Victor Osimhen dan Ancaman Absen di Piala Dunia 2026
Striker Nigeria, Victor Osimhen, yang kini di usia 26 tahun dan sedang berada di puncak performanya, menghadapi risiko besar menjadi salah satu pemain terbaik di generasinya yang tak pernah merasakan atmosfer Piala Dunia. Risiko ini akan menjadi kenyataan jika Nigeria gagal melaju dari babak playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika.
Absennya Osimhen karena cedera yang kerap menghantamnya selama dua tahun terakhir di fase grup kualifikasi, menjadi faktor krusial yang menempatkan Super Eagles dalam babak playoff empat tim di Maroko. Nigeria akan menghadapi Gabon di laga pertama. Pemenang dari final playoff, yang akan mempertemukan Nigeria/Gabon dengan Kamerun atau Kongo, masih harus melewati rintangan tambahan: playoff interkontinental enam tim pada Maret mendatang, yang kemungkinan besar akan digelar di Meksiko.
Pentingnya Osimhen bagi Nigeria
Osimhen adalah pencetak gol terbanyak Liga Champions musim ini bersama Galatasaray, menunjukkan kombinasi skill, kecepatan, dan kekuatan layaknya idolanya, Didier Drogba. Semua itu dilakukannya sembari mengenakan topeng pelindung, konsekuensi dari cedera wajah serius empat tahun lalu. Pemain yang pernah berhenti dari sepak bola untuk bekerja di gereja ini, dan kemudian menjadi bintang di Piala Dunia U-17, kini memikul harapan besar publik Nigeria setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar.
Nigeria sebenarnya diunggulkan di grup kualifikasi berisi enam tim. Namun, tanpa Osimhen yang cedera pada November 2023 dan Juni 2024, mereka gagal memenangkan empat pertandingan pertama. Berkat enam gol Osimhen dalam lima laga tak terkalahkan, Nigeria berhasil finis di posisi kedua bulan lalu, di belakang pemuncak grup Afrika Selatan, yang telah memastikan diri lolos langsung ke Piala Dunia.
Nigeria diunggulkan dalam semifinal playoff melawan Gabon, yang juga memiliki striker veteran berbahaya, Pierre-Emerick Aubameyang (36 tahun).
Jalan Terjal Kualifikasi
Perjalanan Nigeria menuju playoff tidaklah mulus. Situasi kian rumit di Rabat, tempat para pemain dilaporkan menolak latihan pada Selasa lalu akibat perselisihan bonus yang belum dibayar. Kapten Nigeria, William Troost-Ekong, melalui media sosial menyatakan, “Yang kami inginkan dan terus lakukan adalah fokus pada pertandingan besar di depan.” Ia kemudian mengonfirmasi bahwa masalah finansial tersebut telah diselesaikan pada hari Rabu.
Osimhen juga sudah merasakan pahitnya kegagalan di kualifikasi Piala Dunia sebelumnya. Debutnya bersama timnas senior terjadi di usia 18, namun ia tidak dibawa ke Piala Dunia 2018 di Rusia setelah melewati musim tanpa gol bersama klub Jerman, Wolfsburg. Osimhen sedang bersinar bersama Napoli ketika Nigeria gagal di babak terakhir kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar. Ghana kala itu unggul aturan gol tandang setelah dua leg berakhir 1-1.
Latar Belakang dan Perjuangan Osimhen
Osimhen juga berbagi kisah latar belakangnya yang sulit. Dalam wawancara dengan UEFA, ia mengungkapkan, “Saya berasal dari keluarga yang sangat miskin. Saya anak bungsu dari tujuh bersaudara. Ibu saya meninggal di usia muda, dan ayah saya menyusul pada tahun 2020.” Ia sempat berhenti bermain sepak bola selama hampir dua tahun setelah menyelesaikan sekolah menengah, bahkan pernah bekerja di gereja untuk membantu keluarganya.
“Saya harus berjuang sendiri, mencoba membantu saudara-saudara saya mencari uang saat itu.”
“Setelah saya selesai sekolah menengah, saya tidak bermain sepak bola selama hampir dua tahun,” katanya, menceritakan bagaimana ia bekerja membantu merekrut anggota untuk gereja Pastor Chris Oyakhilome. “Saya tinggal di gereja selama hampir lima bulan.”
Bakatnya kembali terasah setelah ia kembali bermain, ditemukan dan diasuh oleh pelatih Nigeria U-17, Emmanuel Amunike, yang merupakan bintang tim Piala Dunia 1994. Piala Dunia U-17 2015 di Chile menjadi panggung bagi Osimhen untuk menarik perhatian global, saat ia membawa Nigeria meraih gelar juara. Ia mencetak gol di setiap tujuh pertandingan Nigeria, termasuk gol ke-10 yang memecahkan rekor turnamen, membuka keunggulan di final saat Nigeria menang 2-0 atas Mali.
Harapan di Piala Dunia 2026
Sebagai peraih Scudetto bersama Napoli dan Pemain Terbaik Afrika 2023, Osimhen berpotensi besar untuk bersinar di panggung dunia pada Piala Dunia 2026, jika Nigeria berhasil menembus kualifikasi. Kegagalan kali ini akan menjadi pukulan telak bagi salah satu talenta terbaik Afrika ini, dan tentu saja bagi seluruh penggemar sepak bola Nigeria yang mendambakan tim kesayangan mereka kembali berlaga di turnamen paling bergengsi sejagat.
(LC/GN)
sumber : www.king5.com
Leave a comment