Manajer Magomed Ankalaev Incar Jiri Prochazka Sebagai Batu Loncatan ke Perebutan Gelar UFC
Rizvan Magomedov, manajer dari petarung divisi light heavyweight UFC, Magomed Ankalaev, telah mengungkapkan pandangannya tentang jalur terbaik bagi kliennya untuk kembali bersaing di perebutan gelar juara. Menurut Magomedov, sebuah pertarungan melawan Jiri Prochazka akan menjadi langkah krusial bagi Ankalaev.
Kans Merebut Kembali Gelar
Magomed Ankalaev (21-2-1 MMA, 12-2-1 UFC) baru saja kehilangan sabuk juara light heavyweight miliknya setelah kalah dari Alex Pereira di UFC 320 pada bulan Oktober lalu. Kekalahan tersebut cukup mengejutkan mengingat Ankalaev berhasil memenangkan pertarungan pertama mereka di UFC 313 melalui keputusan angka yang dominan. Namun, dalam duel ulangan, Ankalaev harus mengakui keunggulan Pereira yang berhasil menumbangkannya dengan knockout.
Alex Pereira (13-3 MMA, 10-2 UFC) sendiri tampaknya lebih tertarik untuk menghadapi Jon Jones daripada trilogi melawan Ankalaev. Situasi ini membuka peluang bagi Ankalaev untuk membuktikan diri kembali, dan Magomedov memiliki kandidat lawan yang ideal.
Duel Potensial Melawan Prochazka
Magomedov menyatakan bahwa duel ketiga antara Ankalaev dan Pereira memang masih menjadi target utama, tetapi kliennya mungkin perlu satu pertarungan pemanasan terlebih dahulu.
“Sekarang skornya 1-1 antara dia dan Pereira. Seperti yang kita lihat, Alex tampaknya tidak terlalu bersemangat untuk bertarung dengan Magomed untuk ketiga kalinya, tetapi kami akan terus mendorongnya,” kata Magomedov. “Magomed perlu memiliki satu pertarungan di antaranya, misalnya, melawan Jiri Prochazka. Itu akan menjadi batu loncatan yang bagus menuju perebutan gelar berikutnya.”
Jiri Prochazka (32-5-1 MMA, 6-2 UFC) sendiri bukanlah lawan sembarangan. Petarung asal Republik Ceko ini sedang dalam performa puncaknya, meraih dua kemenangan knockout beruntun atas Jamahal Hill dan Khalil Rountree, menjadikannya lawan yang sangat menarik dan kredibel.
Kondisi Ankalaev dan Kebijakan UFC
Menjelang pertandingan ulang melawan Pereira, Ankalaev diketahui sempat mengalami cedera tulang rusuk. Namun, Magomedov menegaskan bahwa UFC tidak pernah menekan petarungnya untuk bertarung jika mereka belum siap secara fisik.
“Tidak, UFC tidak pernah bertindak seperti tiran,” Magomedov menjelaskan. “Tentu saja, mesin harus terus berjalan, dan pertarungan harus terjadi, tetapi saya tidak ingat UFC pernah memaksa siapa pun untuk bertarung jika atlet tersebut belum siap karena masalah kesehatan.”
Jalan Menuju Perebutan Sabuk
Dengan Alex Pereira yang memiliki target lain, Magomed Ankalaev kini harus mencari cara untuk kembali ke posisi penantang gelar. Sebuah kemenangan atas Jiri Prochazka, yang saat ini juga merupakan salah satu penantang teratas, tidak hanya akan mengembalikan momentum Ankalaev tetapi juga secara signifikan memperkuat klaimnya untuk mendapatkan kesempatan kedua merebut sabuk light heavyweight UFC. Pertarungan semacam ini akan menjadi ujian sejati bagi Ankalaev dan bisa menjadi salah satu duel paling dinanti di divisi light heavyweight.
(OL/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment