Tawanchai PK Saenchai Berjanji Kembali Bertarung Usai Cedera Kaki Parah
Superstar Muay Thai Thailand, Tawanchai PK Saenchai, berjanji akan kembali ke ring setelah mengonfirmasi bahwa ia membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk pulih dari cedera kaki serius yang dideritanya di ONE Friday Fights 137.
Juara Muay Thai kelas bulu ONE Championship ini memberikan kabar terbaru dari rumah sakit pada Minggu sore melalui unggahan Facebook yang dibagikan oleh istrinya, Sawita Yingchuan. Tawanchai baru saja menjalani operasi setelah kekalahan TKO ronde pertama yang mengejutkan dari Liu Mengyang pada Jumat malam di Stadion Lumpinee.
Operasi Sukses, Pemulihan Dimulai
“Kabar baik,” demikian bunyi pesan tersebut. “Operasi berjalan lancar dan semuanya sukses. Dokter belum mengizinkan saya pulang – saya perlu menginap dua hari lagi.”
“Saya akan bisa bertarung lagi. Saya hanya perlu menunggu tubuh saya pulih 100 persen – setidaknya tujuh bulan, tetapi tidak lebih dari 12 bulan.”
Unggahan tersebut disertai dengan tagar: “Yang saya minta hanyalah kekuatan untuk terus berjuang.”
Momen Menegangkan di Lumpinee
Petarung Thailand berusia 26 tahun itu langsung dilarikan ke rumah sakit setelah terjatuh ke kanvas saat menahan tendangan betis di awal pertarungan kickboxing-nya melawan Liu. Petugas medis segera membawa tandu ke dalam ring.
Tawanchai tetap tenang dan tanpa ekspresi saat kakinya distabilkan, sementara penonton terdiam. ONE Championship belum secara resmi mengonfirmasi tingkat keparahan cedera tersebut, namun media Thailand melaporkan adanya dugaan patah tulang kaki. garisfinish.com telah meminta komentar dari pejabat ONE Championship namun belum menerima pembaruan.
Dukungan Penuh dari Rekan dan Penggemar
Sawita sebelumnya mengunggah bahwa Tawanchai menjalani operasi selama dua jam dan pulih dengan baik, kemudian membagikan foto-fotonya yang tersenyum di ranjang rumah sakit sambil bermain dengan putra mereka yang masih bayi.
Beberapa petarung dan rekan satu tim telah mengunjungi Tawanchai di rumah sakit, termasuk teman dekat dan rekan latihan PK Saenchai, Yod-IQ Or Pimolsri, yang menggambarkannya “seperti saudara”.
Yod-IQ mengunggah video dari sisi ranjang Tawanchai dengan pesan:
“Tetap kuat, kakak. Teruslah berjuang. Istirahat dan pulihlah dengan benar, dan kemudian kita akan bertarung bersama lagi.”
“Seluruh negara Thailand mendukungmu dan menunggu Tawanchai kembali ke ring.”
Ikatan antara kedua petarung itu terlihat jelas di awal malam yang sama, ketika Tawanchai bersorak keras di belakang panggung setelah Yod-IQ dianugerahi kontrak ONE Championship senilai US$100.000 atas kemenangan knockout head-kick-nya atas Alexey Balyko di acara yang sama. Perayaan itu begitu keras sehingga bisa terdengar di ruang media di sisi berlawanan gedung.
Antisipasi dan Dampak di Divisi Featherweight
Di dunia maya, cedera ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar tentang apakah Tawanchai akan kembali ke level yang sama, bahkan jika ia pulih sepenuhnya. Beberapa menunjuk pada contoh profil tinggi seperti Conor McGregor, yang belum bertarung di UFC sejak kakinya patah pada tahun 2021, sebagai pengingat betapa tidak terduganya comeback semacam itu.
Namun, Tawanchai menunjukkan nada optimis dalam pembaruannya, menjelaskan bahwa pensiun tidak ada dalam pikirannya.
Cedera ini datang pada momen penting dalam karirnya. Pertarungan kickboxing dengan Liu seharusnya menjadi langkah pertama dalam rencana menuju pertarungan gelar dengan Superbon – dengan pertarungan balas dendam melawan Masaaki Noiri juga ada dalam peta jalan – sebelum akhirnya kembali mempertahankan gelar Muay Thai-nya.
Dengan garis waktu pemulihan yang kini lebih jelas, perhatian akan beralih ke bagaimana ONE Championship akan membentuk ulang lanskap divisi bulu dalam ketidakhadirannya – dan apakah gelar interim mungkin akan diperkenalkan.
Untuk saat ini, fokus Tawanchai tetap teguh pada pemulihan.
(OL/GN)
sumber : www.bangkokpost.com
Leave a comment