Joao Mendes: Antara Nama Besar Ayah dan Ambisi Pribadi
Nama Ronaldinho Gaúcho selalu terukir dengan tinta emas dalam sejarah sepak bola. Kariernya dihiasi 236 gol di level klub dan 12 trofi mayor yang membuatnya menjadi ikon global. Namun, di balik senyum legendaris sang ayah, ada sebuah perjalanan baru yang tengah dimulai oleh putranya, Joao Mendes. Meski baru menapaki awal karier profesional, Mendes bertekad untuk menulis kisah sepak bolanya sendiri.
Mencari Jalannya Sendiri
Mendes tidak pernah menutupi ambisinya untuk dikenal sebagai dirinya sendiri, bukan sekadar “putra Ronaldinho.” Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan tekadnya. “Saya ingin menjadi Joao, terlepas dari apa pun,” katanya. “Saya tidak pernah mencoba atau ingin menjadi seperti ayah saya. Jadi, menjauh dari tempat ia pernah bermain [Barcelona] dan lingkungan yang dekat dengannya, saya pikir itu adalah awal yang baik dan langkah yang tepat bagi saya. Saya rasa orang-orang di luar sana ingin Anda menjadi sesuatu yang tidak akan pernah Anda bisa, suka atau tidak. Senang rasanya berada di sini [di klub barunya].”
Beban Nama Besar dan Passion Orang Tua
Menjadi anak dari seorang superstar global berarti sorotan kamera akan selalu mengikuti ke mana pun langkah kaki menjejak. Setiap sentuhan bola, setiap umpan, dan setiap kesalahan akan mendapatkan pengawasan ekstra. Mendes memahami hal ini lebih baik dari siapa pun, dan begitu pula orang tuanya.
“Ayah dan ibu saya sebenarnya tidak pernah benar-benar ingin saya mengejar karier di sepak bola, karena mereka sudah tahu apa yang akan terjadi. Tetapi ketika passion berbicara lebih keras, Anda tidak bisa menolaknya,” kenang Mendes.
Ketika ditanya apakah ia merasa terbebani dengan nama besar ayahnya, ia menjawab dengan bijak. “Ini adalah garis tipis, karena ada orang yang melewatinya, ada pula yang tidak, tapi saya selalu bangga menjadi anak dari siapa saya. Ayah saya adalah salah satu yang terbaik, jika bukan yang terbaik, yang pernah bermain. Jadi, menjadi putranya, bisa berbicara tentangnya, adalah sumber kebanggaan. Dan saya mencoba melakukan hal saya sendiri, saya mencoba untuk tidak menempatkan ayah saya di tengah-tengah segalanya, saya mencoba memainkan sepak bola saya sendiri, tanpa tekanan.”
Perjalanan Joao Mendes masih panjang, namun determinasi untuk menapaki jejaknya sendiri, sambil tetap membawa nama besar sang ayah dengan bangga, menjadikannya salah satu talenta muda yang patut dinantikan perkembangannya di dunia sepak bola.
(OL/GN)
sumber : www.goal.com
Leave a comment