Logan Paul Buka Suara: Strategi Jake Paul Melawan Anthony Joshua Bukan Sekadar ‘Lari’, Tapi Tinju Sejati
Logan Paul menegaskan bahwa banyak pihak salah paham mengenai strategi adiknya, Jake Paul, saat menghadapi Anthony Joshua di ring tinju. Menurut Logan, apa yang terlihat sebagai upaya menghindari pertarungan sebenarnya adalah taktik cerdas untuk menghemat energi dan bertahan.
Duel antara Jake Paul dan Anthony Joshua pada Jumat lalu menjadi langkah besar bagi Jake. Ia tidak hanya kalah dalam pengalaman, tetapi juga dalam ukuran tubuh, yang akhirnya berujung pada kekalahan KO brutal di ronde keenam. Penampilan Jake sempat menuai kritik, di mana "The Problem Child" dianggap terlalu banyak menghindari pukulan Joshua, berkeliling ring, dan sesekali terlihat mengubah clinch menjadi upaya takedown. Namun, Logan memiliki pandangan berbeda.
Pembelaan Logan Paul atas Strategi Jake
Dalam saluran YouTube-nya, IMPAULSIVE, Logan Paul memberikan pembelaan komprehensif atas pendekatan adiknya.
“Saya merasa jika *cardio* Jake lebih baik, ia setidaknya punya peluang nyata untuk membawa pertarungan hingga keputusan juri,” ujar Logan. “Dan semua orang bertanya-tanya tentang strategi Jake… Bergerak di sisi luar ring, semua orang bilang, ‘Oh, dia lari sepanjang waktu!’ Tidak, itu tinju. Itu adalah gaya yang membuat Floyd Mayweather membangun kariernya.”
Logan melanjutkan penjelasannya tentang mengapa gerakan menghindar itu penting, terutama saat menghadapi lawan yang lebih besar.
“Terutama ketika Anda menghadapi lawan yang lebih besar yang menguasai bagian tengah ring, satu-satunya cara untuk menang dengan benar adalah tetap menjaga jarak, berputar, berganti arah, membuatnya meleset. Itulah intinya. Itu adalah kelincahan. Itu adalah penghindaran. Itu bagus.”
Taktik “Menghemat Energi” yang Disalahpahami
Salah satu momen yang paling banyak disorot adalah ketika Jake Paul kerap berlutut saat Anthony Joshua menyandarkan berat badannya padanya. Banyak yang menafsirkannya sebagai upaya takedown dari Jake, yang notabene memiliki latar belakang gulat. Namun, Logan menjelaskan konteks sebenarnya di balik tindakan tersebut.
“Satu hal yang saya lihat Jake lakukan saat *sparring*, yang semua orang lihat tadi malam, adalah ketika Anthony Joshua menyandarkan berat badannya pada Jake, ia akan berlutut,” kata Logan. “Kebanyakan orang berpikir, ‘Oh, Jake mencoba menjatuhkannya.’ Dia tidak mencoba menjatuhkan Anthony Joshua. Saya melihat ini saat *sparring*, dan saya bertanya kepadanya, ‘Mengapa kamu terus berlutut ketika pria besar itu di atasmu dan bersandar padamu?’ Dia menjawab, ‘Mereka sangat berat, saya mencoba menahan mereka menghabiskan banyak energi. Jika saya di bawah mereka dan mereka mulai bersandar pada saya, saya hanya akan berlutut, karena mengapa saya membuang energi untuk menahan mereka? Untuk tujuan apa selain agar kelelahan?’ Ini adalah strategi yang secara visual terlihat sangat buruk, tetapi ini adalah upaya menghemat energi.”
Perbandingan dengan Floyd Mayweather
Logan lantas membandingkan strategi Jake dengan strategi yang ia terapkan saat pertarungan ekshibisi tinju melawan Floyd Mayweather Jr. pada tahun 2021, namun dalam cara yang terbalik.
“Ngomong-ngomong, ketika saya melawan Floyd, bagian dari strategi saya adalah, ‘Ketika bajingan kecil ini di bawah saya, saya akan menumpahkan semua berat badan saya padanya’,” kenang Logan. “Dan pada akhir pertarungan, saya mendengar Floyd Mayweather, yang tidak pernah lelah, terengah-engah. Dia bernapas dengan berat, karena sulit mengangkat seseorang yang 40, 50 pon lebih berat darimu. Jadi Jake tidak repot-repot dan hanya berlutut.”
Logan juga menambahkan bahwa satu momen strategi Jake sempat menjadi bumerang, ketika Joshua mendarat di atasnya dan lutut Joshua mengenai perut Jake.
Dampak Pertarungan dan Kebanggaan Logan
Terlepas dari strategi tersebut, Jake akhirnya kalah KO secara brutal, dan rahangnya retak di dua tempat. Namun, Jake mengaku puas dengan penampilannya, dan Logan secara khusus sangat bangga dengan adiknya.
“Saya rasa satu hal yang tidak bisa disangkal adalah dagumu (*chin*),” kata Logan. “Maksud saya, siapa pun yang mempertanyakan apakah kamu punya dagu yang kuat, saya rasa jawaban atas pertanyaan itu terbukti tadi malam. Bro, kamu bisa menerima pukulan. Anthony Joshua memukulmu dengan mungkin pukulan terkerasnya, yang kita lihat menjatuhkan setiap petarung lain yang pernah ia lawan, dan dia memukul wajahmu, dan kamu tidak hanya tidak KO, kamu terjatuh dan berkata, ‘Wow’.”
Kekalahan ini mungkin pahit, namun bagi Jake dan Logan, pertarungan melawan Anthony Joshua adalah bukti ketahanan dan pembelajaran, sekaligus mengukuhkan posisi Jake sebagai petarung yang tidak mudah menyerah di dunia tinju.
(OL/GN)
sumber : www.mmafighting.com
Leave a comment