Man Utd vs Bournemouth: Misi Redam Cherries dan Momentum Mount
Manchester United bertekad mengakhiri catatan empat laga tanpa kemenangan saat menjamu Bournemouth di Old Trafford pada hari Senin mendatang. Laga ini menjadi kesempatan bagi Setan Merah untuk melanjutkan tren positif mereka di Premier League.
United datang ke pertandingan ini dengan modal kemenangan meyakinkan 4-1 atas Wolves. Mereka kini hanya kalah sekali dalam sembilan pertandingan Premier League terakhir di musim 2025-26, dengan mengumpulkan 18 poin selama periode tersebut. Angka ini lebih banyak dibandingkan 16 poin yang mereka raih dalam 17 pertandingan sebelumnya, menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.
Kebangkitan Mason Mount yang Makin Penting
Sejak transfer £55 juta dari Chelsea pada musim panas 2023, setahun sebelum kontraknya di Chelsea berakhir, Mason Mount kesulitan menunjukkan dampak yang diharapkan banyak pihak. Cedera tentu tidak membantu, tetapi masalah utamanya adalah menemukan peran yang pas untuk Mount di samping kapten Bruno Fernandes.
Di bawah asuhan Ruben Amorim, Mount tampaknya telah menemukan ritmenya di sisi kiri dari tiga penyerang dalam formasi 3-4-2-1. Posisi inilah yang ia mainkan dalam penampilan impresifnya melawan Wolves. Ini juga merupakan posisi di mana ia paling sukses di Chelsea, terutama pada musim 2021-22 ketika ia mencatatkan 21 kontribusi gol di Premier League dan membantu mereka menjuarai Liga Champions.
Secara statistik, ini mulai terbentuk menjadi musim terbaik Mount di United sejauh ini. Ia telah bermain lebih banyak menit dibandingkan musim pertamanya di klub dan hampir sebanyak musim lalu. Angka-angka menunjukkan bahwa ia memberikan ancaman serangan yang lebih besar:
Statistik Opta: Mason Mount (per 90 menit)
- Gol: Meningkat dari 0.14 (2024-25) menjadi 0.46 (2025-26)
- Peluang besar tercipta: Meningkat dari 0 (2024-25) menjadi 0.15 (2025-26)
- Expected assists: Berlipat ganda dari 0.08 (2024-25) menjadi 0.16 (2025-26)
Ketiga gol Premier League Mount musim ini tercipta dalam kemenangan. United berharap lebih banyak darinya saat mereka bersiap menghadapi potensi kehilangan pemain penting seperti Amad Diallo karena Piala Afrika.
Evanilson dan Perjuangan Bournemouth
Di sisi lain, Bournemouth kini tanpa kemenangan dalam enam pertandingan Premier League terakhir mereka dan gagal mencetak gol dalam dua laga terakhir. The Cherries hanya melepaskan 18 tembakan sepanjang dua pertandingan tersebut, jauh berbeda dibandingkan 46 tembakan dalam dua laga sebelumnya.
Antoine Semenyo telah menjadi ancaman serangan utama bagi The Cherries musim ini, dan penurunan performa kecilnya bertepatan dengan serangkaian hasil buruk timnya.
Pelatih Andoni Iraola tentu berharap lebih banyak kontribusi dari penyerang tengah seperti Evanilson, yang mencetak 10 gol Premier League musim lalu setelah didatangkan dari Porto.
Namun, ia kesulitan di musim keduanya di klub sejauh ini, hanya mencetak satu gol Premier League dalam 13 penampilan. Posisinya terancam oleh Eli Junior Kroupi, pemain 19 tahun yang telah mencetak empat gol dalam 11 penampilannya.
Statistik Evanilson (per 90 menit)
- Gol: Menurun dari 0.39 (2024-25) menjadi 0.09 (2025-26)
- Tembakan ke target: Menurun dari 1.2 menjadi 0.7
- Tingkat konversi tembakan: Turun signifikan dari 13.7% menjadi 3.7%
- Duel dimenangkan: Berkurang dari 4.6 menjadi 3.7
Performa Evanilson yang menurun mencerminkan kesulitan Bournemouth dalam menciptakan dan mengonversi peluang. Pertandingan mendatang di Old Trafford akan menjadi ujian berat bagi mereka untuk membalikkan keadaan.
(LC/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment