Pacquiao vs. Mayweather Jilid II: Saga Pertarungan Ulang di The Sphere?
Duel ulang antara Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather Jr. dikabarkan akan terwujud pada April mendatang di The Sphere, Las Vegas. Jika ini benar terjadi, pertarungan tersebut akan datang lebih dari 10 tahun setelah pertemuan pertama mereka memecahkan rekor pendapatan, menghasilkan setidaknya $300 juta dari penjualan tiket dan hak siar pay-per-view.
Pertarungan Pertama: “Battle For Greatness” yang Kontroversial
Pada pertemuan pertama, kedua petinju masing-masing mengantongi lebih dari $100 juta untuk laga yang dijuluki “Battle For Greatness” tersebut, memperebutkan gelar juara dunia kelas welter yang tidak terbantahkan. Mayweather memenangkan pertandingan melalui keputusan mutlak 12 ronde dari para juri. Burt Clements dan Glenn Feldman memberi skor 116-112, sementara Dave Moretti menilainya 118-110. Clements dan Feldman memberikan empat ronde untuk Pacquiao, sedangkan Moretti hanya dua, sebuah pandangan yang dianggap cukup berat sebelah terhadap jalannya pertarungan di atas ring.
Cedera Rotator Cuff Pacquiao dan Perdebatan Hasil
Terlepas dari kartu penilaian juri, Pacquiao sendiri merasa ia telah melakukan cukup untuk meraih kemenangan. Sentimen ini juga dipegang oleh banyak penonton di ringside. Setelah pertarungan, terungkap bahwa Pacquiao mengalami robekan rotator cuff di bahu pada ronde keempat, dan harus bertarung dengan satu tangan sejak saat itu hingga bel terakhir berbunyi.
Penulis John MacDonald dari Boxing Monthly Magazine sempat berbicara dengan pelatih Pacquiao, Freddie Roach, mengenai hal ini. MacDonald menyatakan, “Roach percaya cedera Pacquiao adalah faktor penentu hasil pertandingan, sementara Pacquiao merasa ia menjadi korban keputusan yang buruk.” Roach sendiri dikutip mengatakan, “Manny masih merasa ia memenangkan pertarungan dan Bob (Arum) juga berpikir Manny menang… itu pertarungan yang tipis, Manny bertarung dengan baik mengingat cederanya… jika dalam kondisi 100 persen, saya yakin ia bisa mendominasi Mayweather.” Pacquiao kemudian menjalani operasi untuk memperbaiki kerusakan bahunya dan tidak pernah menoleh ke belakang.
Perbandingan Aktivitas Pasca-Duel Pertama
Selama bertahun-tahun, Pacquiao terus menantang Mayweather untuk rematch, namun tantangan tersebut diabaikan. Sejak menghadapi Pacquiao, Mayweather hanya bertarung dua kali, mengalahkan Andre Berto dengan poin dan menghentikan petarung seni bela diri campuran Conor McGregor di ronde ke-10. Ia belum terlibat dalam pertarungan “nyata” sejak 2017, namun sempat menggelar beberapa pertandingan ekshibisi. Sebaliknya, Pacquiao justru lebih aktif sejak pertemuan dengan Mayweather, menjalani delapan pertarungan, dengan catatan lima kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang. Ia juga turut serta dalam dua pertandingan ekshibisi.
Taruhan Harga Diri dan Rekor Tak Terkalahkan
Jika dan ketika mereka saling berhadapan dalam rematch pada April nanti, Mayweather akan berusia 49 tahun dan Pacquiao 47 tahun. Keduanya bukan lagi juara dunia yang sedang berkuasa, sehingga pertarungan ini lebih kepada pembuktian harga diri dan tentu saja, nilai historis bagi para petinju. Rekor Mayweather adalah 50-0 dengan 27 KO, sementara Pacquiao mencatat 62-8-3 dengan 39 KO. Mayweather memiliki lebih banyak hal untuk dipertaruhkan daripada Pacquiao, karena kekalahan akan menjadi noda pertama pada rekor tak terkalahkannya. Bagi Pacquiao, ini adalah waktunya untuk membalas dendam dan kesempatan untuk membuktikan siapa yang lebih baik.
Potensi Pendapatan di The Sphere
The Sphere, arena futuristik di Las Vegas, memiliki kapasitas tempat duduk 17.600 dan dibangun dengan biaya $2,3 miliar pada tahun 2023. Bangunan ini memiliki tinggi 366 kaki dan lebar 516 kaki. Tahun lalu, The Sphere menjadi tuan rumah acara UFC yang menampilkan Sean O’Malley dan Merab Dvalishvili sebagai atraksi utama, dengan total pendapatan dari gerbang mencapai $21,9 juta. Sebagai perbandingan, penjualan tiket untuk pertarungan Pacquiao-Mayweather pada tahun 2015 mencapai $72,2 juta. Pertanyaannya, akankah rematch mendatang mampu mendekati angka tersebut? Jika duel ini benar-benar terwujud, informasi mengenai tanggal pasti, waktu di WIB, dan platform siaran resmi di Indonesia (seperti layanan streaming berbayar atau pay-per-view tertentu) akan diumumkan lebih lanjut.
(OL/GN)
sumber : www.philstar.com
Leave a comment