Petr Yan Raih Gelar Juara Bantamweight UFC Usai Dominasi Merab Dvalishvili di UFC 323
Petr Yan menunjukkan performa terbaiknya dan berhasil mendominasi Merab Dvalishvili untuk meraih gelar juara kelas Bantamweight UFC. Kemenangan ini didapatkan dalam pertarungan utama kartu UFC 323 yang berlangsung pada Sabtu, 6 Desember, di T-Mobile Arena, Las Vegas.
Kemenangan Yan atas Dvalishvili, petarung berusia 34 tahun yang dikenal dengan stamina, kemampuan gulat, dan catatan kemenangan telak atas Sean O’Malley (dua kali), Henry Cejudo, serta Jose Aldo, semakin mengangkat pencapaian petarung asal Rusia tersebut. Sebelumnya, Yan sempat mengalami tiga kekalahan beruntun, dan masa depannya di puncak MMA sempat dipertanyakan. Namun, melawan Dvalishvili, Yan membuktikan bahwa ia tidak hanya masih mampu mengalahkan petarung elite, tetapi juga bisa mendominasi jajaran teratas divisi ini.
Mengingat ini adalah pertarungan keduanya melawan Dvalishvili, dan masih banyak petarung lain di peringkat yang bisa ia lawan, muncul pertanyaan besar tentang siapa lawan Petr Yan selanjutnya.
Siapa Lawan Selanjutnya Petr Yan?
Pada konferensi pers pasca-pertarungan, seorang reporter menanyakan kepada Yan apakah ia lebih memilih pertarungan trilogi dengan Merab Dvalishvili, atau melawan Umar Nurmagomedov. “Mereka bisa rematch,” jawabnya. “Kita lihat saja apa yang akan terjadi.”
Berdasarkan pernyataan tersebut, tampaknya Yan bersedia melawan siapa pun, tetapi hanya jika kedua petarung itu (Dvalishvili dan Nurmagomedov) bertarung satu sama lain terlebih dahulu, dan ia akan menghadapi pemenangnya.
Di luar petarung yang sudah ia kalahkan, pilihan penantang yang layak bagi Yan menjadi terbatas. Ia bisa saja menghadapi O’Malley, petarung peringkat 2, yang pernah mengalahkannya selama periode kekalahan beruntunnya. Ini bisa menjadi kesempatan untuk membalas dendam, tetapi petarung Amerika itu sendiri sedang dalam dua kekalahan beruntun, sehingga pertarungan tersebut mungkin sulit untuk dipasarkan.
Ada juga Cory Sandhagen yang berada di peringkat 4, tetapi Yan telah mengalahkannya pada tahun 2021, dan Sandhagen juga baru saja kalah dalam pertarungan terakhirnya melalui keputusan juri dari Dvalishvili.
Potensi Trilogi dengan Dvalishvili
Dvalishvili secara luas dianggap sebagai salah satu petarung bantamweight terbaik dalam sejarah UFC, dan Dana White serta para pembuat pertandingan UFC mungkin akan memberinya kesempatan langsung untuk merebut kembali sabuk lamanya sebagai penghargaan atas rekor 14 kemenangan beruntunnya. Oleh karena itu, skenario di mana pertarungan trilogi antara petarung Georgia dan Yan terjadi adalah hal yang mungkin terjadi.
Namun, White sendiri masih belum memberikan komitmen apakah status Dvalishvili di perusahaan dan performanya layak mendapatkan pertandingan ulang secara instan. Kondisi divisi bantamweight UFC kini menjadi semakin menarik dengan Petr Yan kembali sebagai juara, membuka banyak kemungkinan pertarungan seru di masa depan.
(OL/GN)
sumber : www.givemesport.com
Leave a comment