Bebas dari Tuntutan Hukum, Sprinter Olimpiade Fred Kerley Siap Kembali Fokus
DANIA BEACH, Fla. — Sprinter Olimpiade Amerika Serikat, Fredrick “Fred” Kerley, kini bisa bernapas lega. Jaksa penuntut umum Miami-Dade County secara resmi telah membatalkan semua tuntutan terhadapnya, termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga dan penyerangan terhadap petugas penegak hukum. Kabar ini disampaikan langsung oleh Kerley melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu lalu.
Pihak Kantor Kejaksaan Negeri Miami-Dade menjelaskan bahwa pembatalan tuntutan ini didasari oleh “kurangnya kerja sama” dari korban yang diduga dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga. Bagi Kerley, keputusan ini menjadi “berkah yang tiada henti,” dan ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pengacara yang telah mendampinginya.
Kronologi Penangkapan Pertama: Tuduhan Kekerasan
Kerley, atlet berusia 30 tahun yang berbasis di Miami-Dade barat daya, pertama kali ditangkap pada 1 Mei 2025, oleh Kantor Sheriff Broward di Dania Beach. Penangkapan ini menyusul laporan mengenai dugaan penyerangan di hotel Le Méridien Dania Beach, dekat Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood.
Berdasarkan laporan penangkapan, mantan kekasih Kerley, Alaysha Johnson, seorang atlet lari gawang Olimpiade, menyatakan bahwa Kerley menjadi agresif selama konfrontasi dan memukul wajahnya hingga menyebabkan hidung berdarah. Penyelidik menyebutkan bahwa keduanya sempat berpacaran selama enam bulan sebelum berpisah pada bulan Oktober tahun sebelumnya.
Pihak berwenang tidak mengeluarkan surat tilang sipil kepada Kerley karena kekhawatiran akan terjadinya reviktimisasi, mengingat keduanya dijadwalkan untuk berkompetisi dalam event atletik yang sama.
Pengacara Kerley, Richard L. Cooper, sebelumnya telah menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan para saksi tidak memiliki kredibilitas. Cooper menegaskan bahwa Kerley adalah pihak yang diserang terlebih dahulu, dan ada pihak lain yang secara tidak sengaja terluka dalam insiden tersebut.
Insiden Kedua: Tuduhan Penyerangan Petugas
Sebelumnya, Kerley juga sempat ditangkap di Miami Beach setelah polisi menuduhnya menyerang seorang petugas pada 2 Januari 2025. Dalam insiden tersebut, petugas melaporkan bahwa Kerley mendekati tempat kejadian polisi secara agresif, mencoba menerobos dua petugas, dan bahkan meraih tangan salah satu petugas.
Konfrontasi yang terekam jelas dalam video kamera tubuh, dengan cepat meningkat menjadi pergulatan. Polisi akhirnya terpaksa menggunakan senjata kejut (stun gun) untuk melumpuhkan Kerley.
Akibat insiden ini, Kerley menghadapi berbagai tuntutan, termasuk penyerangan petugas penegak hukum (kategori felony), serta dua tuduhan misdemeanor berupa melawan penangkapan dan perilaku tidak tertib.
Fokus Kembali ke Lintasan Atletik
Dengan dibatalkannya semua tuntutan, Fred Kerley kini bebas dari beban hukum yang sempat membelenggunya. Unggahannya di Instagram yang menyebutkan “blessing on blessings” menjadi cerminan lega atas berakhirnya masa sulit ini.
Sebagai peraih medali perak Olimpiade Tokyo di nomor 100 meter dan juara dunia di nomor yang sama pada tahun 2022, Kerley adalah salah satu sprinter terkemuka di dunia. Pembebasan ini memungkinkannya untuk sepenuhnya memusatkan perhatian pada latihan dan persiapan menghadapi kompetisi-kompetisi penting ke depan, tanpa distraksi dari masalah hukum.
Para penggemar atletik tentu berharap bisa segera melihat Kerley kembali menunjukkan performa terbaiknya di lintasan, mewakili Amerika Serikat dengan semangat dan determinasi penuh.
(OL/GN)
sumber : www.local10.com
Leave a comment