Inter Milan Puncaki Serie A Usai Hantam Como 4-0, Pemanasan Sempurna Jelang Lawan Liverpool
Inter Milan berhasil menempati posisi puncak klasemen Serie A pada Sabtu (6/12/2025) malam WIB setelah menundukkan tim tangguh Como 4-0 di San Siro. Kemenangan ini menjadi bekal berharga menjelang laga krusial Liga Champions melawan Liverpool yang sedang kesulitan.
Duet penyerang Lautaro Martinez dan Marcus Thuram masing-masing mencetak gol di setiap babak. Hakan Calhanoglu dan Carlos Augusto kemudian melengkapi pesta gol Inter di menit-menit akhir. Hasil ini membuat Nerazzurri unggul dua poin dari AC Milan dan Napoli, yang keduanya belum bermain.
Jalannya Pertandingan
Inter Milan tampil dominan sejak awal pertandingan. Penyerang asal Argentina, Lautaro Martinez, membuka keunggulan pada menit ke-11. Gol ini berawal dari aksi memukau Luis Henrique di posisi bek sayap kanan. Pemain Brasil itu merangsek masuk ke kotak penalti dari wilayahnya sendiri, melakukan cut inside, dan memberikan umpan sempurna kepada sang kapten yang kemudian mencetak gol ketujuhnya di Serie A musim ini.
Pada menit ke-59, Marcus Thuram menambah keunggulan Inter. Gol ini menjadi yang pertama bagi Thuram di liga sejak pulih dari cedera hamstring yang dideritanya pada September lalu. Penyerang Prancis itu menyambar bola dari jarak dekat setelah sepak pojok Federico Dimarco menimbulkan kekacauan di pertahanan Como.
Como sendiri sempat menunjukkan perlawanan di awal babak kedua dan seharusnya bisa menyamakan kedudukan melalui dua peluang besar dari Tasos Douvikas dan Alex Valle. Namun, mereka gagal memanfaatkannya.
Gol ketiga Inter datang pada menit ke-81 melalui Hakan Calhanoglu, yang juga merupakan gol ketujuhnya musim ini. Tak lama berselang, Carlos Augusto menutup pesta gol dengan tendangan voli indah yang membuat skor menjadi 4-0.
Reaksi Pemain dan Pelatih
“Hari ini kami menunjukkan betapa bagusnya kami melawan tim yang sangat baik seperti Como,” kata Lautaro Martinez seusai pertandingan. “Kami menunjukkan betapa laparnya kami untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin… ini adalah kemenangan yang sangat bagus bagi kami.”
Di sisi lain, pelatih Como Cesc Fabregas mengakui kekalahan telak ini sulit diterima, namun ia juga melihat sisi positifnya. “Sulit menganalisis ketika Anda dikalahkan 4-0. Ini adalah kekalahan yang sulit… tapi sejujurnya, saya tidak melihat perbedaan besar antara kedua tim malam ini,” Fabregas bersikeras. “Hasil seperti hari ini membantu Anda berkembang… Kekalahan besar adalah saat Anda paling tumbuh dan saat Anda paling banyak belajar.”
Persiapan Liga Champions
Kemenangan telak ini menjadi pemanasan yang sempurna bagi Inter Milan jelang laga Liga Champions pada Selasa (10/12/2025) malam WIB melawan Liverpool. Pertandingan ini bisa menjadi krusial dalam menentukan apakah skuad asuhan Cristian Chivu akan lolos langsung ke babak 16 besar UEFA Champions League 2025/26.
Salah satu sinyal positif bagi Chivu adalah performa solid Luis Henrique di posisi bek sayap kanan. Posisi ini sempat menjadi masalah bagi Inter sejak Denzel Dumfries menderita cedera pergelangan kaki bulan lalu.
Situasi Tim Lain
Setelah pertandingan Inter, Como harus turun satu peringkat ke posisi keenam, tertinggal enam poin dari Inter, setelah mengalami kekalahan pertama mereka sejak Agustus lalu.
Di pertandingan lain, juara bertahan Napoli akan menjamu rival sengit Juventus pada Minggu (7/12/2025) malam WIB. Sementara itu, AC Milan akan menjadi favorit untuk mengalahkan rival lokal mereka, Torino, pada Senin (8/12/2025) dini hari WIB.
Krisis Fiorentina Berlanjut
Sementara Inter Milan berpesta, Fiorentina justru semakin terpuruk dalam krisis setelah kalah 1-3 dari tim promosi Sassuolo. Kekalahan ini membuat mereka terdampar di dasar klasemen tanpa kemenangan musim ini.
Fiorentina, yang dulunya merupakan rumah bagi pemain-pemain legendaris seperti Gabriel Batistuta dan Rui Costa serta finis di posisi keenam musim lalu, kini hanya mengumpulkan enam poin dari empat belas pertandingan.
Bahkan dengan dukungan sekitar 4.000 suporter tandang, ‘La Viola’ tampil buruk di Reggio Emilia. Mereka menelan kekalahan liga kedelapan mereka meskipun sempat unggul lebih dulu melalui gol Rolando Mandragora pada menit kesembilan.
Cristian Volpato menyamakan kedudukan untuk Sassuolo lima menit kemudian dengan gol yang membentur pemain lawan. Tarik Muharemovic kemudian memberikan keunggulan pantas bagi tuan rumah menjelang akhir babak pertama ketika ia bebas tanpa kawalan di kotak penalti Fiorentina untuk menanduk bola dan mencetak gol Serie A pertamanya.
Setelah itu, Fiorentina tidak menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Ismael Kone memastikan tiga poin penuh untuk Sassuolo pada menit ke-65, tak lama setelah gol Volpato dianulir karena pelanggaran yang terlihat ringan terhadap Fabiano Parisi. Keputusan tersebut membuat pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, murka dan akhirnya diusir dari lapangan karena protes berlebihan.
Pelatih Fiorentina, Paolo Vanoli, yang baru menangani tim satu bulan lalu, berteriak sia-sia dari pinggir lapangan saat timnya tetap terpaut enam poin dari zona aman, padahal musim baru berjalan sepertiga lebih sedikit.
Di pertandingan terakhir hari itu, awal cerah Raffaele Palladino sebagai pelatih Atalanta sedikit tercoreng dengan kekalahan 1-3 dari Verona.
Dampak Kompetisi
Kemenangan besar Inter Milan ini tidak hanya mengukuhkan posisi mereka di puncak Serie A, tetapi juga memberikan dorongan moral penting menjelang tantangan besar di Liga Champions. Sementara itu, krisis Fiorentina semakin dalam, menyoroti perjuangan mereka untuk keluar dari zona degradasi dan kembali ke performa terbaik mereka. Musim Serie A masih panjang, dan setiap pertandingan akan menjadi krusial bagi ambisi masing-masing tim.
(LC/GN)
sumber : www.archivoprisma.com.ar
Leave a comment