Reece Prescod Tegaskan Tak Akan Gunakan Doping Meski Gabung Enhanced Games Kontroversial
Mantan sprinter tim nasional Britania Raya, Reece Prescod, membuat pernyataan mengejutkan. Ia menegaskan tidak akan menggunakan obat peningkat performa (PED) meskipun telah mendaftar untuk Enhanced Games, sebuah kompetisi olahraga kontroversial yang akan digelar di Las Vegas pada bulan Mei mendatang.
Enhanced Games dikenal karena kebijakannya yang memperbolehkan atlet untuk menggunakan zat-zat yang dilarang dalam olahraga arus utama, tentunya di bawah pengawasan medis. Keputusan Prescod ini sontak memicu perdebatan di kalangan penggemar dan praktisi olahraga.
Prescod, yang tahun lalu memutuskan pensiun di usia 29 tahun, adalah sprinter tercepat keempat Britania Raya di nomor 100 meter, dengan catatan waktu terbaik personal 9,93 detik.
Sikap Prescod Terhadap Doping
Dalam wawancaranya dengan program “World at One” BBC Radio 4, Prescod dengan tegas menjawab “tidak” ketika ditanya apakah ia pernah menggunakan zat terlarang sejauh ini. Ketika pertanyaan tersebut dipertegas dengan “Tapi akankah Anda [menggunakannya]?,” ia kembali menjawab lugas:
“Tidak.”
Prescod menambahkan, “Tentu saja, masalah medis selalu bersifat rahasia, tetapi bagi saya saat ini prioritas terbesar adalah kembali ke performa sub-10 detik.” Ini menunjukkan fokusnya tetap pada pencapaian performa fisik alami daripada memanfaatkan celah aturan Enhanced Games.
Kontroversi Enhanced Games
Enhanced Games sendiri telah menuai banyak kritik keras dari berbagai pihak. Proyek ini dianggap membahayakan kesehatan atlet dan merusak prinsip fair play dalam olahraga. Badan Anti-Doping Dunia (WADA) bahkan secara terbuka menyebutnya sebagai “proyek berbahaya dan tidak bertanggung jawab.”
Aturan terkait zat yang boleh digunakan dalam Enhanced Games juga berbeda. Hanya zat-zat yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat yang diizinkan, yang jelas berbeda dengan daftar zat yang diizinkan oleh WADA untuk atlet elit.
Jack Buckner, kepala eksekutif UK Athletics, menyatakan rasa “terkejut” ketika kabar Prescod bergabung dengan Enhanced Games terungkap pada awal Januari lalu. Reaksi ini menggarisbawahi kekhawatiran yang meluas di antara federasi olahraga tradisional.
Implikasi Bagi Dunia Olahraga
Keputusan Reece Prescod untuk bergabung dengan Enhanced Games, sambil bersikukuh untuk tidak menggunakan doping, menyoroti dilema etika dan moral dalam dunia olahraga modern. Di satu sisi, ada dorongan untuk melihat batas kemampuan manusia, namun di sisi lain, prinsip integritas dan fair play menjadi taruhannya. Kehadiran Enhanced Games juga menciptakan tantangan baru bagi organisasi anti-doping global seperti WADA, yang selama ini berjuang untuk menjaga kebersihan olahraga dari praktik doping. Langkah Prescod bisa jadi awal dari perdebatan yang lebih besar tentang masa depan atlet dan batasan etis dalam mencapai performa puncak.
(OL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment