PBSI Kembali Romak Ganda Putri, Apriyani/Lanny dan Fadia/Amalia Resmi Berduet
Asosiasi Bulutangkis Indonesia (PBSI) membuat gebrakan baru dengan kembali merombak komposisi di sektor ganda putri. Keputusan ini diambil demi melahirkan pasangan-pasangan baru yang diharapkan mampu bersaing di kancah internasional.
Pengumuman formasi terbaru ini disampaikan PBSI melalui unggahan di akun resmi Instagram mereka pada Jumat, 12 Desember 2025. Perubahan ini menjadi sorotan mengingat sektor ganda putri adalah salah satu andalan Indonesia.
Formasi Baru Ganda Putri Indonesia
Rotasi terbaru ini menempatkan Apriyani Rahayu, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari. Sementara itu, Siti Fadia Silva Ramadhanti akan berduet dengan Amalia Cahaya Pratiwi.
“Siti Fadia Silva Ramadhanti akan berpasangan dengan Amalia Cahaya Pratiwi, sedangkan Apriyani Rahayu bermain dengan Lanny Tria Mayasari,” demikian kutipan dari unggahan resmi PBSI.
Debut di Indonesia Masters 2026
Kedua pasangan ganda putri anyar ini dijadwalkan akan melakoni debut mereka di turnamen BWF Super 500, Indonesia Masters 2026. Ajang bergengsi ini akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 20-25 Januari 2026.
Meskipun jadwal siaran spesifik untuk Indonesia Masters 2026 belum dirilis, turnamen bulutangkis BWF Super 500 biasanya dapat disaksikan melalui siaran langsung di stasiun televisi nasional seperti iNews TV, serta platform streaming Vision+, dan SPOTV. Waktu pertandingan akan disesuaikan dengan Waktu Indonesia Barat (WIB).
Latar Belakang Perubahan dan Rotasi Berulang
Sebelum rotasi ini, Fadia sempat kembali berpasangan dengan Apriyani setelah sebelumnya sempat dipisah. Fadia juga pernah dipasangkan dengan Lanny. Sementara itu, Amalia sebelumnya berpasangan dengan Febriana Dwi Puji Kusuma, yang kini berduet dengan Meilysa Trias Puspitasari. Pasangan Febriana/Meilysa sendiri saat ini tergabung dalam skuad SEA Games 2025.
Dalam kalender tahun ini, PBSI memang berulang kali melakukan rotasi di sektor ganda. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencari komposisi terbaik demi memburu tiket Olimpiade Los Angeles 2028 di Amerika Serikat.
Tidak hanya di sektor putri, PBSI juga pernah membuat perubahan signifikan di sektor ganda putra. Fajar Alfian, yang sebelumnya berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto, kini diduetkan dengan Muhammad Shohibul Fikri.
Dampak Perubahan di Sektor Ganda Putra
Pasangan Fajar/Fikri kini menjadi salah satu andalan Indonesia di sektor ganda putra. Performa mereka terbilang impresif, bahkan berhasil lolos ke BWF World Tour Finals 2025 hanya dengan mengikuti delapan turnamen.
Sementara itu, perubahan ini membuat Rian berpasangan dengan Rahmat Hidayat. Namun, pasangan Rian/Rahmat sejauh ini belum menunjukkan performa terbaik mereka jika dibandingkan dengan Fajar/Fikri.
Keputusan PBSI untuk merombak ganda putri kembali menunjukkan keseriusan dalam mencari formula terbaik. Harapannya, dengan adanya Apriyani/Lanny dan Fadia/Amalia, Indonesia bisa memiliki kekuatan baru yang solid dan konsisten dalam persaingan menuju Olimpiade 2028.
(OL/GN)
sumber : voi.id
Leave a comment