Tom Brady Ungkap Kabar Mengejutkan: Anjing Kesayangannya Ternyata Kloning!
Mantan quarterback legendaris New England Patriots, Tom Brady, baru-baru ini berbagi berita yang cukup mengejutkan tentang anjing kesayangannya. Terungkap bahwa anjingnya itu adalah hasil kloning.
“Banyak orang begitu terikat dengan anjing mereka dan karakteristiknya, sehingga mereka ingin menciptakan anjing yang semirip mungkin dengan hewan peliharaan yang mereka cintai itu,” kata Matt Jones, Chief Animal Officer dari Colossal Biosciences.
Konteks Ilmiah di Balik Keputusan
Menurut laporan People Magazine, anjing Brady yang bernama Lua meninggal pada tahun 2023. Namun, sebelum kematiannya, darah Lua dikumpulkan untuk proses kloning, sehingga kini ia “hidup kembali” dalam wujud Junie. Proses kloning ini dilakukan oleh perusahaan Colossal Biosciences, sebuah perusahaan di mana Brady sendiri merupakan salah satu investornya.
Jones menjelaskan prosesnya secara sederhana: “Ide dasarnya adalah Anda bisa mengambil sel kulit dari mamalia, seperti domba atau dalam kasus ini anjing, dan Anda bisa mengembangkan garis sel dari sana. Sel-sel tersebut tumbuh, lalu Anda bisa mengambil nukleus dari sel-sel itu dan memasukkannya ke dalam sel telur.”
Reaksi Tom Brady dan Ikatan Keluarga
Brady sendiri mengungkapkan perasaannya mengenai keputusan ini kepada People Magazine. “Saya sangat mencintai hewan-hewan saya,” ujarnya. “Mereka sangat berarti bagi saya dan keluarga. Beberapa tahun lalu, saya bekerja sama dengan Colossal dan memanfaatkan teknologi kloning non-invasif mereka melalui pengambilan sampel darah sederhana dari anjing kami yang sudah tua sebelum ia meninggal. [Perusahaan] ini memberikan keluarga saya kesempatan kedua dengan klon dari anjing kesayangan kami.”
Peringatan dari Pakar Kedokteran Hewan
Meskipun teknologi kloning terdengar menjanjikan, para dokter hewan memberikan peringatan penting bagi para pemilik hewan peliharaan. Mereka menekankan bahwa Anda kemungkinan besar tidak akan mendapatkan replika persis dari hewan peliharaan Anda jika Anda memilih untuk mengkloningnya.
“Tergantung bagaimana ia dibesarkan oleh induknya sampai Anda mendapatkannya saat berusia delapan atau sembilan minggu, dan kemudian bagaimana Anda melatihnya, itu tidak berarti Anda akan memiliki anjing yang sama persis,” jelas Jones. Kepribadian dan perilaku anjing juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan interaksi yang berbeda sepanjang hidupnya.
Keputusan Tom Brady untuk mengkloning anjingnya ini membuka diskusi lebih luas mengenai etika dan kemungkinan di balik teknologi kloning hewan peliharaan, serta bagaimana ikatan manusia dengan hewan peliharaan dapat mendorong batasan-batasan ilmiah.
(OL/GN)
sumber : whdh.com
- allen-iverson
- Andre Agassi
- Andrea Pirlo
- Ayrton Senna
- Casey Stoner
- Dani Pedrosa
- David Beckham
- Didier Drogba
- Floyd Mayweather
- Iker Casillas
- Jenson Button
- Kaká
- Karch Kiraly
- Kerri Walsh Jennings
- Kobe Bryant
- Larry Bird
- Legenda Amerika
- Legenda Atletik
- Legenda Basket
- Legenda Formula 1
- Legenda MotoGP
- Legenda Olahraga Dunia
- Legenda Sepak Bola
- Legenda Tenis
- Legenda Tinju
- Magic Johnson
- Manny Pacquiao
- Maria Sharapova
- michael jordan
- Michael Phelps
- Michael Schumacher
- Mike Tyson
- Misty May-Treanor
- Muhammad Ali
- Nico Rosberg
- Pete Sampras
- Peyton Manning
- Roger Federer
- Ronaldinho
- Ronaldo Nazário
- Serena Williams
- Shaquille O'Neal
- Thierry Henry
- Tiger Woods
- Tim Duncan
- Tom Brady
- Usain Bolt
- Valentino Rossi
- Wayne Rooney
- Zinedine Zidane
Leave a comment