Novak Djokovic Targetkan Pensiun di Olimpiade 2028, Kibarkan Bendera Serbia
Novak Djokovic telah mengkonfirmasi keinginannya untuk terus bermain hingga Olimpiade 2028, di mana ia berencana untuk pensiun dengan membela bendera Serbia.
Ketika Olimpiade dimulai di Los Angeles pada tahun 2028, Djokovic akan berusia 41 tahun. Jika ia berkompetisi, ini akan menjadi penampilan keenamnya di ajang olahraga terbesar dunia tersebut. Dua rival besarnya, Roger Federer dan Rafael Nadal, telah lebih dulu gantung raket dalam beberapa tahun terakhir. Federer pensiun di Laver Cup 2022, sementara Nadal di Davis Cup Finals 2024. Djokovic, yang kini berusia 38 tahun, masih memiliki ambisi untuk bermain beberapa tahun lagi.
Saya selalu memiliki ini sepanjang hidup dan karier saya, saya selalu memiliki jadwal di kepala saya untuk satu tahun atau lebih, apa yang saya inginkan, bagaimana saya menginginkannya,” kata Djokovic setelah mengalahkan Lorenzo Musetti untuk meraih gelar ke-101 dalam kariernya di final Athens Open.
“Karena saya telah mencapai semua tujuan yang mungkin, saya berbicara tentang Olimpiade 2028 karena saya ingin bermain selama bertahun-tahun lagi. Jadi, mungkin mengakhiri karier di Olimpiade dengan bendera Serbia, itu akan menyenangkan.”
Tantangan Fisik dan Persaingan Ketat
Meskipun keinginan Djokovic untuk bermain hingga 2028 begitu kuat, masih harus dilihat apakah ia bisa mewujudkannya. Musim ini, ia telah mencapai empat semifinal Grand Slam, namun ia mengakui kesulitan menghadapi tuntutan fisik dari turnamen dua minggu tersebut.
Ia juga telah mengakui bahwa petenis nomor satu dunia Jannik Sinner dan nomor dua dunia Carlos Alcaraz kini berada “satu level di atasnya.”
“Saya benar-benar tidak tahu,” ia mengakui tentang rencana masa depannya. “Karena ada beberapa hal yang tidak sepenuhnya dalam kendali saya. Saya berusaha untuk tetap sehat sebisa mungkin secara mental dan fisik.”
Kemenangan Dramatis di Athena dan Rekor Abadi
Djokovic baru saja menunjukkan semangat juangnya dengan menjuarai Athens Open ke-101 dalam karirnya, mengalahkan Musetti dalam final yang melelahkan. Kemenangan ini menjadikannya pemenang turnamen tertua sejak Ken Rosewall, yang berusia 43 tahun saat menjuarai Hong Kong pada tahun 1977.
Ia kini hanya membutuhkan dua gelar lagi untuk menyamai perolehan Roger Federer yang sebanyak 103 gelar, sementara Jimmy Connors memimpin daftar dengan 109 gelar.
“Itu adalah pertarungan yang luar biasa – saya tidak tahu [bagaimana saya memenangkannya],” kata Djokovic tentang final Athena.
“Tiga jam, pertandingan yang melelahkan secara fisik, super menuntut. Lorenzo bermain sangat baik. Ini bisa saja menjadi pertandingan siapa pun jadi selamat kepadanya untuk performa yang luar biasa dan saya merasa sangat bangga pada diri saya bisa melewati ini.”
Setelah kemenangan tersebut, Djokovic mengundurkan diri dari Nitto ATP Finals, memberikan Musetti tempat di turnamen yang berlangsung di negara asalnya. Langkah ini menunjukkan fokus Djokovic pada kesehatan dan prioritas jangka panjangnya, meskipun masih memiliki ambisi kuat untuk bersaing di level tertinggi.
Saksikan Aksi Tenis Terbaik
Saksikan dan ikuti aksi tenis terbaik, termasuk Grand Slam seperti Australian Open, secara langsung melalui platform resmi di Indonesia. Turnamen tenis bergengsi seringkali disiarkan di SPOTV, Champions TV, atau layanan streaming seperti Vidio. Pastikan Anda berlangganan platform legal untuk menikmati setiap momen dari lapangan tenis.
(OL/GN)
sumber : www.tntsports.co.uk
Leave a comment