Home Olahraga Lainnya Roger Gracie: Debat GOAT Grappling Itu Nggak Adil, Alasannya Ini!
Olahraga Lainnya

Roger Gracie: Debat GOAT Grappling Itu Nggak Adil, Alasannya Ini!

Share
Roger Gracie: Debat GOAT Grappling Itu Nggak Adil, Alasannya Ini!
Share

Roger Gracie: Legenda Jiu-Jitsu yang Tak Terpengaruh Perdebatan “GOAT”

RIO DE JANEIRO – Roger Gracie diakui sebagai salah satu praktisi terbaik dalam sejarah Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) dan grappling. Banyak yang bahkan menyebutnya sebagai grappler nomor satu sepanjang masa. Namun, jangan pernah mengajaknya terlibat dalam perdebatan tersebut.

Fakta bahwa Gracie telah berhenti berkompetisi secara aktif sejak 2010, hanya melakukan tiga superfights sejak saat itu, memang membuatnya agak jauh dari generasi baru grappler dan penggemar. Cuplikan aksinya masih tersedia daring dan ia tetap dihormati sebagai legenda hidup dalam seminar dan penampilan. Namun, di era digital ini, para talenta muda seperti Gordon Ryan lebih mudah bersinar lewat klip viral dan “hot takes” yang membantu membangun misteri di sekitar mereka.

Fenomena ini mirip seperti perdebatan apakah LeBron James adalah “GOAT” ketika generasi muda tidak sempat menyaksikan Michael Jordan beraksi. Atau membandingkan Tom Brady dengan Joe Montana, atau bahkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dengan kehebatan Pele.

Mengenang Dominasi Sang Legenda

Antara tahun 2005 hingga 2010, Roger Gracie mendominasi divisi beratnya dan kelas absolute. Ia mencatat 59 kemenangan dari 63 pertandingan, meraih dua medali emas ADCC, dan memenangkan 10 Kejuaraan Dunia IBJJF yang bersejarah, di antara gelar-gelar lainnya. Di masanya, ketika pilihan kompetisi untuk grappler elit masih terbatas, ia paling sering berkompetisi di dua turnamen tersebut.

Hampir satu dekade setelah penampilan terakhirnya di matras—saat ia berhasil mencekik Marcus “Buchecha” Almeida yang sedang di puncak performa pada tahun 2017—Gracie mengatakan ia tidak masalah jika ada yang menyebut nama lain sebagai grappler terhebat sepanjang masa.

Pandangan Roger Gracie tentang Warisan dan Generasi Baru

“Saya membangun nama besar di jiu-jitsu sehingga sulit untuk terhapus seiring waktu,” kata Gracie kepada MMA Fighting. “Tentu saja, seiring berjalannya waktu, kepentingannya sedikit memudar, tetapi saya masih merasa ada banyak pengakuan atas apa yang telah saya capai, dan itu akan selalu ada. Saya tidak punya ilusi bahwa seiring waktu, generasi baru tidak akan melihat juara dari masa lalu. Tetapi pengakuan bukanlah yang penting [bagi saya]. Yang penting adalah apa yang kita lakukan.”

Baca juga:  Kalah Telak, Rockhold Senyum Lebar: 'Cuan Aman Tanpa Risiko!'

Gracie menyebutkan Mica Galvão, Tainan Dalpra, Mikey Musumeci, Diogo Reis, dan Nicholas Meregali sebagai beberapa grappler yang paling sering ia saksikan saat ini.

Perbandingan Generasi: Sebuah Debat yang Tidak Adil?

Gordon Ryan sering mendapatkan pengakuan dalam perdebatan “GOAT” mengingat dominasinya dalam grappling beberapa tahun terakhir. Ia menyapu bersih kompetisi antara 2017 hingga 2024, memenangkan lebih dari 100 pertandingan dengan hanya lima kekalahan selama sembilan tahun terakhir.

Dengan perdebatan yang seringkali memanas ketika harus menobatkan Gracie atau Ryan sebagai “GOAT”—atau para pendahulu mereka di awal jiu-jitsu—Gracie sendiri tidak menganggap perdebatan itu adil.

“Itu normal, akan selalu ada perbandingan,” kata Gracie tentang pujian di sekitar Ryan. “Tetapi Anda tidak bisa membandingkan generasi. Satu-satunya perbandingan yang adil adalah jika mereka berkompetisi satu sama lain. Tanpa itu, tidak ada artinya. Saya bahkan tidak berpikir itu baik untuk membandingkan. Setiap juara menggunakan alat yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan di zaman mereka. Setiap orang punya perjalanan sendiri, pertarungan sendiri untuk dimenangkan.”

Transisi ke MMA: Pilihan yang Didasari Kebutuhan

Beberapa berpendapat bahwa Gracie bisa saja memiliki dominasi yang lebih panjang jika ia tidak memutuskan untuk beralih ke mixed martial arts (MMA) pada tahun 2010. Sebuah jalur yang ia pilih untuk mewakili keluarga Gracie di ajang Sengoku, Strikeforce, UFC, dan akhirnya sebagai juara ONE Championship.

“Di masa-masa awal, hingga generasi saya atau sedikit sebelumnya, tidak ada yang menghasilkan uang dari jiu-jitsu,” kata Gracie. “Tidak ada kompetisi berbayar, semuanya amatir. Para petarung harus masuk ke MMA untuk mencari nafkah. Tetapi sekarang, jiu-jitsu telah berkembang begitu pesat sehingga sebenarnya lebih mudah menghasilkan uang melaluinya daripada melalui MMA.”

Baca juga:  Dillon Danis & Nina Agdal: Minta Sidang Juri, Gugatan Jalan Terus!

Gracie mengakui bahwa jika jiu-jitsu dan grappling menawarkan hadiah uang besar seperti yang kita lihat hari ini, “Saya tidak akan melakukan transisi ke ring dan octagon.”

“Saya adalah bagian dari generasi terakhir yang merasa perlu mewakili keluarga di ring,” kata Gracie. “Itulah mengapa saya bertarung di MMA, karena saya merasa perlu mewakili keluarga di ring sama seperti para Gracie sebelum saya.”

Perjalanan Roger Gracie adalah cerminan dari evolusi BJJ dan grappling. Dari era di mana gairah dan warisan keluarga menjadi motivasi utama di tengah keterbatasan finansial, hingga melihat bagaimana olahraga ini kini menawarkan jalur karier yang menjanjikan bagi generasi baru. Pengakuannya sebagai legenda tidak bergantung pada perdebatan “GOAT,” melainkan pada fondasi kokoh yang ia bangun melalui dominasinya di zamannya dan dedikasinya pada seni bela diri.

(OL/GN)
sumber : www.mmafighting.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Masvidal Bakal Gebrak UFC, Siap Tantang McGregor?

Masvidal siap gebrakan UFC! Rumor kencang menyebut ia incar tantangan McGregor. Akankah...

Mendadak! Kuzmin Tantang Battbootti di ONE Fight Night 39!

Mendadak! Kuzmin secara mengejutkan menantang Battbootti. Duel seru siap ramaikan ONE Fight...

Resmi! Chiesa vs. Harris di UFC Fight Night 271.

Resmi! Chiesa vs. Harris siap beradu di UFC Fight Night 271. Jangan...

Kayla Harrison Mundur dari UFC 324, Pasca Operasi Leher Penuh Haru.

Kayla Harrison mundur dari UFC 324 pasca operasi leher. Keputusan penuh haru...