tennis Podcast’, Stubbs—yang kini berprofesi sebagai pelatih dan komentator televisi—mengungkapkan pemikirannya tentang final Nitto ATP Finals yang sangat dinantikan antara Sinner dan Alcaraz, dua pemain teratas dunia. Ia menyoroti bagaimana level tenis saat ini meningkat pesat berkat talenta-talenta luar biasa seperti mereka.
“Itu adalah pertandingan yang luar biasa selama sekitar satu set dan cukup bagus untuk dua set. Namun, standar tenis yang dimainkan oleh para pemain ini sekarang benar-benar berada di level yang berbeda,” kata Stubbs.
Co-host podcast tersebut, Caitlin Thompson, salah satu pendiri Racquet Magazine, turut membandingkan peningkatan level olahraga ini. Ia mengambil contoh final Australian Open 2017 antara dua pemain hebat saat itu, Roger Federer dan Rafael Nadal.
“Seseorang memposting cuplikan highlights dari final Australian Open 2017, di mana, secara terkenal, Roger Federer bangkit dan mengalahkan Rafa (Rafael Nadal). Saya ingat saat itu berpikir, ‘Wow tenis tidak bisa lebih baik dari itu,’ dan kemudian sekarang terlihat seperti mereka bermain dalam gerakan lambat,” ujar Thompson.
Thompson melanjutkan dengan menekankan betapa singkatnya waktu yang dibutuhkan tenis untuk menyempurnakan berbagai aspek. “Ini secara harfiah kurang dari 10 tahun yang lalu, jadi sungguh gila betapa jauh lebih teroptimasi permainan ini. Dan ini bukan untuk meremehkan siapa pun yang bermain di era yang berbeda.”
Dominasi Jannik Sinner di Lapangan Indoor
Anggota terlama tim Piala Federasi Australia (kini dikenal sebagai Billie Jean King Cup) tersebut juga terus menyoroti rentetan kemenangan Jannik Sinner di lapangan keras indoor.
“Dia sedang dalam rentetan kemenangan luar biasa di lapangan indoor; sungguh luar biasa, dan permainannya sangat cocok untuk lapangan indoor, dia bisa memukul bola dengan sangat kuat,” jelas Stubbs.
Sinner di Antara Para Legenda
Para legenda tenis dengan rentetan kemenangan terpanjang di lapangan keras indoor antara lain John McEnroe, Novak Djokovic, dan Roger Federer, dengan Ivan Lendl juga memiliki rekor yang patut diperhitungkan. Bintang Italia, Jannik Sinner, kini melanjutkan rentetan ini dengan meraih 31 kemenangan berturut-turut di pertandingan lapangan keras indoor.
Performa Sinner yang konsisten, terutama di permukaan indoor, menunjukkan bahwa ia bukan hanya talenta sesaat melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan di masa depan tenis. Keberhasilannya di ATP Finals 2025 melawan rival berat seperti Alcaraz semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain paling menonjol di era modern.
(OL/GN)
sumber : www.profootballnetwork.com
Leave a comment