Home Olahraga Lainnya Tembus Batas! Enkh-Orgil Siap Tantang Juara Dunia ONE!
Olahraga Lainnya

Tembus Batas! Enkh-Orgil Siap Tantang Juara Dunia ONE!

Share
Tembus Batas! Enkh-Orgil Siap Tantang Juara Dunia ONE!
Share

Enkh-Orgil Baatarkhuu: Perjalanan Gemilang Sang ‘Powerhouse’ Mongolia Menuju Laga Gelar Juara Dunia ONE

Petarung bantamweight Mongolia yang dikenal sebagai ‘powerhouse’, Enkh-Orgil Baatarkhuu, telah menanjak di peringkat dengan sangat cepat menuju laga pertamanya untuk gelar Juara Dunia di ONE Championship.

Pada Jumat, 5 Desember, secara langsung dari Bangkok, Thailand, pada jam tayang utama Amerika Serikat, penantang peringkat #4 ini akan menghadapi Juara Dunia ONE Bantamweight MMA Fabricio “Wonder Boy” Andrade dalam laga utama ONE Fight Night 38: Andrade vs. Baatarkhuu yang disiarkan di Prime Video.

Perjalanan Baatarkhuu menuju momen ini sungguh fenomenal. Ditandai dengan kemenangan dramatis dan penampilan spektakuler di organisasi bela diri terbesar dunia, bintang Mongolia ini telah memposisikan dirinya sebagai kekuatan mutlak di divisinya.

Kini, sebelum momen yang berpotensi mengubah kariernya tiba, mari kita lihat bagaimana finalis Physical: Asia ini mendapatkan kesempatan terbesar dalam panggung global.

Perkenalan yang Sempurna

Enkh-Orgil Baatarkhuu meraih tempatnya di ONE Championship setelah memenangkan Road to ONE: Mongolia pada Desember 2022.

Di final turnamen tersebut, murid dari mantan Juara Dunia ONE Featherweight MMA Narantungalag “Tungaa” Jadambaa ini berhasil mencetak kemenangan knockout (KO) atas Batochir Batsaikhan untuk mengklaim kontrak senilai US$100.000 yang diidamkan.

Ia melakukan debut promosinya di ONE Friday Fights 13 pada April 2023 melawan pemenang ONE Warrior Series Philippines, Adonis Sevilleno.

Dalam laga tersebut, Baatarkhuu menunjukkan tekanan tanpa henti yang kemudian menjadi ciri khasnya, meraih kemenangan unanimous decision atas petarung tangguh dari Team Lakay itu.

Hanya sebulan kemudian di ONE Friday Fights 17, ia mendominasi produk ONE Warrior Series, Rockie Bactol, dengan variasi striking yang beragam, sebelum menghabiskan petarung Filipina tersebut dengan ground-and-pound yang menyakitkan untuk meraih TKO pada ronde pertama.

Tidak lama setelah itu, Baatarkhuu memberikan pernyataan terbesarnya dalam debutnya di jam tayang utama AS pada ONE Fight Night 13 melawan fenomena yang sebelumnya tak terkalahkan, Jhanlo Mark “The Machine” Sangiao.

Baca juga:  Tajir Melintir Topuria & Giorgina 2025: UFC, Bisnis, Plus Isu KDRT.

Meskipun dua kali terjatuh di ronde pertama, Baatarkhuu bangkit untuk menggoyahkan prodigy Team Lakay itu dengan siku yang mematikan sebelum mengamankan submission kimura di ronde kedua.

Kemenangan mengejutkan tersebut memberi Baatarkhuu bonus performa sebesar US$50.000 dan memulai pendakiannya menuju sabuk emas.

Pukulan Telak dan Penebusan di Detik Terakhir

Dengan momentum yang terus terbangun, Enkh-Orgil Baatarkhuu menghadapi ujian terberatnya saat melawan lawan yang sangat dihormati, Artem Belakh, di ONE Fight Night 18 pada Januari 2024. Ini adalah pertarungan penting yang bisa membawanya masuk ke lima besar.

Bintang Mongolia itu mengendalikan aksi selama hampir 10 menit dengan tekanan atas yang mencekik, seakan-akan menuju kemenangan dominan lainnya. Namun, Belakh berhasil lolos dan menghantam dagu Baatarkhuu dengan jumping knee, lalu melancarkan serangan siku dan pukulan bertubi-tubi.

Hasilnya adalah kemenangan TKO untuk petarung Rusia itu, dengan Baatarkhuu menderita kekalahan promosional pertamanya.

