Arsenal Goyah di Bola Mati, Jarak Poin dengan Pesaing Makin Tipis
Keunggulan Arsenal di puncak klasemen Premier League kini terpangkas menjadi hanya dua poin. Hasil imbang 1-1 melawan Chelsea yang bermain dengan 10 orang pada hari Minggu, ditambah kemenangan Manchester City atas Fulham pada Selasa malam, membuat persaingan di papan atas semakin ketat.
Pelatih The Gunners, Mikel Arteta, menyebut timnya “seharusnya bisa dan memang seharusnya” memenangkan pertandingan di Stamford Bridge. Pernyataan ini muncul setelah timnya unggul jumlah pemain selama hampir satu jam namun gagal mengamankan tiga poin penuh.
Momen Positif di Tengah Kekalahan Poin
Meski demikian, meraih hasil imbang setelah tertinggal bukanlah akhir pekan terburuk bagi Arsenal. Sebelumnya, mereka sukses menaklukkan rival sekota di north London derby dengan meyakinkan dan meraih kemenangan penting di Eropa atas Bayern Munich.
Kemenangan di Eropa itu bahkan menempatkan Arsenal sebagai pemimpin tunggal di fase grup Liga Champions, sebuah pencapaian yang memuaskan mengingat tim sempat kehilangan beberapa pemain kunci.
Dampak Absennya Duo Bek Tengah pada Set-Piece
Di Stamford Bridge, Arsenal memulai pertandingan Premier League tanpa dua bek tengah utamanya, Gabriel dan William Saliba. Ini adalah kali kedua sejak awal musim 2022-23 mereka bermain tanpa salah satu dari keduanya.
Absennya kedua pemain ini terasa di kedua sisi lapangan. Tim asuhan Arteta terlihat kesulitan dalam situasi bola mati, baik saat bertahan maupun menyerang. Mereka kebobongan gol pembuka dari sebuah tendangan sudut dan gagal menampilkan ancaman seperti biasanya dari set-pieces di kotak penalti lawan. Masalah bola mati ini bisa menjadi fokus penting bagi Arteta dan timnya, mengingat ketatnya persaingan di Premier League dan Liga Champions.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.co.uk
Leave a comment