Resolusi Lari Setiap Hari? Ini Lima Hal yang Perlu Anda Tahu!
Fenomena lari 5K sedang menjadi tren di media sosial, dan tidak jarang para pelari pemula, terutama di awal tahun, tergoda untuk mencoba tantangan lari 5K setiap hari. Penulis sendiri pernah merasakan pengalaman ini, beralih dari lari sekali setiap tiga minggu menjadi lari setiap hari selama 30 hari penuh dalam program Movember.
Sebelum Anda memutuskan untuk meluncurkan diri ke resolusi lari harian di tahun baru, berikut adalah lima hal yang saya temukan dan mungkin bisa membantu Anda memulai perjalanan lari Anda:
1. Jangan Fokus Hanya pada Satu Jenis Lari
Jika tujuan Anda adalah meningkatkan catatan waktu, baik itu untuk 5K, 10K, atau jarak yang lebih jauh, sains justru menyarankan untuk tidak melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan. Dalam sebuah podcast ‘High Performance’ baru-baru ini, peraih medali emas Olimpiade Keely Hodgkinson mengungkapkan bahwa ia bahkan tidak berlari jarak 800m dalam latihannya sendiri.
Studi dan para pelatih akan menyarankan bahwa untuk meningkatkan waktu lari, Anda sebaiknya melakukan lari jarak jauh dengan kecepatan santai (easy long runs), serta lari tempo dan lari cepat dengan jarak yang lebih pendek (tempo and speed runs).
Banyak jam tangan olahraga kini dilengkapi dengan rencana latihan bawaan. Atau, aplikasi seperti Runna dan rencana kepelatihan khusus juga dapat membantu Anda meningkatkan catatan waktu.
2. Prioritaskan Istirahat dan Jangan Terlalu Keras
Dengan tekanan untuk mencapai personal best (PB) dan keinginan untuk terlihat keren di Strava demi “Kudos” menjadi prioritas bagi banyak orang, mudah sekali melupakan bahwa lari santai dan lari jarak jauh tidak dirancang untuk dilakukan dengan cepat.
Selama lari jarak jauh, jika Anda merasa perlu memperlambat langkah atau bahkan duduk di bangku sebentar, itu tidak masalah. Gunakan waktu tersebut untuk mengontrol pernapasan atau meregangkan otot yang terasa sedikit kencang.
Beberapa “influencer” online mungkin menyarankan bahwa waktu atau jarak lari hanya dihitung jika Anda tidak berhenti atau jika Anda melakukan seluruh lari dengan kecepatan tertentu. Namun, kita semua tahu itu tidak benar. Jika Anda berlari lima kilometer, Anda memang telah berlari lima kilometer, bahkan jika Anda berjalan sebentar.
Sebaliknya, jika Anda merasa ada cedera yang mulai berkembang, segera berhenti. Santai saja dan temui profesional. Tidak ada gunanya mengambil risiko kerusakan jangka panjang hanya demi unggahan di Strava.
3. Variasi Rutinitas Itu Kunci
Bagi saya, setelah tiga hari berturut-turut berlari rute yang sama, rasa bosan mulai muncul. Berlari mengelilingi rumah dan menyusuri jalanan, menghindari orang-orang yang menjalani aktivitasnya, membuat lari di kota menjadi sulit. Tapi ada solusinya.
Memvariasikan rute lari Anda, baik itu membalik rute normal Anda, berkendara ke area yang berbeda, atau bahkan pergi off-road dan mencoba jalur trail, adalah cara yang bagus untuk mengubah rutinitas lari Anda agar tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi sesuatu yang Anda nikmati.
Hal lain yang dapat membantu pelari dengan motivasi dan kenyamanan saat berlari adalah berlari di siang hari dan dalam cahaya terang. Di musim dingin yang gelap dan dingin, sulit menemukan waktu, tetapi menggunakan waktu istirahat makan siang atau berlari ke tempat kerja/sekolah adalah cara yang mungkin untuk membuat Anda merasa lebih nyaman saat berlari.
4. Teman Lari: Lebih dari Sekadar Motivasi
Ya, terkadang saya merasa paling baik berlari sendirian. Untuk lari tempo, lari progresif, atau lari di mana Anda hanya ingin memasang earphone dan menjernihkan pikiran, fokus pada satu langkah demi satu langkah.
Namun, untuk lari jarak jauh dan santai, tidak ada yang mengalahkan berlari bersama teman. Ini memungkinkan Anda menjaga kecepatan tetap santai, memberikan hiburan dan motivasi satu sama lain, dan juga memungkinkan Anda mengobrol.

Terkadang, terutama bagi pria, melakukan semacam olahraga atau aktivitas adalah hal yang dibutuhkan untuk melakukan obrolan yang benar-benar penting.
Selama Movember, berlari bersama teman-teman dan mengobrol tentang apa saja—mulai dari acara malam, peluang karier, beradaptasi di universitas, dan banyak lagi—membantu tidak hanya saya tetapi juga orang-orang yang berlari bersama saya, lebih dari sekadar lari itu sendiri.
Berlari dengan teman juga memungkinkan Anda menikmati waktu setelah lari. Mampir ke kedai kopi, minum bir, atau bahkan berjalan santai pulang ke rumah pasti bisa memotivasi Anda untuk menyelesaikan lari tersebut.
5. Lari untuk Kesehatan Mental Anda
Berlari setiap hari tidak diragukan lagi akan meningkatkan kebugaran fisik Anda, tetapi juga meningkatkan risiko cedera. Namun, tidak dapat disangkal bahwa semacam olahraga atau aktivitas dapat sangat membantu meningkatkan kesehatan mental Anda.
Saya menemukan bahwa berlari sendirian atau bersama teman membantu saya meningkatkan kondisi mental saya. Baik itu berlari di pagi hari yang membuat saya merasa siap untuk menghadapi hari, berlari di tengah hari untuk membantu saya beristirahat dari pekerjaan dan studi, atau berlari di akhir hari untuk membantu menjernihkan pikiran dan memproses hari tersebut.
Baik itu lari, bersepeda, berenang, sesi gym, atau berolahraga bersama teman, manfaatnya tidak dapat disangkal. Ini meningkatkan endorfin Anda dan memberi Anda waktu untuk berpikir sendiri, menjernihkan pikiran, menjadi kreatif, atau memproses apa pun yang perlu Anda proses.
(OL/GN)
sumber : sportsgazette.co.uk
Leave a comment