Cris Cyborg Harapkan Comeback Ronda Rousey, Sentil Pesan Buruk sang Bintang UFC
Legenda MMA, Cris Cyborg, berharap Ronda Rousey kembali ke ring pada tahun 2026. Bintang berusia 38 tahun itu dikabarkan akan menghadapi petinju hebat Katie Taylor.
Ronda Rousey belum bertarung di ajang tinju atau MMA sejak kekalahan telak dari Holly Holm dan Amanda Nunes di UFC pada tahun 2015 dan 2016. Setelah itu, ia beralih ke WWE dan cukup sukses, bahkan menjadi bagian dari event utama wanita pertama dalam sejarah WrestleMania.
Ronda Rousey dan Potensi Kembali ke Ring
Meski hanya di ring tinju, potensi kembalinya Rousey telah memicu antusiasme, termasuk dari Cris Cyborg. Petarung Brasil berusia 40 tahun ini percaya bahwa Rousey telah memberikan pesan yang kurang baik kepada para penggemarnya dengan mundur dari olahraga saat menghadapi kesulitan.
“Kenyataannya, saya tidak begitu percaya pertarungan ini (dengan Taylor) akan terwujud setelah bagaimana ia mengakhiri kariernya di MMA,” kata Cyborg kepada Wide World of Sports.
“Saya rasa dia tidak akan kembali ke MMA. Tinju menurut saya masuk akal karena bagian terkuat dari kariernya adalah judo.”
“Jika dia kembali, itu akan luar biasa karena Anda harus menunjukkan kepada penggemar Anda bahwa Anda bisa mengatasi beberapa kekalahan terakhir dalam kariernya. Anda tidak bisa menunjukkan kepada gadis-gadis muda bahwa ketika Anda menghadapi masa sulit dan ketika Anda kalah, Anda menyerah.”
“Saya berharap dia kembali dan mengirimkan pesan yang berbeda.”
Rousey sendiri dalam bukunya pernah menyatakan bahwa salah satu alasannya meninggalkan UFC adalah karena menderita beberapa kali gegar otak.
Laga Mendatang Cris Cyborg: PFL Eropa 5
Cyborg, yang memegang rekor MMA 28-2, akan menghadapi petarung Australia tak terkalahkan, Sara Collins (6-0), dalam kartu pertandingan PFL Europe 5. Laga ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Desember 2024, di Adidas Arena, Paris, Prancis.
Pertarungan Cris Cyborg vs. Sara Collins diperkirakan akan menjadi bagian dari main card yang dimulai pada Minggu, 15 Desember 2024, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Anda dapat menyaksikan seluruh aksi dari PFL Europe 5 secara langsung dan sesuai permintaan melalui Mola TV atau SPOTV di Indonesia.
Cyborg sangat menghormati Collins karena menerima pertarungan ini. Ia menyebut bahwa sebagian besar spesialis judo, termasuk Rousey, tidak tertarik untuk masuk ke dalam octagon bersamanya.
Ketika ditanya apakah ia akan menghadapi Rousey dalam pertarungan tinju, petarung Brasil itu mengatakan ia siap untuk apa pun.
“Apa pun (tinju atau MMA), tapi dia (Rousey) selalu menghindar, jadi saya rasa dia tidak menginginkannya,” kata Cyborg sambil tertawa.
“Sebenarnya semua gadis judo menghindar dari saya. Sara Collins, terima kasih sudah menerima pertarungan ini, ini bagus.”
“Saya menghormati semua lawan saya. Tidak mudah untuk melangkah ke dalam octagon. Saya sangat menghormati Sara.”
Kembalinya “The Lioness” Amanda Nunes
Karier pertama Cyborg di MMA adalah kekalahan dari Erica Paes pada tahun 2005. Sejak saat itu, ia berhasil memenangkan 19 pertarungan beruntun, menjadi main event di beberapa kartu UFC sepanjang 2017 dan 2018. Kekalahan keduanya kemudian terjadi pada akhir 2018 melawan Amanda Nunes yang sedang naik daun.
Nunes mengalahkan semua lawan mulai dari Ronda Rousey, Holly Holm, hingga Miesha Tate dan dengan cepat memantapkan dirinya sebagai petarung dominan di tahun 2010-an, sebelum akhirnya mundur pada tahun 2023. Namun, Nunes siap kembali ke octagon UFC pada Januari mendatang, menghadapi petarung Amerika berusia 35 tahun, Kayla Harrison.
Cyborg mengatakan ia sangat menghormati Nunes dan senang melihat petarung berusia 37 tahun itu bertarung sekali lagi.
“Saya sudah berpikir bahwa (Nunes) pensiun terlalu muda,” katanya. “Saya sudah berpikir dia akan kembali. Itu tidak mengejutkan saya.”
“Dan itu bagus. Ini akan menjadi pertarungan besar melawan Kayla. Saya bersemangat untuk menyaksikan pertarungan itu.”
Masa Depan “Cyborg” di Dunia Tarung
Cyborg telah mengonfirmasi bahwa 2026 akan menjadi tahun terakhirnya sebagai petarung. Setelah menghadapi Collins di Prancis, ia masih terikat kontrak untuk satu pertarungan lagi dengan PFL.
Namun, ia masih menyimpan rapat-rapat potensi kembali ke octagon UFC sebelum kariernya berakhir.
“Saya di sini untuk PFL dan melawan Sara Collins di Paris, itu saja untuk saat ini,” ujarnya.
Pertarungan UFC terakhir Cyborg adalah kemenangan keputusan mutlak atas Felicia Spencer pada tahun 2019. Sejak itu, ia lebih banyak bertarung untuk Bellator di ajang MMA, sebelum beralih ke PFL Super Fights pada 2024, di mana ia mengalahkan Larissa Pacheco dan kini dijadwalkan menghadapi Sara Collins.
(OL/GN)
sumber : www.nine.com.au
Leave a comment