Michael Phelps Tampil Beda di Forum Bisnis Sydney, Lepas Celana Renang Ganti Jas
Legenda renang Amerika Serikat, Michael Phelps, baru-baru ini menyedot perhatian saat tiba di Sydney, Australia. Bukan untuk kembali ke kolam renang, melainkan sebagai pembicara utama di World Business Forum. Penampilannya yang jauh berbeda dari era keemasannya di kolam renang menjadi sorotan utama.
Tampilan Baru Sang Legenda dari Balik Kolam
Phelps, peraih 28 medali Olimpiade termasuk 23 emas, terlihat berjalan di jalanan Sydney dengan gaya yang jauh dari citra atlet renang. Pria berusia 40 tahun ini memanjangkan rambutnya dan mengikatnya menjadi cepol (bun). Jika dulu ia identik dengan celana renang ketat berbahan neoprene, kini Phelps tampil elegan mengenakan kemeja putih bermotif, celana panjang navy, dan jaket saat memasuki Sydney Convention and Exhibition Centre.
Ia bergabung dengan tokoh-tokoh terkemuka lainnya seperti akademisi AS Amy Edmondson dan pakar pemasaran Amerika, Guy Kawasaki, dalam acara bergengsi tersebut.
Suara Positif di Tengah Forum Bisnis Dunia
Meskipun belum jelas topik apa yang dibahas Phelps dalam forum tersebut, kehadirannya langsung menuai pujian di media sosial. Salah seorang peserta menulis di platform X, “Sesi keempat di World Business Forum di Sydney, mendengarkan Michael Phelps! Legenda sejati.” Ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh Phelps, bahkan di luar dunia olahraga yang membesarkan namanya.
Kehidupan Pascakolam Renang: Dari Yayasan hingga Advokasi
Dikenal dengan julukan “The Flying Fish”, perenang kelahiran Baltimore ini pensiun setelah Olimpiade 2016 di Rio, setelah sempat melakukan comeback sensasional usai gantung kacamata pasca-Olimpiade London 2012. Setelah karier renangnya, Phelps mendirikan Michael Phelps Foundation, sebuah yayasan yang bertujuan mendukung dan memberdayakan kaum muda agar merasa percaya diri dan aman di dalam air.
Phelps pernah menjadi perenang termuda yang terpilih mewakili Amerika Serikat di Olimpiade, berkompetisi di Olimpiade Sydney 2000 pada usia 15 tahun. Kini, kekayaan bersihnya diyakini mencapai lebih dari A$150 juta berkat kerja samanya dengan merek global seperti Under Armour, Omega, dan Beats by Dre. Meski demikian, ia menjalani kehidupan normal di Arizona, AS, bersama istrinya Nicole dan ketiga putranya, Boomer, Becket, dan Maverick.
Membuka Diri: Advokat Kesehatan Mental
Selain perannya di dunia filantropi, Phelps juga seorang advokat kesehatan mental. Ia telah mendesak orang lain untuk mencari bantuan dan berbicara jika mengalami masalah kesehatan mental. Ia berbagi pengalamannya dalam wawancara dengan Fortune pada tahun 2024:
“Sebagai atlet, saya bisa mengatakan bahwa saya juga melihat atlet lain yang berjuang melawan depresi atau kecemasan seperti saya. Kami terus berputar-putar karena itulah yang selalu kami lakukan sepanjang karier kami, kan?
Sebagai atlet pria, saya pikir membuka diri akan menjadi tanda kelemahan dan saya akan memberikan keunggulan ekstra kepada pesaing saya. Saya mungkin bisa memenangkan lebih banyak medali emas dengan menjadi seseorang yang sangat pandai melakukan kompartementalisasi… tetapi kenyataannya, kapan saja gunung berapi bisa meletus.”
Ia mengakui bahwa berbicara tentang masalah kesehatan mentalnya pada awalnya sangat menantang, tetapi ia kemudian berhasil mengatasi ketakutan itu. “Saya sangat takut untuk [membuka diri] selama dua dekade dan sekarang hampir seperti Anda tidak bisa membuat saya berhenti. Jika saya mengalami masa sulit, itu adalah semburan kata-kata,” jelasnya.
Phelps mendesak orang lain untuk berbicara dengan teman-teman mereka dan terbuka tentang masalah mereka, sambil juga mendorong untuk mencoba terapi. “Jika Anda ragu atau gugup untuk mencoba terapi untuk pertama kalinya, saya juga merasakan hal yang sama. Cobalah. Cobalah sekali, tolong,” katanya.
Kritik Tegas untuk USA Swimming
Pada awal tahun ini, Phelps juga melontarkan kritik keras terhadap USA Swimming melalui unggahan media sosial. Ia mengklaim bahwa organisasi tersebut perlu berubah, mengutip penurunan kinerja tim sekaligus menyoroti kepemimpinan tim. Kritik ini muncul setelah Amerika Serikat hanya meraih 44 persen medali yang mereka perebutkan di Olimpiade Paris 2024, yang merupakan perolehan terendah mereka sejak 1988.
Phelps bahkan menyatakan kesediaannya untuk membantu. “Pintu saya terbuka dan ada pekerjaan yang harus dilakukan,” tulis Phelps, menunjukkan komitmennya terhadap masa depan olahraga renang Amerika.
Dari kolam renang hingga forum bisnis dan advokasi kesehatan mental, Michael Phelps terus menunjukkan bahwa dampaknya melampaui raihan medali. Ia kini menjadi suara penting bagi perubahan, baik dalam olahraga maupun di tengah masyarakat luas.
(OL/GN)
sumber : www.dailymail.co.uk
Leave a comment