BWF Rayakan #WhiteCard Day dengan Klinik Bulutangkis Inklusif di Malaysia
Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian yang jatuh setiap tanggal 6 April, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) kembali merayakan #WhiteCard Day. Acara ini menegaskan komitmen BWF untuk memberdayakan komunitas melalui olahraga.
Sebagai bagian dari BWF CSR Malaysia Legacy Project 2026, sebuah klinik pelatihan bulutangkis yang semarak diselenggarakan pada 4 April di Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TARUMT), Kuala Lumpur. Kegiatan ini merupakan kelanjutan kolaborasi bermakna dengan institusi tersebut untuk tahun keempat berturut-turut.
Klinik pelatihan ini menyambut 106 anak-anak kurang mampu dari enam panti asuhan dan pusat komunitas di wilayah Klang Valley. Mereka berasal dari Rumah Kasih Harmoni Paya Jaras, Mega Orang Asli Children Home, Agape Learning Centre, CWO Learning Centre, Buku Jalanan Chow Kit, dan Shelter Home for Children.
Inisiatif ini mencerminkan visi BWF yang tak pernah padam untuk memberikan setiap anak kesempatan merasakan pengalaman bermain bulutangkis dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan menyenangkan.

Dampak Positif Melalui Bulutangkis
Sesi pelatihan ini dipimpin oleh tim yang berdedikasi terdiri dari 24 relawan, termasuk perwakilan BWF Tracy Tan, Lee Chia Wen, dan Leong Kye Yeet. Mereka dibantu oleh para mahasiswa relawan dari TARUMT dan relawan dari Malaysian Volunteer Initiatives Association (MIVA). Bersama-sama, mereka membimbing para peserta melalui berbagai kegiatan bulutangkis yang menarik, dirancang untuk mempromosikan gerakan, koordinasi, dan kerja tim, sembari membangun kepercayaan diri dan koneksi sosial.
Lebih dari sekadar membangun keterampilan, klinik ini menciptakan ruang yang ramah bagi anak-anak peserta untuk berinteraksi dan membentuk persahabatan dengan teman sebaya dari latar belakang berbeda. Bagi banyak dari mereka, pengalaman ini melampaui lapangan bulutangkis.
Noresah, 16 tahun, berbagi kegembiraannya, “Bermain bulutangkis adalah salah satu hobi saya. Saya menyukainya karena mudah dimainkan dan melibatkan banyak gerakan.”
Jalinan Persahabatan dan Manfaat Holistik
Para pengasuh juga mengamati dampak yang lebih luas dari inisiatif ini. Menyoroti pentingnya inklusi, Far Tin Cuai dari CWO Learning Centre menyatakan:
“Kegiatan ini memungkinkan mereka bertemu anak-anak dari organisasi lain dan itu membuat mereka tahu bahwa mereka juga penting.”
Dari perspektif para relawan, program ini juga menawarkan wawasan yang sama berharganya. Loke Ah Kow, mahasiswa tahun pertama Diploma in Sport and Exercise Science dari TARUMT yang menjadi relawan, menuturkan:
“Ini olahraga yang bagus. Bermain bulutangkis membantu fokus Anda, baik di lapangan maupun dalam belajar.”
Relawan MIVA, Chiew Sin Ran, menekankan pentingnya aktivitas fisik dan interaksi sosial:
“Bulutangkis bermanfaat bagi kesehatan fisik mereka dengan menjaga anak-anak tetap aktif. Selama kegiatan ini, mereka mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman baru dari panti asuhan dan pusat komunitas yang berbeda.”

Membangun kesuksesan inisiatif tahun-tahun sebelumnya, klinik pelatihan 2026 semakin memperkuat upaya legacy BWF di Malaysia. Kegiatan ini kembali menegaskan peran olahraga sebagai alat yang ampuh untuk inklusi, pembangunan, dan koneksi sosial. Komitmen BWF terhadap program semacam ini diharapkan terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas.
(OL/GN)
sumber : bwfbadminton.com
Leave a comment