Kisah Sean Augustin dan Duo Atlet Angkat Berat Pembawa Rekor Negara Bagian
Sean Augustin tak bisa menyembunyikan kebanggaan dalam suaranya ketika berbicara tentang Persephone White dan Landon Smith. Ia telah melatih kedua atlet ini sejak debut mereka dalam kompetisi Special Olympics. Bersama mereka, Augustin menyaksikan perjuangan awal, dan kini, kedua lifter angkat berat asal St. Charles Parish itu masing-masing memegang rekor negara bagian di kelas mereka.
"Mereka telah menempuh perjalanan yang panjang," ujar Augustin.
Kisah Inspiratif Landon Smith: Dari Keraguan Menuju Juara
Landon Smith baru-baru ini melakukan debutnya, ia baru sekali tampil di kompetisi. Namun, di sana ia langsung menjadi Juara USPA Power Royale 2025 di kelas 308 pon untuk disiplin bench press. Pada kesempatan yang sama, ia juga memecahkan rekor negara bagian USPA Louisiana untuk kelas usia 18-19 tahun, 308 pon, dengan bench press seberat 99 pon.
"Jujur saja, beberapa bulan awal melatihnya, saya sempat ragu apakah ia akan mampu melakukannya," kata Augustin. "Namun kami terus mencoba dan akhirnya berhasil menembus batas, sukses melakukan bench press 100 pon dalam kompetisi."
Augustin menambahkan, melihat Smith berkompetisi, dan terutama melihat ibunya bisa menyaksikannya di arena, adalah kebahagiaan tersendiri.
"Hal terbaik adalah melihat ibunya menerima ‘hadiah’ ini, menyaksikan putranya berkompetisi di lingkungan yang normal bersama orang lain dan tidak dihakimi secara berbeda. Ia dinilai dengan aturan paling ketat dan ia berhasil," tutur Augustin. "Itu, bagi saya, adalah kemenangan yang lebih besar daripada medali itu sendiri — fakta bahwa ia mampu melakukannya."
Perjalanan Luar Biasa Persephone White: Memecahkan Rekor dengan Semangat Tak Kenal Menyerah
Sementara kisah kompetitif Smith baru dimulai, White telah menjalani karier yang lebih panjang dan mengumpulkan banyak prestasi. White telah memecahkan beberapa rekor negara bagian, termasuk rekor squat dan deadlift untuk kelas usia 18-19 tahun, 114 pon (148 pon squat, 203 pon deadlift, total 418 pon); rekor deadlift usia 18-19 tahun di kelas 123 pon (203 pon); dan rekor squat serta deadlift usia 20-23 tahun di kelas 123 pon (squat – 172 pon, deadlift – 203 pon).
Sejak kemenangan pertamanya pada tahun 2023, ia telah meraih enam kali posisi pertama dan satu kali posisi kedua di berbagai kompetisi. Kemenangan-kemenangan tersebut termasuk satu kejuaraan negara bagian dan dua kejuaraan nasional junior. Tiga dari kemenangan posisi pertama itu diraih dalam ajang Battle Born dari United States Powerlifting Association (USPA), sebuah federasi besar di seluruh negeri.
Keberhasilan White berlanjut dengan penghargaan USPA Louisiana Female Athlete of the Year.
"Semua ini bukan pemberian," kata Augustin. "Ia dinilai dengan standar tertinggi dalam olahraga angkat berat yang bisa diberikan."
Augustin menceritakan, saat pertama kali merekrut White untuk angkat berat, beberapa orang meragukan kemampuannya. Augustin sendiri mengakui, awalnya memang tidak mudah bagi White.
"Pada hari pertama ia datang latihan, kami melakukan squat. Bar standar beratnya 45 pon, dan ia tidak bisa melakukan squat dengan itu. Kami menurunkan ke bar 15 pon, dan ia masih kesulitan," ujar Augustin.
"Beberapa tahun kemudian, dengan berat badan 116 pon, ia mampu squat 172 pon dan memecahkan rekor negara bagian."
Namun, deadlift adalah sesuatu yang langsung dikuasai White. Pada hari pertamanya, ia mampu mengangkat 65 pon meskipun baru mulai menyempurnakan bentuk dan tekniknya.
"Ia baru saja deadlift 203 pon untuk rekor negara bagian," kata Augustin.
Semangat Juang Sejak Lahir
White menolak untuk menyerah. Sifat ini sudah dimilikinya sejak kecil. Ketika ibu White melahirkan, ia dan putrinya mengalami komplikasi serius — tali pusar prolaps, menyebabkan White kekurangan oksigen dalam waktu yang lama.
"Ia sempat dinyatakan meninggal selama 20 menit sebelum dokter berhasil menghidupkannya kembali," ungkap Augustin.
Kejadian itulah yang menyebabkan disabilitas White saat ini, namun ia tidak pernah membiarkan hal itu menghentikannya.
"Dan saya beritahu, ia sangat kompetitif," kata Augustin. "Ia kesal jika melewatkan satu angkatan… ia adalah salah satu atlet paling pekerja keras yang saya miliki."
Augustin menambahkan bahwa kisah White telah membuat matanya berkaca-kaca lebih dari sekali.
"Saya pikir ia mengerti bahwa ia memenangkan sesuatu, tetapi saya rasa ia tidak sepenuhnya memahami besarnya makna dari apa yang ia raih," kata Augustin. "Sama seperti Landon, sungguh luar biasa melihat ibunya menyaksikannya melakukan ini. Saya merasa anak ini tidak pernah memiliki olahraga atau sesuatu yang bisa ia sebut miliknya sendiri dan benar-benar unggul di dalamnya, dan sekarang ia di sini, memenangkan kompetisi nasional, memenangkan penghargaan. Mampu membantu seseorang menuju hal itu, adalah salah satu perasaan paling memuaskan yang pernah saya rasakan."
(OL/GN)
sumber : www.heraldguide.com
Leave a comment