Bertekad untuk menebus kekalahannya, Baatarkhuu kembali di ONE Fight Night 24 pada tahun yang sama melawan bintang Team Lakay tak terkalahkan lainnya, Carlo “The Bull” Bumina-ang.

Bumina-ang berupaya membalaskan dendam rekan-rekan setimnya, tetapi Baatarkhuu menyeret petarung Filipina itu melalui tiga ronde neraka dengan clinch work yang menyelimuti, striking yang kuat, dan upaya submission tanpa henti.

Dengan sisa satu detik di ronde terakhir, Baatarkhuu mengunci arm-triangle choke dan membuat Bumina-ang tak sadarkan diri pada menit 4:59, menjadi orang pertama yang mengalahkan dan menghentikan “The Bull”.

Pernyataan Explosif yang Mencuri Perhatian

Setelah aksi heroik di detik terakhirnya, Enkh-Orgil Baatarkhuu membuat keputusan berani untuk penampilan berikutnya.

Petarung Mongolia ini naik satu kelas berat untuk menghadapi Aaron “Tommy Gun” Canarte dalam laga MMA featherweight di ONE Fight Night 27 pada Januari lalu.

Baca juga:  Sabet Gelar LFA Flyweight, Kini Siap Sikat UFC!

Setelah menggoyahkan petarung Ekuador itu dengan striking yang tajam, Baatarkhuu mengamankan takedown dan mendarat dalam posisi half-guard. Ia segera mencoba armbar, dan ketika Canarte bertahan dengan berguling, petarung Mongolia itu dengan mulus beralih ke kimura khasnya dan memaksa lawan melakukan tap di pertengahan ronde pembuka.

Submission yang sangat cepat itu membuktikan poin penting. Ini bukan kemenangan yang menguras tenaga – melainkan diseksi klinis yang membuktikan bahwa gerakan khas Baatarkhuu efektif di kelas berat mana pun.

Dengan dua kemenangan beruntun melalui penyelesaian, perwakilan Team Tungaa itu secara resmi mengumumkan dirinya sebagai ancaman serius untuk gelar Juara Dunia.

Penampilan yang Mengunci Perebutan Gelar Dunia

Setelah perjalanannya ke kelas featherweight, Enkh-Orgil Baatarkhuu kembali ke divisi bantamweight di ONE Fight Night 29 pada Maret lalu dengan tujuan Juara Dunia yang jelas.

Yang berdiri di hadapannya adalah petarung peringkat #5 Jeremy “The Juggernaut” Pacatiw, seorang petarung Lions Nation MMA yang sedang dalam dua kemenangan beruntunnya sendiri.

Baatarkhuu mengendalikan ketiga ronde dengan tekanan grappling khasnya, menetralisir serangan Pacatiw dan mendikte tempo dari awal hingga akhir. Meskipun “The Juggernaut” bertahan dengan cerdas, tekanan tanpa henti dan permainan atas yang mencekik dari petarung Mongolia itu tidak menyisakan keraguan dan memberinya kemenangan unanimous decision.

Penampilan itu mengukuhkan peringkat #4-nya dan memperpanjang rekor sempurna 5-0 melawan petarung Filipina.

Bahkan raja bantamweight MMA saat ini, Andrade, turut memperhatikan dan mengakui Baatarkhuu sebagai lawan yang tangguh.

Pada 5 Desember mendatang, Baatarkhuu akan mendapatkan kesempatannya untuk menyelesaikan perjalanan. Petarung berusia 36 tahun itu hanya selangkah lagi untuk mengikuti jejak mentornya, Narantungalag Jadambaa, dan mengukir namanya dalam sejarah sebagai Juara Dunia ONE berikutnya dari Mongolia.

(OL/GN)
sumber : www.onefc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Masvidal Bakal Gebrak UFC, Siap Tantang McGregor?

Masvidal siap gebrakan UFC! Rumor kencang menyebut ia incar tantangan McGregor. Akankah...

Mendadak! Kuzmin Tantang Battbootti di ONE Fight Night 39!

Mendadak! Kuzmin secara mengejutkan menantang Battbootti. Duel seru siap ramaikan ONE Fight...

Resmi! Chiesa vs. Harris di UFC Fight Night 271.

Resmi! Chiesa vs. Harris siap beradu di UFC Fight Night 271. Jangan...

Kayla Harrison Mundur dari UFC 324, Pasca Operasi Leher Penuh Haru.

Kayla Harrison mundur dari UFC 324 pasca operasi leher. Keputusan penuh haru...