Tom Brady Ungkap Rahasia Besar: Anjing Peliharaannya Adalah Kloning!
Tom Brady, legenda quarterback NFL, baru-baru ini membuat pengakuan yang cukup mengejutkan dan menarik perhatian. Ia mengungkapkan bahwa anjing peliharaannya saat ini, Junie, bukanlah anjing biasa, melainkan replika genetik dari anjing kesayangannya sebelumnya, Lua.
Ternyata, Brady sudah lama tertarik dengan bidang sains ini dan bahkan menjadi investor di Colossal Biosciences. Perusahaan ini baru saja mengakuisisi Viagen Pets and Equine, sebuah perusahaan kloning berbasis di Texas.
“Beberapa tahun lalu, saya bekerja sama dengan Colossal dan memanfaatkan teknologi kloning non-invasif mereka melalui pengambilan sampel darah sederhana dari anjing kami yang sudah tua sebelum ia meninggal dunia,” kata Brady.
Beberapa bulan kemudian, Junie lahir, bisa dibilang sebagai Lua versi 2.0. Junie sering terlihat dalam unggahan media sosial Brady, dengan kemiripan yang mencolok dengan mendiang Lua.
Di Balik Layar Teknologi Kloning
Jika nama Colossal Biosciences terdengar tidak asing, itu karena perusahaan yang berbasis di Dallas ini adalah pihak yang berhasil mengembalikan dire wolf dari kepunahan dan secara aktif berusaha menghidupkan kembali mamut berbulu serta burung dodo. Kini, dengan akuisisi Viagen, mereka memperluas fokus dari spesies punah ke hewan peliharaan keluarga sehari-hari.
Viagen sendiri merupakan nama yang populer dalam dunia kloning hewan. Mereka sebelumnya telah mengkloning anjing milik selebriti lain seperti Barbra Streisand dan Paris Hilton.
Kesempatan Kedua bagi Keluarga Brady
Brady dan mantan istrinya, Gisele Bündchen, mendapatkan Lua pada tahun 2014. Saat Lua meninggal dunia pada tahun 2023, Gisele sempat mengunggah tribut yang menyentuh hati banyak orang.
Brady mengatakan bahwa teknologi ini telah memberikan “kesempatan kedua” bagi keluarganya.
“Saya antusias bagaimana teknologi gabungan Colossal dan Viagen dapat membantu keluarga yang kehilangan hewan peliharaan kesayangan mereka, sekaligus membantu menyelamatkan spesies yang terancam punah,” ujarnya.
Pengungkapan dari Brady ini tidak hanya menyoroti kemajuan pesat dalam teknologi kloning hewan, tetapi juga membuka diskusi tentang etika dan emosi di baliknya. Bagi seorang atlet ikonik seperti Brady, langkah ini menunjukkan ikatan mendalam antara manusia dan hewan peliharaannya, serta bagaimana teknologi dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kehilangan.
(OL/GN)
sumber : krod.com
Leave a comment