Subriel Matias Diizinkan Bertanding Meski Tersandung Kasus Doping Ostarine
Dunia tinju kembali dihebohkan dengan kabar kontroversial menjelang sebuah pertarungan besar. Petinju Subriel Matias, juara IBF kelas welter super, telah diizinkan untuk melanjutkan pertandingan meskipun hasil tesnya menunjukkan positif penggunaan Ostarine, zat peningkat massa otot yang masuk daftar terlarang Badan Anti-Doping Dunia (WADA).
Tes positif tersebut terdeteksi dari sampel di luar kompetisi yang diambil pada 9 November oleh Voluntary Anti-Doping Association (VADA). Hasil dari sampel B Matias juga mengkonfirmasi adanya zat terlarang tersebut.
Kontroversi Doping dan Lampu Hijau Komisi Atletik
Meskipun demikian, Komisi Atletik Negara Bagian New York (New York State Athletic Commission/NYSAC) memberikan lampu hijau bagi petinju berusia 33 tahun itu untuk tetap bertanding. Keputusan ini diambil setelah NYSAC menilai bahwa konsentrasi Ostarine yang terdeteksi berada di bawah ambang batas yang digunakan oleh yurisdiksi tinju utama.
Dewan Tinju Dunia (WBC) yang menjadi badan sanksi untuk laga Matias, juga telah mempertimbangkan “faktor-faktor mitigasi” setelah tes awal yang gagal. WBC menyimpulkan bahwa kadar Ostarine yang rendah konsisten dengan dugaan penelanan yang tidak disengaja melalui suplemen yang terkontaminasi. Kendati demikian, Matias tetap dijatuhi masa percobaan selama 12 bulan oleh WBC.
Panasnya Konferensi Pers: Matias vs. Eddie Hearn
Isu doping ini memang tidak secara langsung dibahas dalam konferensi pers, namun ketegangan terasa jelas. Suasana memanas ketika Matias secara terbuka melontarkan ancaman kepada promotor Smith, Eddie Hearn.
“Kalau kau seorang petarung, wajahmu pasti sudah hancur,” kata Matias kepada Hearn.
Hearn, yang dikenal dengan respons cepatnya, membalas dengan santai namun penuh makna.
“Syukurlah saya bukan petarung,” jawab Hearn. “Tapi, seperti yang saya katakan, keadilan akan ditegakkan.”
Ketika seorang reporter mendesak Hearn untuk menjelaskan maksud dari perkataannya, Hearn memilih untuk mengelak dan segera mengalihkan perhatian kembali kepada Smith, petinju yang diwakilinya.
Jadwal Pertandingan dan Cara Menonton
Pertarungan yang melibatkan Subriel Matias ini diproyeksikan adalah melawan Liam Paro untuk mempertahankan gelar IBF kelas welter super. Laga tersebut akan berlangsung pada hari Sabtu, 15 Juni 2024, di Coliseo Juan Aubin Cruz Abreu, Manati, Puerto Rico.
Untuk penggemar tinju di Indonesia, kick off main card diperkirakan akan dimulai pada Minggu pagi, 16 Juni 2024, sekitar pukul 07.00 WIB. Pertarungan ini dapat disaksikan secara legal melalui layanan streaming resmi DAZN, yang tersedia bagi pelanggan di Indonesia.
Kasus doping dan ketegangan di luar ring ini tentu menambah bumbu drama pada pertarungan Matias. Sorotan publik akan tertuju pada bagaimana Matias menunjukkan performanya setelah serangkaian kontroversi ini, sekaligus menanti apakah “keadilan” yang disebut Eddie Hearn akan benar-benar terwujud di atas ring.
(OL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment