Kampanye ACL 2 FC Goa Tuntas Tanpa Poin, Istiklol Beri Kekalahan Keenam
Perjalanan FC Goa di panggung Asia akhirnya berakhir tanpa perolehan poin. Harapan tunggal India di AFC Champions League 2 harus menelan pil pahit kekalahan 2-1 dari wakil Tajikistan, Istiklol, dalam laga terakhir grup yang digelar di kandang mereka.
Sebelum pertandingan ini, FC Goa sudah menelan lima kekalahan beruntun dalam kampanye ACL 2 mereka. Sementara itu, Istiklol membutuhkan lebih dari sekadar keajaiban untuk melampaui Al Zawraa di tabel klasemen. Oleh karena itu, pertandingan ini lebih terasa seperti formalitas bagi kedua tim.
Kekalahan Keenam yang Pahit di Kandang
Pertandingan dimulai dengan kejutan menyenangkan bagi para pendukung Gaur di Fatorda. Dejan Drazic membuka keunggulan untuk FC Goa pada menit ke-8, memberikan “hadiah Natal” awal yang manis. Untuk pertama kalinya dalam kampanye ACL 2 2025-26, FC Goa berhasil memasuki babak kedua dengan keunggulan.
Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama. Istiklol membalas dengan dua gol cepat di babak kedua. Komolafe mencetak gol penyeimbang pada menit ke-53, diikuti oleh Juraboev yang sukses mengonversi penalti pada menit ke-56.
FC Goa terus berjuang mencari gol penyeimbang. Meski mendapatkan keuntungan jumlah pemain selama sekitar seperempat jam terakhir pertandingan, FC Goa gagal menemukan gol balasan dan harus menerima kekalahan keenam mereka. Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Istiklol.
Perjalanan Penuh Tantangan FC Goa di ACL 2
Sejak awal, tidak mudah bagi FC Goa untuk lolos ke ACL 2. Mereka berhasil mengalahkan juara bertahan Piala AFC, Al Seeb, untuk bergabung dengan Mohun Bagan dalam kompetisi ini. Setelah Mohun Bagan menarik diri, Gaur menjadi satu-satunya harapan negara India, di tengah masa-masa yang belum pasti bagi sepak bola di sana.
Meskipun gagal meraih satu poin pun, FC Goa menunjukkan ketahanan dan keberanian yang patut diacungi jempol. Dari gol bersejarah Brison melawan tim bertabur bintang Al Nassr yang menerangi langit Fatorda, hingga penampilan gemilang kiper muda Hrithik yang beberapa kali mementahkan peluang striker kelas dunia seperti Joao Felix dan Sadio Mane, Gaur telah mewakili bendera India dengan penuh kebanggaan dan semangat. Mereka menghadapi lawan-lawan tangguh dengan tekad, meskipun hasil akhir tidak berpihak.
Klasemen Akhir Grup D: Dominasi Al Nassr dan Aspirasi yang Belum Terwujud
Dengan kekalahan FC Goa dari Istiklol, fase grup AFC Champions League 2 telah selesai. Raksasa Arab Saudi, Al Nassr, dan Al Zawraa dari Irak berhasil melaju ke babak gugur kompetisi.
Al Nassr menunjukkan dominasi mutlak di Grup D. Mereka tidak hanya memenangkan setiap pertandingan, tetapi juga mencetak 22 gol dalam 6 pertandingan, dengan rata-rata lebih dari tiga gol per pertandingan. Al Zawraa cukup beruntung finis di posisi kedua meskipun memiliki poin yang sama, yaitu sembilan, dengan Istiklol.
FC Goa menyelesaikan kampanye mereka di dasar Grup D, dengan rekor yang kurang memuaskan setelah gagal meraih satu poin pun. Yang mengejutkan, semua tim di grup ini (selain Al Nassr) mengakhiri fase grup dengan selisih gol negatif, sementara Al Nassr memiliki selisih gol positif yang sangat mencolok, yaitu +20.
| Tim | Pertandingan | Menang | Seri | Kalah | Poin | Selisih Gol |
| Al Nassr | 6 | 6 | 0 | 0 | 18 | 20 |
| Al Zawraa | 6 | 3 | 0 | 3 | 9 | -3 |
| Istiklol | 6 | 3 | 0 | 3 | 9 | -6 |
| FC Goa | 6 | 0 | 0 | 6 | 0 | -11 |
Meski tanpa poin, pengalaman bertanding di level Asia menghadapi tim-tim kuat ini tentu akan menjadi pelajaran berharga bagi FC Goa untuk pengembangan tim di masa depan.
(LC/GN)
sumber : khelnow.com
Leave a comment