UFC Akan Menggelar Event Spektakuler di Gedung Putih, Namun Tanpa Tiket untuk Fans
Gelaran akbar UFC di Gedung Putih pada pertengahan tahun depan dipastikan tidak akan bisa diakses langsung oleh para penggemar. Presiden dan COO TKO, Mark Shapiro, telah mengonfirmasi bahwa tiket untuk acara tersebut “tidak akan tersedia.”
UFC memang direncanakan untuk menggelar pertarungan di Gedung Putih pada 14 Juni 2025, yang bertepatan dengan ulang tahun mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Detail mengenai acara ini telah muncul secara sporadis selama beberapa bulan terakhir. Pekan ini, Trump sendiri sempat menyatakan harapannya untuk melihat “delapan atau sembilan pertarungan perebutan gelar juara” di acara tersebut. Kini, Shapiro, berbicara di UBS Global Media and Communications Conference, memberikan beberapa informasi terbaru.
Detail Event yang Masih Digodok
“Apa yang sedang kami coba cari tahu saat ini adalah apa yang bisa dan tidak bisa kami lakukan dengan acara tersebut, yang dijadwalkan berlangsung pada Hari Bendera (Flag Day),” kata Shapiro. Hari Bendera di AS memang jatuh pada 14 Juni. “Itu juga hari ulang tahun seseorang. Ini akan menjadi tontonan yang luar biasa. Jika kami mengira Sphere [di Las Vegas] adalah tontonan, ini adalah tontonan dengan ‘steroid’.”
Shapiro menambahkan bahwa antusiasme sudah sangat tinggi. “Kami menerima banyak permintaan… Saya bahkan tidak berbicara tentang orang-orang yang ingin membeli tiket, karena itu tidak akan tersedia. Tidak akan ada penjualan tiket. Ini memang akan merugikan kami secara finansial, tapi apa yang akan dilakukan acara ini untuk brand, jangkauan, engagement, ketenaran, pers, media yang didapat, minat pengiklan… ini adalah monster yang mutlak.”

Keterlibatan Presiden dan Prospek Branding
“Kami sangat antusias tentang hal itu. [Presiden UFC] Dana White dan [CBO UFC] Hunter Campbell sedang bekerja keras menyusun fight card yang sensasional,” lanjut Shapiro.
Mengenai keterlibatan Trump, Shapiro mengatakan, “Belum tahu bagaimana keterlibatan presiden nanti, tetapi jika dilihat dari undian Piala Dunia beberapa waktu lalu, jelas dia bersedia terlibat dalam olahraga yang dicintainya dan berlangsung di tanah AS – belum lagi perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat.” Shapiro merujuk pada keterlibatan Trump dalam undian Piala Dunia sepak bola yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko pada musim panas 2026. Dalam undian tersebut, FIFA bahkan memberikan penghargaan perdamaian kepada Trump, sebuah langkah yang cukup kontroversial.

Tantangan Logistik dan Penyiaran
“Ini akan luar biasa,” Shapiro melanjutkan, “dan kami hanya mencoba memahami secara struktural bagaimana kami bisa melakukannya dan mengaturnya, apa yang harus kami bangun dan ganti, seperti tanah dan rumput, serta apa yang bisa kami jual dari sisi pengiklan.”
Trump sempat menyarankan bahwa acara ini akan berlangsung di North Lawn Gedung Putih, meskipun Dana White sebelumnya mengisyaratkan lokasi South Lawn. Trump juga menyebutkan bahwa arena akan berkapasitas sekitar “5.000 atau 6.000 kursi […] dan 100.000 orang di belakang, di mana mereka memasang delapan atau 10 layar sangat besar.”
Meskipun detail spesifik mengenai waktu pertandingan dan penyiaran di Indonesia masih belum diumumkan, mengingat event ini masih dalam tahap perencanaan, satu hal yang sudah pasti adalah: acara UFC di Gedung Putih ini akan terwujud pada 14 Juni 2025, namun tanpa penjualan tiket untuk publik. Event ini berpotensi menjadi salah satu acara olahraga tarung paling bersejarah, menempatkan UFC di panggung politik paling prestisius di Amerika Serikat.
(OL/GN)
sumber : www.independent.co.uk
Leave a comment