Celtic Akhiri Penantian Panjang, Taklukkan Feyenoord di Kandang Sendiri
Setelah tampil kurang meyakinkan dalam kemenangan tipis di Liga Skotlandia melawan St Mirren akhir pekan lalu, Celtic sempat menghadapi kekhawatiran serupa saat bertandang ke markas Feyenoord di kompetisi Eropa. Kekhawatiran itu seolah menjadi kenyataan ketika mereka dikejutkan gol cepat di awal pertandingan.
Sebuah umpan panjang berhasil menembus lini belakang tim tamu, sebelum kapten tuan rumah Sem Steijn menyodorkan bola kepada striker Jepang, Ueda. Dengan tenang, Ueda menaklukkan Kasper Schmeichel untuk gol ke-14-nya musim ini.
Respon Cepat Celtic
Namun, Celtic sama sekali tidak gentar dengan gol cepat tersebut. Mereka menunjukkan reaksi luar biasa dan bangkit dengan gaya yang apik.
Yang tiba di kotak penalti dan langsung melepaskan tembakan first-time melewati kiper Timon Wellenreuther untuk menyamakan kedudukan. Hanya 12 menit berselang, Wellenreuther kembali menjadi sorotan, namun kali ini karena kesalahannya.
Di bawah tekanan dari Daizen Maeda, Wellenreuther mencoba melakukan clearance yang justru jatuh tepat ke kaki Hatate. Tanpa kesulitan, Hatate menceploskan bola ke gawang kosong, membuat Celtic berbalik unggul.
Feyenoord Gagal Manfaatkan Peluang
Perubahan skor yang cepat ini jelas mengguncang Feyenoord. Celtic pun membawa momentum mereka ke babak kedua, memilih untuk menjaga penguasaan bola sementara tim tuan rumah sedikit mengendurkan tekanan.
Akhirnya, tim asuhan Robin van Persie berhasil keluar dari tekanan dan mulai gencar mencari gol penyeimbang. Namun, upaya Tsuyoshi Watanabe berhasil disapu bersih di garis gawang oleh Callum McGregor. Tendangan Gaoussou Diarra juga sempat diblok dan sebuah sundulan membentur mistar gawang, sementara Anis Hadj Moussa melepaskan tembakan melebar dengan kaki kirinya.
Setelah berhasil menahan tekanan tersebut, Celtic akhirnya membuat Feyenoord membayar mahal atas peluang yang terbuang percuma. Nygren melepaskan tembakan keras kaki kiri yang membentur mistar gawang sebelum masuk, membuat Wellenreuther tak berdaya.
Kemenangan Historis dan Perpisahan Manis O’Neill
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Celtic di Belanda sejak tahun 2001. Kala itu, O’Neill juga menjadi pelatih dan berhasil menyingkirkan Ajax dari kualifikasi Liga Champions.
Sebelum kick off, O’Neill menyatakan bahwa pertandingan ini kemungkinan besar akan menjadi tugas terakhirnya sebagai pelatih interim. Jika memang demikian, ini adalah cara yang sangat indah bagi pelatih berusia 73 tahun itu untuk menutup tugasnya. Kemenangan ini juga menegaskan kemampuan Celtic untuk bangkit dari ketertinggalan dan meraih hasil penting di kancah Eropa.
(LC/GN)
sumber : www.bbc.co.uk
Leave a comment