Battle Bandera: Lebih dari Sekadar Sasana Tinju, Sebuah Harapan di Jantung Komunitas Chicago
Di pusat komunitas Puerto Rico Chicago, tepatnya di Divison Street, Humboldt Park, ada sebuah tempat yang menjadi oase bagi sekitar 20 remaja setiap malam. Dengan iringan musik hip-hop dan dentuman sarung tinju yang menghantam samsak, Battle Bandera di Puerto Rican Cultural Center ini menjadi “safe haven” bagi para pelajar SMA untuk berolahraga.
Sasana tinju Battle Bandera dilengkapi dengan ring, samsak berat, tali skipping, dan matras. Dindingnya dihiasi dengan kode etik serta karya seni yang terinspirasi dari Puerto Rico dan Windy City. Sekilas, tempat ini tampak selalu menjadi pusat atletik, namun faktanya tidak demikian.
Program Pemberdayaan Pemuda Lewat Tinju
Menurut halaman Instagram Battle Bandera, program ini menyediakan pelatihan tinju kelompok bagi para pemuda yang dirujuk oleh petugas Pengadilan Remaja Cook County, Pengadilan Komunitas Restorative Justice, Chicago Public Schools, dan Alternative Schools Network. Semua atlet dipasangkan dengan seorang manajer kasus yang menawarkan bimbingan, perencanaan tujuan, dan akses ke berbagai sumber daya. Selain itu, ada juga fasilitator Peace Circle Restorative Justice bersertifikat yang memimpin diskusi untuk membangun kesadaran komunitas yang lebih kuat.
“Saya membangun sasana ini. Dulunya tempat ini penuh meja dan kursi,” kata Jordan Geary, mantan petinju perguruan tinggi di University of Nevada, Reno, dan manajer Battle Bandera. “Kami membersihkannya dan membangun ring secara manual. Segala yang Anda lihat di sini, kami danai sendiri dan bangun sekitar satu setengah tahun lalu.”
Geary, yang kini menjadi mahasiswa Master of Social Work di University of Illinois Chicago, sangat senang melihat anak-anak berinteraksi di luar ring. Pusat ini dirancang sebagai sumber daya, namun sebagian meyakini inilah satu-satunya yang mereka miliki.
Sebuah Rumah Kedua dan Tempat Mengolah Diri
“Ini benar-benar hidup saya. Hanya ini yang saya lakukan—sekolah dan tinju,” ujar Jeremiah Robinson, 19 tahun, yang telah berlatih di pusat tersebut selama setahun terakhir dan bercita-cita menjadi petinju di perguruan tinggi.
Robinson mengatakan bahwa awal sesi adalah bagian terpenting.
“Secara mental, saya mempersiapkan diri untuk apa yang akan saya hadapi. Apapun yang saya alami sepanjang hari harus saya tinggalkan di luar dan dan memiliki pikiran yang jernih,” ucap Robinson.
Yumerys Perez, ibu dari tiga petinju muda dan penduduk asli Humboldt Park selama 30 tahun, menjadikan kunjungan anak-anaknya ke pusat ini sebagai prioritas.
“Saya membawa mereka setiap hari. Ini seperti satu-satunya program yang saya ikuti karena ini adalah satu-satunya program yang benar-benar peduli pada anak-anak dan terlibat dengan remaja di sekitar Humboldt Park,” kata Perez. “Saya suka bagaimana ini membuat mereka sibuk dan jauh dari jalanan.”
Dari Kardio hingga Kontrol Emosi
Geary mencintai olahraga ini, namun tujuannya bukan untuk mengubah setiap anak menjadi juara kelas berat. Sasana ini juga menawarkan kelas-kelas seperti AI yang bertanggung jawab, di samping topik lainnya. Bahkan, tokoh publik seperti Kantor Pembela Umum Cook County diundang untuk mengajar tentang hak-hak hukum.
Di luar latihan kardio, pelajaran terbesar yang dipelajari anak-anak adalah tentang diri mereka sendiri.
“Ini tentang kontrol emosi. Pengalaman traumatis tersimpan dalam fisiologi kita. Dan ketika Anda melakukan sesuatu seperti tinju atau seni bela diri, semua hal itu akan keluar dari diri Anda dan memaksa Anda untuk memprosesnya,” jelas Geary.
Menghadapi Tantangan Sosial dan Imigrasi
Meskipun pusat ini berjarak sekitar 700 mil dari ibu kota negara, para remaja di sini tetap merasakan dampak dari penegakan imigrasi oleh pemerintahan Trump dan kebijakan “zero tolerance” yang diberlakukan.
Dalam sebuah wawancara “60 Minutes”, Presiden Trump ditanya apakah razia ICE sudah keterlaluan. Ia menjawab, “itu belum cukup jauh.”
“Kami memiliki banyak anak muda di sini yang tidak berdokumen—dari Venezuela, Afrika Barat, Amerika Tengah dan Selatan—yang sekarang tidak lagi kami lihat. ICE tidak diterima di sasana ini, jadi kapanpun ada berita di sini, saya ingin hal itu diketahui,” tegas Geary.
Masa Depan dan Dukungan Komunitas
Battle Bandera juga sedang menggalang dana untuk menyelesaikan pembangunan sasana. Menurut halaman GoFundMe mereka, pusat ini berharap dapat membeli:
- Cermin latihan
- Peralatan kardio
- Perlengkapan pelindung
- Loker aman untuk mendukung program remaja yang terus berkembang.
Battle Bandera menyelenggarakan acara gratis setiap hari kecuali Jumat dan Minggu sepanjang musim gugur ini, menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat harapan dan pengembangan bagi generasi muda di Chicago.
(OL/GN)
sumber : thefulcrum.us
Leave a comment