Momen Pahit Geno Smith: Intersepsi Fatal Sang Quarterback dan Reaksi Jujur Peyton Manning
Las Vegas Raiders memulai laga Monday Night Football kontra Dallas Cowboys dengan cukup baik, memimpin 6-3 di akhir kuarter pertama. Namun, Cowboys bangkit cepat di kuarter kedua dengan mencetak dua touchdown beruntun, mengubah kedudukan. Raiders pun berada dalam tekanan untuk segera memberikan respons.
Tertinggal 17-6, serangan Raiders sebetulnya menunjukkan upaya luar biasa. Dengan skema yang terlalu banyak mengandalkan passing, mereka berhasil menembus wilayah Cowboys dan berada dalam jangkauan field goal. Namun, pada percobaan passing ketujuhnya dari tujuh play beruntun, Smith melakukan lemparan yang tidak bijaksana ke celah sempit, sebuah kebiasaan yang sering ia lakukan.
Keputusan tersebut berujung pada intersepsi. Raiders bukan hanya kehilangan kesempatan mencetak angka, tetapi juga memberikan bola kembali kepada serangan Dallas yang sedang panas-panasnya. Cowboys memanfaatkan momentum ini menjadi tujuh poin tambahan, memperlebar keunggulan mereka menjadi 24-6.
Peyton Manning Ikut Frustrasi Bersama Fans Raiders
Dalam acara Manningcast di ESPN yang tayang bersamaan dengan Monday Night Football, dua quarterback legendaris NFL, Peyton dan Eli Manning, menyaksikan langsung kejadian tersebut. Reaksi awal Peyton Manning seolah mewakili perasaan “Raider Nation” (julukan fans Raiders) yang frustrasi, sebelum ia kemudian menganalisis secara detail kesalahan Smith.
“Oh tidak. Tidak. Tidak. Tidak. Tidak,” kata Manning. “Eli, coba tebak siapa yang terbuka? Checkdown-nya, lagi. Jeanty, lagi, di swing route. Sama saja, jangan bosan. Linebackers terus saja mundur. Mereka mundur, oper saja ke bawah. … Dia sebenarnya sedang dalam drive yang bagus.”
Komentar tersebut kurang lebih menggambarkan “pengalaman Geno Smith” musim ini di Las Vegas. Ekspresi terkejut dan frustrasi, diikuti dengan kesadaran bahwa Smith seharusnya tidak perlu melakukan lemparan itu. Seperti yang dikatakan Peyton Manning, Jeanty sebenarnya terbuka di posisi yang lebih aman.
Manning juga mengucapkan hal yang sangat cerdas: “Jangan bosan.” Ini juga merangkum karakteristik permainan Geno Smith. Sepertinya quarterback veteran ini enggan untuk “jatuh cinta” pada skema permainan yang sederhana dan rutin, yang sebenarnya bisa menjaga momentum drive dan ritme serangan.
Alih-alih bermain sesuai skema dan memanfaatkan apa yang diberikan pertahanan lawan, Smith terlihat terlalu sering memaksakan lemparan ke celah yang sempit atau berusaha untuk “menciptakan” sesuatu. Hal ini berkali-kali menyebabkannya kesulitan musim ini, dibuktikan dengan 13 intersepsi yang menjadi rekor tertinggi di NFL.
Sebagai pembelaan untuk Smith, memang offensive line tidak selalu memberinya banyak waktu, dan strategi serangan terkadang tidak menyediakan opsi yang jelas. Namun, hal itu tidak berlaku pada play ini. Pocket bersih, Jeanty terbuka, tapi Smith tetap mencoba bermain “hero ball“.
Smith sering mengalami beberapa lemparan yang dibelokkan dan berujung intersepsi. Ia mungkin akan menyalahkan nasib buruk. Namun, play-play semacam ini biasanya hanya terjadi pada quarterback yang secara membabi buta melempar bola ke area yang sudah dipadati beberapa pemain bertahan yang siap melakukan play terhadap bola.
Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa bagi Raiders di musim NFL 2025, jika Smith tidak menunjukkan peningkatan signifikan, akan sulit bagi pelatih kepala Pete Carroll dan organisasi untuk membenarkan keputusannya kembali diturunkan musim depan. Masa depan Smith di Las Vegas Raiders tampaknya akan bergantung pada performanya dalam laga-laga krusial yang tersisa.
(OL/GN)
sumber : justblogbaby.com
Leave a comment