Chris Silva Dinobatkan sebagai MVP Fase Grup Basketball Champions League
Pemain bintang AEK BC, Chris Silva, berhasil meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) untuk Fase Grup Basketball Champions League (BCL) Musim X. Penampilan gemilangnya bersama AEK tak hanya membuatnya menonjol di Tim Terbaik Fase Grup, tetapi juga secara resmi dinobatkan sebagai pemain terbaik pada Selasa lalu.
Performa Gemilang di Fase Grup
Silva, forward/center berusia 29 tahun, menjadi motor utama yang membawa AEK BC melaju ke Babak 16 Besar. Selama lima pertandingan pertamanya di BCL musim ini, Silva mencatatkan rata-rata impresif 14,8 poin dengan akurasi tembakan lapangan sebesar 70 persen. Statistiknya semakin lengkap dengan 8,0 rebound, 1,8 assist, 1,6 steal, dan 1,0 blok per pertandingan.
Dampak kehadirannya di lapangan sangat signifikan bagi AEK, terbukti dari selisih poin +65 ketika ia bermain. Dengan rating efisiensi 21,0, Silva menempati posisi ketiga terbaik di BCL Musim X.
Performa Silva semakin meningkat setelah pertandingan debutnya yang kurang memuaskan dengan hanya mencetak tujuh poin dalam 11 menit. Dalam empat pertandingan berikutnya, ia tampil luar biasa dengan rata-rata 16,8 poin, 9,5 rebound, 2,3 assist, 2,0 steal, dan 1,3 blok. Selama periode ini, rating efisiensinya mencapai 24,8, angka tertinggi di BCL Musim X.
Reaksi Rekan Setim
Rekan setim Silva tidak ragu mengungkapkan kekaguman mereka. Dimitris Flionis, salah satu punggawa AEK, menyoroti kemampuan serbabisa Silva.
“Anda hanya duduk dan melihatnya melakukan segalanya di lapangan,” kata Flionis. “Ditambah lagi, dia adalah pribadi yang lucu.”
Sementara itu, RaiQuan Gray, rekan Silva di frontcourt, merasakan bahwa seluruh tim mendapatkan energi dari setiap aksi spektakuler Silva.
“Menurut saya, energi yang ia bawa di dalam dan di luar lapangan adalah aspek terbaik dari keberadaannya di tim kami,” ujar Gray. “Kami bermain lebih baik ketika dia membawa percikan itu setiap malam.”
Gray juga menambahkan bahwa Silva adalah “bagian besar dari resep” kesuksesan tim. Flionis bahkan lebih jauh lagi, menyatakan bahwa Silva adalah kunci yang dibutuhkan AEK untuk mengulang pencapaian musim lalu, atau bahkan melangkah lebih jauh.
“Dia membuat hidup kami lebih mudah, saya pikir dia adalah bahan yang hilang,” tambah Flionis.
Jejak Karir dan Dampak bagi AEK
Chris Silva lahir di Gabon dan pindah ke Amerika Serikat pada usia 15 tahun. Setelah menempuh karir empat tahun di universitas South Carolina, ia mencicipi panggung NBA dengan total 70 pertandingan, sebagian besar bersama Miami Heat. Silva juga menghabiskan waktu di NBA G League sebelum memulai petualangan di luar negeri pada tahun 2024 dengan menandatangani kontrak bersama Bnei Penlink Herzliya.
Kedatangannya di AEK pada Agustus 2023 (mengoreksi informasi di artikel sumber yang menuliskan tahun 2025, red) terbukti menjadi langkah jenius bagi manajemen tim. Silva tampil sensasional di semua kompetisi sejak bergabung dengan AEK, menarik perhatian di seluruh Eropa.
Penghargaan MVP Fase Grup ini akan diserahkan kepada Chris Silva sebelum pertandingan kandang AEK berikutnya di BCL, yang dijadwalkan pada 21 Januari. Kehadiran Silva telah memberikan dimensi baru bagi permainan AEK dan menempatkan mereka sebagai salah satu kontender serius di Basketball Champions League musim ini.
(LC/GN)
sumber : www.eurohoops.net
Leave a comment