Dunia Curling Berduka: Legenda Colleen Jones Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun
Para atlet yang berlaga di Canadian Olympic Curling Trials 2025 di Halifax baru-baru ini menyempatkan diri untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Colleen Jones, mengenang warisan dan kontribusinya yang tak terhingga. Juara dunia curling sekaligus jurnalis berprestasi asal Halifax tersebut meninggal dunia di usia 65 tahun pada Selasa lalu, setelah berjuang melawan kanker. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas curling global.
Penghormatan dari Para Bintang Curling
Kabar duka ini dengan cepat menyebar dan menyentuh hati banyak atlet top, termasuk peraih medali emas Olimpiade 2006, Brad Gushue. “Saya ingat saat masih menjadi curler muda, saya selalu melihat dan mengagumi beliau. Dia selalu sangat membantu saya,” tutur Gushue kepada para reporter.
Gushue, yang berasal dari St. John’s, mengatakan bahwa ia mendengar berita duka tersebut setelah pertandingan pada hari Selasa. Ia menyebut Jones sebagai seorang teman dan inspirasi besar. “Ia adalah inspirasi. Selama saya tumbuh dewasa, dia adalah curler terbesar di Atlantic Canada, bahkan di dunia,” ujarnya. “Ia memenangkan enam kejuaraan Kanada dan mendominasi curling putri untuk waktu yang sangat lama. Memiliki sosoknya yang begitu dekat dengan rumah saya adalah sebuah inspirasi.”
Gushue menambahkan bahwa Jones sangat mencintai curling dan memiliki semangat yang membara untuk olahraga tersebut. “Ketika Anda melihatnya di atas es, energi dan antusiasmenya sungguh luar biasa—itu sangat menyenangkan,” kenangnya.
Kevin Koe, juara Kanada empat kali dan juara dunia dua kali dari Calgary, mengenang Jones sebagai wanita dan atlet yang “luar biasa.” Koe sempat diwawancarai oleh Jones di Olimpiade Pyeongchang 2018. “Saya pikir semua orang sangat bangga padanya, tidak hanya di Maritimes, tetapi semua warga Kanada. Dia mewakili kami dengan sangat baik… ini adalah hari yang menyedihkan, tetapi saya tahu semua orang bangga padanya,” kata Koe.
Peraih medali emas Olimpiade 2014, Brad Jacobs, juga menggambarkan Jones sebagai ikon curling sejati. “Saya beruntung bisa menghabiskan satu acara terakhir bersamanya di Nashville pada akhir musim curling sebelumnya,” kenang Jacobs, mengingat gaya bermainnya yang khas. “Sangat intens, selalu mengunyah permen karet. Anda tahu, dia bermain untuk menang. Dia adalah juara hebat,” tambahnya.
Mengenang Sosok Colleen Jones
Kim Kelly, rekan satu tim Jones di tim juara dunia, menyampaikan bahwa Jones ingin dikenang sebagai pribadi yang otentik dan peduli. “Saya pikir dia ingin orang-orang mengingatnya sebagai manusia yang hangat, penuh kasih, dan peduli. Dan saya pikir yang paling akan saya rindukan adalah semua tentang dirinya,” kata Kelly, menahan air mata.
Kelly mengungkapkan bahwa Jones mengajarkan kepadanya bagaimana caranya meraih kemenangan dan menjalani hidup dengan semangat. “Terkadang saat seseorang masih hidup, Anda menyimpan hal-hal itu untuk diri sendiri karena Anda pikir masih punya waktu untuk mengatakannya. Namun, dari reaksi hari ini, Anda hanya perlu mendengarkan apa yang dikatakan semua orang di luar sana. Dia adalah legenda, ikon, seorang teman,” pungkas Kelly.
Kepergian Colleen Jones merupakan kehilangan besar bagi dunia olahraga curling, namun warisan dan semangatnya akan terus menginspirasi generasi atlet di masa mendatang.
(OL/GN)
sumber : www.cbc.ca
Leave a comment